Fate Of Love

Fate Of Love
Part 50


__ADS_3

Lin Qian keluar dari kamar, saat ingin menuruni tangga tiba-tiba Celine mendekatinya dan mencium aroma wangi ditubuh kakaknya.


"Jiejie tubuhmu wangi sekali dan terasa segar, emm...ya aku tahu pasti kalian sudah..." Celine menggantung kata-katanya sembari menautkan kedua jari telunjuknya menandakan adegan dewasa.


"Huuust...ni, kamu masih kecil bagaimana bisa tahu, emm Jiejie tahu sekarang jangan-jangan kamu sering menonton film seperti ini..." Qiqi mengikuti petunjuk jari seperti adiknya.


"Meiyou meiyou, aku tak pernah menonton film seperti itu Jiejie, aku hanya suka menonton drama saja tidak lebih, lagipula drama yang kutonton cuma adegan kiss saja kok" ucap Celine keceplosan.


"Zhen de ma...Jiejie tidak percaya jika kamu tak pernah menontonnya, Jiejie juga pernah merasakan usia remaja sepertimu wo de meimei" ucap Qiqi.


"Terserah padamu jika tak percaya padaku" sebenarnya Celine pun takut jika kakaknya mengetahui bahwa ia pernah melihat adegan dewasa di ponselnya, detik kemudian kembali lari kekamar.


"Hei...ni, mau kemana lagi??" tanya Qiqi saat melihat Celine memutar jalan dan kembali ke kamarnya.


"Bu Jiejie, ada yang tertinggal dikamar aku akan mengambil barang tersebut" kilah Celine, justru ia kembali ke kamar ingin menghapus video adegan dewasa yang sudah ia unduh dari aplikasi, ia takut jika sewaktu-waktu kakaknya meminjam ponselnya dan menemukan video tersebut.


"Oh...hao ba, setelah itu cepatlah ke dapur bantu aku" ucap Qiqi.


"Hao Jiejie" teriak Celine dari kejauhan, Qiqi menggelengkan kepalanya.


Setelah nyonya Han Yuan, Qiqi dan Celine selesai membersihkan dapur kini waktunya mereka memanggil para lelakinya sedangkan Celine memanggil kakeknya yang beberapa hari ini tinggal bersama mereka saat Celine mengabarkan Lin Qian akan pulang, rumah kakeknya tak jauh dari keluarga mereka hanya berbeda desa saja.


"Baba maro kita makan malam, makanannya sudah siap" ucap nyonya Han Yuan memanggil suaminya


"Gege...qilai ba turun, makanannya sudah siap kita makan malam dulu, setelah itu mempersiapkan segalanya untuk besok" ucap Qiqi menarik lengan kanan Kenny Lin yang masih bermalas-malasan diatas kasur sembari bermain ponsel.

__ADS_1


"Wai Gong laiba makan malam dulu" sembari menuntun kakeknya pelan-pelan karena kakeknya berjalan menggunakan tongkat.


Mereka semua sudah hadir di meja makan dan duduk di tempat masing-masing.


"Wo de laogong kami mau makan yang mana, biar kuambilkan??" tanya nyonya Han Yuan.


"Hao baobei aku mau yang ini..ini..dan ini.." sembari menunjuk menunya.


"Gege kamu mau yang mana" ganti Qiqi yang bertanya pada suaminya.


"Emm...zhe..zhe..zhe.." menunjukan 3 menu kesukaannya.


"Hao ba Qing chi Gege" Qiqi memberikan ketiga menu tersebut ke piring suaminya.


"Goule..goule aku akan mengambil sendiri tak usah kalian layani" ucap kakek Qiqi yang iri pada kedua laki-laki didepannya.


"Hao le hao le...Wai Gong biar Celine saja yang mengambilkannya untukmu, bukankah aku ini cucu kesayanganmu" ucap Celine menggoda kakeknya yang sudah bicara tak jelas tadi. Celine mengambilkan menu kesukaan kakeknya menu itu menu yang bisa si kakek makan tanpa terlalu lama mengunyah karena gigi si kakek sudah banyak yang ompong.


"Hao hao kamu memang cucu kesayanganku" ucap si kakek senang sekali.


Sedangkan yang lainnya menahan tawa dengan tingkah lucu antara si kakek dan si cucu ini. mereka saling melengkapi dalam setiap candaannya.


"Wai gong makannya pelan-pelan saja tak usah terburu-buru ini kuambilkan makanan yang empuk yang bisa kakek makan tanpa bersusah payah mengunyahnya, lihatlah dimana gigimu itu Wai gong" ucap Celine menahan tawanya sembari meletakkan makanan tersebut.


"Ni...bocah nakal, beraninya kamu mengolokku, gigiku itu bukan ompong tapi sudah di curi tikus-tikus kecil itu" ucap si kakek membuat guyonan yang konyol sekali semua tertawa dibuatnya.

__ADS_1


"Goule...goule...Baba makanlah dulu nanti yang lain tersedak dengan candaanmu itu" ucap nyonya Han Yuan, biasanya keluarga ini jika tak ada yang berani berbicara ataupun bercanda saat sedang makan tapi untuk hari ini sangatlah berbeda, entah kenapa??


"Hao hao aku tak akan membuat lelucon lagi" ucap si kakek.


Setelah semua laki-laki pergi kini waktunya para wanita membereskan dan membersihkan tempat tersebut, mereka melakukan tugas masing-masing. setelah itu Qiqi dan nyonya Han Yuan menyusul suaminya masing-masing di ruang keluarga, disana mereka sedang berbicara sembari bercanda, moment kekeluargaan seperti ini sangat Kenny Lin inginkan, sejak kecil ibunya tak pernah membawanya menemui kedua orang tua ayahnya maupun ibunya, mereka berdua hidup seperti orang asing di kota lain.


Sebenarnya sejak dulu Kenny Lin sangat penasaran dengan kehidupan ibunya, sebelum ia dilahirkan kedunia, ia sempat berfikir dimana ayah kandungnya selama ini, dimana keluarga ibu dan ayahnya kenapa mereka hidup di kota, kenapa mereka terasingkan dari keluarga, apa yang pernah terjadi sebelumnya, semua pertanyaan itu menghantui pikirannya selama ini.


"Gege hei Gege ada apa denganmu??" ucap Qiqi menjentikkan kedua jarinya membuyarkan lamunan Kenny Lin.


"Ahh bu bu mei wenti aku tak apa-apa" jawab Kenny Lin gelagapan.


"Gege tapi sejak tadi kamu bengong sepertinya ada yang kamu pikirkan??" tanya Lin Qian.


"Meiyou meiguanxi aku tak memikirkan apapun" kilah Kenny Lin.


"Zhen de ma...jika ada sesuatu bicaralah padaku oke aku akan mendengarkannya, tenang saja" ucap Qiqi.


"Hao ba...Qiqi aku sudah lelah apakah kita bisa kembali ke kamar" ucap Kenny Lin.


"Hao kita akan kembali kekamar" ucap Lin Qian menarik tangan suaminya.


"Ma..Ba..Wai gong.. aku dan Gege Kenny Lin kembali kekamar kami harus beristirahat lebih awal agar besok tak terlambat" ucap Qiqi pergi bersama suaminya.


"Hao sayang pergilah tidur lebih awal, kami masih ingin disini" ucap ibunya.

__ADS_1


Lin Qian dan Kenny Lin berjalan menuju kamar atas lantai dua, rumah Qiqi memang kecil tapi sudah dibilang layak untuk di huni karena rumahnya lebih bagus dibandingkan para tetangganya, ini berkat kerja keras Lin Qian, putri tuan Denglun ini selalu menyisihkan uang untuk kedua orang tuanya didesa selama dia bekerja di kota, Qiqi memang pandai mengatur keuangannya, setiap ia menerima gaji dari kantor ia usahakan membaginya terlebih dulu. Dari uang kiriman untuk orang tuanya, tabungannya, kebutuhan sehari-hari maupun alat kecantikannya, semua hal ia bagi sesuai porsi kebutuhan masing, satu lagi biaya pendidikan Celine pun ia yang mengurusnya selama ini, sebagai anak pertama ia dituntut untuk bisa membantu perekonomian keluarganya sejak dulu.


__ADS_2