Fate Of Love

Fate Of Love
Part 54


__ADS_3

"Gege duibuqi aku terlambat" ucap Liu Yucha sembari mengambil koper Lin Qian.


"Jiejie biar kubawakan saja, Jiejie masuk saja ke dalam mobil lebih dulu" ucap Liu Yucha sembari menarik kopernya.


"Hao ba Liu Yucha xiexie...aku telah merepotkanmu" ucap Lin Qian.


" Mei wenti Jiejie...sekarang kamu sudah menjadi istri Gege Kenny Lin" ucap Liu Yucha.


Mereka bertiga berjalan bersama menuju mobil, Lin Qian dengan santainya masuk ke dalam dan beristirahat disana, ia sudah sangat lelah sejak tadi namun ia tak mengatakan apapun pada suaminya saat si Kenny Lin sedang bercerita dengan si paman.


Lin Qian memejamkan matanya mengistirahatkan tubuhnya selama berada di perjalanan menuju apartemen, Kenny Lin terdiam saja saat kepala Lin Qian mulai miring jatuh di bahu kanannya yang membuat bahu tersebut seolah-olah menjadi sandaran bagi Lin Qian, Kenny Lin mengelus pipi Lin Qian pelan.


"Duibuqi Qiqi aku sudah membuatmu lelah sejak kemarin sayang" ucap Kenny Lin dalam hati.


Liu Yucha merekam kejadian tersebut dari balik kaca yang ada di depannya, matanya sesekali melihat Gege Kenny Lin dan Lin Qian, ia sangat bahagia begitu besar cinta Gegenya itu selama ini, ia tak pernah sekalipun menyerah di awal hubungannya baru dimulai serta selalu kuat menghadapi setiap ujian yang menghampirinya, ia percaya Kenny Lin suatu saat akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki menurutnya, ternyata kebahagiaan itu baru ia rasakan sekarang setelah melalui hal-hal buruk yang ia alami sebelumnya.


"Gege sepertinya Qiqi sangat lelah sekali??" tanya Liu Yucha pada Kenny Lin.


"Shi...disana banyak sekali yang harus kami urus Liu, waktu istirahat tidak benar-benar stabil, maka dari itu sepulang dari sini aku akan memanjakannya dengan banyak hal, agar hatinya dan tubuhnya bisa rileks kembali" ucap Kenny Lin menyibak poni yang menutupi mata Qiqi.


"Oh hao hao ba Gege, aku salut padamu begitu besarnya rasa sayangmu pada Qiqi, kapankah aku juga bisa sepertimu Gege??" tanya Liu Yucha yang menginginkan keajaiban kisah cintanya seperti Kenny Lin.


"Kamu pun bisa sepertiku asalkan ada wanitanya Liu, apakah kamu belum memiliki seseorang di hatimu??" tanya Kenny Lin menyelidik.


"Meiyou Gege...banyak wanita yang ku sukai tapi tak ada satupun yang membalas rasa suka ku mungkin jodohku bukan mereka semua" ucap Liu Yucha menyayangkan kisah cintanya yang tak terbalaskan.

__ADS_1


"Rata-rata mereka hanya menganggapku teman saja, berbeda denganku, aku bisa menyukai setiap wanita yang memiliki rasa sayang berlebih padaku, maka dari itu mereka menolakku, ternyata rasa sayang yang mereka berikan hanya sekedar teman saja padaku sedangkan aku menginginkan rasa sayang mereka lebih dari sekedar teman" ucap Liu Yucha yang selalu berharap lebih menjalin hubungan dengan seorang wanita yang ia kenali.


"Bersabarlah Liu, kamu pasti akan mendapatkan wanita yang layak yang mau menerima cintamu, mungkin saja jodohmu tak jauh-jauh dari orang-orang sekitar kita" ucap Kenny Lin.


"Yaaah mungkin saja benar apa yang kamu katakan Gege, tak peduli seberapa jauh aku mencari wanita yang kuinginkan di luar sana justru mungkin bisa jadi wanita di sekitarku yang akan menjadi pendampingku kelak" ucap Liu Yucha pasrah.


"Nahhh...begitulah Liu, sekarang santai saja Liu jika sudah ada yang pas menurutmu mungkin itulah jodohmu yang sebenarnya, tak perlu kamu berharap di luar sana yang tak ingin membalas perasaanmu" ucap Kenny Lin menasehati.


"Hao ba Gege, by the way kita sudah sampai di apartemenmu Gege" ucap Liu Yucha menghentikan mobilnya.


"Hao le duibuqi Liu tolong kamu bawakan kopernya ke atas aku akan menggendong Qiqi ke dalam, biarkan ia tertidur lebih nyaman disana" perintah Kenny Lin.


"Hao ba Gege...siap" ucap Liu Yucha, lalu ia menurunkan kedua koper milik boss sekaligus temannya ini, ia pun meminta card apartemen pada Kenny Lin.


"Zhe...cepatlah kamu buka sebelum aku sampai lebih dulu disana" ucap Kenny Lin memberikan card-nya.


POV Kembali ke apartemen


Kenny Lin lalu menggendong Lin Qian keluar dari mobil dengan pelan-pelan sekali, Qiqi hanya diam saja tak bergerak, gendongan Kenny Lin terasa sangat nyaman baginya sepertinya ia sedang bermimpi bahwa ia sedang berjalan diatas awan mengelilingi taman bunga di surga.


Liu Yucha masuk ke dalam lift dan setelah itu ia segera membuka pintu apartemen dengan sekali gesekan di card-nya, lalu ia letakkan koper tersebut di samping kursi ruang tv.


Beberapa menit kemudian Kenny Lin muncul dari balik pintu sembari menggendong Qiqi dengan kewalahan. Liu Yucha dengan sigap membantu membukakan pintu kamar untuk Kenny Lin agar Qiqi cepat ia letakkan di ranjang.


"Xiexie Liu merepotkanmu saja aku ini" ucap Kenny Lin.

__ADS_1


"Meiguanxi...cepat letakkan dia nanti tanganmu kram" Liu Yucha mengingatkan.


"Hao ba, minggirlah sebentar" ucap Kenny Lin mencari celah agar mudah melewati pintu masuk kamar. lalu ia selimuti Qiqi dan menghidupkan AC di kamar tersebut.


"Qilai ba kita ke bawah" ajak Kenny Lin menutup pintu kamar tersebut.


Liu Yucha mengekorinya sampai ke ruang tamu, sedangkan Kenny Lin pergi ke dapur menyiapkan kopi untuk menemani teman ngobrol mereka.


"Zhe...minumlah dulu, apakah kamu lapar Liu?? aku bisa memasakkan sesuatu untukmu??" ucap Kenny Lin menawarkan.


"Meiyou meiyou Gege...aku tak lama-lama disini, setelah kopiku habis aku akan kembali ke Cafe" tolak Liu Yucha.


"Ohh hao hao, bagaimana dengan Gaman Cafe apakah banyak masalah??" tanya Kenny Lin.


"Meiyou... aku sudah mengatasinya dengan baik, hanya beberapa file saja yang membutuhkan tanda tanganmu" ucap Liu Yucha


"Hao ba Gege...aku akan kembali bekerja lagi, sampai jumpa" Liu Yucha lalu pergi dari apartemen Kenny Lin


"Xiexie Liu Yucha duibuqi aku selalu merepotkanmu" ucap Kenny Lin mengantarkan sampai pintu keluar apartemen.


Setelah kepergian Liu Yucha, Kenny Lin lalu pergi ke kamar dan membersihkan diri di bathroom.


"Hoooaaamp....kok aku sudah disini, eh tunggu dulu ini kamar siapa dan dimana aku" Lin Qian menguap bangun dari tidurnya. ia menoleh kanan kiri menelisik sekitar ruangan ini.


"Yaa ampuuun...ini kan kamar Gege Kenny Lin, apakah Gege meletakkan aku dikamarnya, itu berarti dari malam ini sampai malam-malam selanjutnya aku akan tidur bersamanya huuufhhh...aku tak bisa mengatakan apapun lagi untuk menolaknya, dulu waktu pertama kali tinggal bersama aku mati-matian ingin tidur terpisah dengannya sekarang aku diharuskan tidur bersamanya, semoga Gege melupakan janji yang pernah ku ucapkan saat dirumah Mama Baba waktu itu, aku sangat ingin menghindarinya rasanya takut sekali jika suatu saat dia benar-benar melakukannya dan memintanya dariku" ucap Lin Qian berbicara dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2