Fate Of Love

Fate Of Love
Part 51


__ADS_3

POV Waktunya bobo cantik


Wah ternyata nyonya Han Yuan itu ibu yang pengertian sekali. semoga Kenny Lin senang ya punya Mama mertua seperti ibunya Qiqi ini.


"Gege lebih baik kamu langsung beristirahat saja biar aku yang mempersiapkan barang bawaan kita besok pagi" ucap Lin Qian.


setelah sampai kekamarnya lantas ia langsung ke bathroom menggosok gigi dan memakai cream malam seperti biasanya. saat ia keluar dari bathroom ternyata suaminya ini bukannya tidur malah prepare untuk keberangkatannya besok.


"Lho Gege...bukannya tidur saja malah membereskan ini" ucap Qiqi yang tak enak hati.


"Mei wenti baobei aku ingin membantumu agar lebih cepat beresnya, laiba kita tidur sekarang" ucap Kenny Lin sembari menarik tangan Qiqi dituntunnya naik ke ranjang diajaknya tidur, entah dorongan dari mana Kenny Lin memposisikan tidurnya memeluk pinggang Lin Qian dari belakang dan tangan kirinya ia jadikan bantal untuk tengkuk Qiqi sembari mendekatnya hidungnya ditengkuk tersebut. hal ini sudah menjadi candu baginya jika ingin tidur malam.


Lantas Qiqi tak menolak hal tersebut justru ia sangat senang, akhirnya ia bisa bersatu dengan laki-laki idamannya selama ini. tak terbayangkan sebelumnya dari sekian konflik yang ia alami ternyata ada saatnya


ia mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Qiqi merasakan hembusan nafas yang beraturan dari Kenny Lin ditengkuknya ia menebak sepertinya Kenny Lin sudah tidur dengan nyenyak. perlahan-lahan ia membalikkan badannya menghadap suaminya itu dan memandanginya.


"Gege aku sangat mencintaimu lebih dari diriku sendiri semoga pernikahan kita bisa abadi selamanya, tak ada lagi wanita lain yang mengganggu hubungan kita" ucap Qiqi dalam hati sembari mengelus pelan pipi suaminya. lalu detik berikutnya ia sudah tertidur dengan keadaan tangan masih menempel di pipi Kenny Lin.


POV Perpisahan


Keesokan paginya mereka sudah bangun lebih awal karena sebelum tidur Kenny Lin mengalarm ponselnya terlebih dulu dan pagi ini mereka sudah bersiap-siap untuk kembali ke kota, saat mereka membawa koper ke depan ruang tamu, nyonya Han Yuan menghampiri.


"Qiqi Qilai ba kita sarapan pagi dulu Mama sudah menyiapkannya, laiba nak Kenny Lin jangan buru-buru pergi ini masih jam 06.00 pagi sarapan saja dulu yuuuk" ucap nyonya Han Yuan menggandeng kedua tangan anak dan menantunya dan menuntun mereka ke ruang makan.

__ADS_1


"Hao kalian tunggu disini Mama akan memanggil yang lain" ucap nyonya Han Yuan pergi dari sana dan memanggil semua anggota keluarga.


Semua anggota keluarga sudah hadir disana dimulai dari tuan Denglun yang memakai baju biasa karena ia hanya bekerja dikebun, si kakek yang berpakaian santai ala rumahan, Celine dengan seragam sekolahnya ia sudah rapih karena akan mengikuti ujian akhir semester disekolahnya.


"Hao le semua sudah hadir laiba kita sarapan dulu" ucap nyonya Han Yuan semangat.


"Hao hao hao" ucap mereka semua bersamaan, lalu mereka mengambil menu masing-masing untuk mengisi piringnya.


Sarapan pagi kali ini didominasi dengan dentingan sendok dan garpu yang saling bergesekan. mereka makan dalam diam tanpa ada yang bersuara. Beberapa menit kemudian mereka semua sudah selesai. si kakek dan tuan Denglun pergi ke ruang tamu sebentar begitu pun Lin Qian dan Kenny Lin sedangkan Celine membantu ibunya membawa piring kotor ke wastafel serta membersihkan meja makan sebentar, setelah selesai Celine ikut menyusul ke depan bersama ibunya.


"Hao ba Ma, Ba, Wai Gong, Celine, Qiqi dan Gege Kenny Lin akan berpamitan pada kalian semua jagalah kesehatan kalian, Ma aku menyayangimu jagalah dirimu baik-baik, Ba jagalah kesehatanmu jangan pernah membuat Mama kesusahan mengurusimu, Wai Gong Qiqi akan selalu merindukanmu Qiqi saaaaangat sayang padamu, Celine belajarlah yang rajin jangan kecewakan Jiejie" ucap Qiqi memberikan salam perpisahan dengan seluruh anggota keluarga terutama pada kakeknya, ia tak tahu sampai kapan kakek bisa berumur panjang dan melihat cicitnya kelak, Kenny Lin mengikuti salam perpisahan seperti Qiqi.


"Hao hao" ucap setiap anggota keluarga saat salam perpisahan dengan pelukan itu terjadi.


"Bye sayang hiks...hiks..." nyonya Han Yuan tak kuasa menahan tangisannya ia tumpahkan saat melihat anaknya dari kejauhan.


Kenny Lin dan Lin Qian kemudian masuk kedalam taksi sedangkan si sopir memasukkan 2 koper milik penumpangnya lalu berlari kedepan dan langsung menyetir melajukan mobilnya sampai kejalan besar.


"Hao Ma Celine juga berangkat dulu, oh yaa Ma uang sakunya mana??" tanya Celine sembari cengar cengir meminta uang jajan pada ibunya.


"Kamu...heh, tak pernah lupa jika seperti ini, ini uangnya, jangan pulang terlambat jika sudah selesai sekolahnya langsung pulang tidak boleh kemana-mana faham" ucap nyonya Han Yuan mewanti-wanti anaknya.


"Hao Ma siap" ucap Celine bergaya seperti polisi yang diperintahkan bertugas. lalu Celine berangkat pergi menggunakan matic kesayangannya.

__ADS_1


Saat semua putrinya sudah pergi ia melamun didepan teras rumah memandang ke arah depan. tuan Denglun lalu menepuk bahunya.


"Wo de qizi ada apa denganmu, kenapa kamu melamun disini??" tanya tuan Denglun.


"Wo de laogong aku sedang berfikir ternyata putri-putri kita sudah beranjak dewasa semua mereka sudah besar sekarang rumah ini makin kian sepi saja saat mereka sudah pergi seperti ini" ucap nyonya Han Yuan menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"Shi baobei...waktu begitu cepat sekali kita tak menyadari ternyata kita ini sudah semakin tua, anak-anak kita sudah tumbuh dewasa lebih cepat menurut kita rasanya ingiiiiin sekali aku bermain bersama mereka seperti mereka saat masih kecil dulu haaah ya sudahlah, mari kita berangkat ke kebun saja" ucap tuan Denglun pergi begitu saja sembari menuntun istrinya masuk dan bersiap-siap ke kebun.


"Han Yuan, Denglun, kalian akan pergi kemana??" tanya si kakek.


"Kami akan pergi ke kebun Baba, ada apa??" jawab tuan Denglun menanyainya.


"Bolehkah Baba ikut, Baba tidak mau sendirian di rumah rasanya sepi sekali" ucap si kakek.


"Hao...laiba Baba" ajak tuan Denglun.


Mereka bertiga berjalan ke kebun tak jauh dari rumah mereka karena kebun jeruk mereka sangatlah luas. tepat di hari ini mereka akan memanen buah jeruk tersebut biasanya hanya berdua saja sekarang ada si kakek yang ingin membantu mereka memanen buah-buahan.


"Dimana kebun kalian apakah masih jauh??" tanya si kakek.


"Meiyou Baba sebentar lagi kita sampai" jawab tuan Denglun.


"Hao hao inikah kebunnya, wahhh ternyata sudah waktunya panen yaa, laiba Baba akan membantu kalian" ucap si kakek setelah sampai dikebun tersebut dan mengambil keranjang untuk mengisi buah jeruk yang ia kumpulkan.

__ADS_1


__ADS_2