
POV Kembali Ke Shanghai.
Sesampainya di Shanghai China, Kenny Lin memutuskan untuk tidak langsung ke asrama. dia ingin menemui Lin Qian terlebih dulu. Semua hal yang terjadi padanya ingin ia ceritakan pada Lin Qian dengan jujur. Kenny Lin tak peduli apapun yang akan terjadi setelahnya. Mereka berdua sudah janjian akan bertemu disebuah mini bar yang lokasinya tak jauh dari asrama Lin Qian. berita tentang kedekatan Kenny Lin dan putri tuan Michael He sudah sampai di telinga Lin Qian.
Seperti biasa kencan mereka kali ini pun harus menyamarkan penampilan dan dandanan wajah agar tidak di kenali banyak orang ketika berjalan keluar asrama. Lin Qian kali ini akan berpenampilan pakaian laki-laki dan memakai topi seperti anak punk. Sedangkan Kenny Lin dandanannya dengan berpenampilan gaya ala charlie chapplin. semua itu ide Jinhan karena temannya itu tau segalanya dari hubungan wanita-wanita yang pernah di kencani Kenny Lin hanya saja Kenny Lin tidak bar-bar seperti Jinhan dengan kenakalannya.
POV Pertemuan Selanjutnya.
Benar saja ketika mereka keluar tak ada seorang pun yang menoleh atau mengenalnya.Tak berapa lama Kenny Lin dan Lin Qian sudah masuk kedalam mini bar tersebut.
"Kamu ingat saat pertama kali kita pergi kesini??" tanya Kenny Lin sambil menuangkan soju kedalam sloki miliknya.
Lin Qian mengangguk cepat "Waktu itu setelah pertemuan kedua kita di hospital kamu mengajakku kencan buta kemari"
"Jika waktu itu aku baru menjadikanmu pacarku, hari ini bolehkah aku bicara padamu layaknya seorang pacar bicara pada kekasihnya??" pinta Kenny Lin.
Mendengar hal itu Lin Qian menatap Kenny Lin lebih dalam. Dia membiarkan Kenny Lin meraih tangannya dan membawanya dalam sebuah genggaman yang hangat.
"Meiyou.. tak mungkin Gege" ucap Lin Qian yang agak risih dengan perlakuan Kenny Lin kali ini, mungkinkah ia cemburu pada Qiu Yanzhi sehingga merasa risih bila Kenny Lin tetap memperlakukannya dengan special.
__ADS_1
"Baru kemarin kamu resmi menjadi pacarku. rasanya seperti mimpi buruk dan untuk hari ini aku tahu bahwa kamu telah melamar wanita lain untuk menjadi istrimu dan pendamping hidupmu" ucap Lin Qian langsung menangis sambil menundukkan kepalanya.
Kenny Lin terkaget-kaget "*Darimana kamu tahu Qiqi bahwa aku telah melamar Qiu Yanzhi??"
"Ohh..ternyata namanya Qiu Yanzhi, xiexie atas informasimu sekarang aku tahu nama wanita perusak hubungan kita heh*.." sahut Lin Qian yang terlihat kesal setelah menangisnya usai.
"Hei..Qiqi sayang, dengarkan dulu ceritaku!!" pinta Kenny Lin agar Lin Qian mau mendengarkan penjelasannya.
"Meiyou..tak perlu lagi kamu bercerita. aku sudah mendengar semua beritanya, aku ada disana ketika kamu menceritakan hal ini pada Jinhan" ucap Lin Qian berbohong.
"Duibuqi Qiqi, duibuqi jika kamu sudah mengetahui semuanya sebelum aku memberitahumu" Kenny Lin hanya bisa tertunduk diam tak berdaya.
"Bu.. bu.. meiyou Qiqi" jawab Kenny Lin cepat.
"Kenapa takdir cintaku begini??aku ditakdirkan menjadi pacarmu tapi tak bisa lama, sedangkan wanita itu si Qiu Yanzhi itu malah akan menjadi istrimu, lalu kenapa harus aku yang dikorbankan dengan percintaan kita ini, sakit rasanya Gege" tangisan Qiqi pun pecah kembali.
"Bu..bu..Qiqi, dalam hal ini tidak hanya kamu saja yang menjadi korban, tetapi aku pun sama halnya sepertimu. kamu tahu, walaupun aku melamarnya tapi cintaku tetap hanya untukmu seorang Lin Qian. aku mencintaimu lebih dari wanita itu, aku sendiri tak mengerti kenapa akhirnya menjadi seperti ini" Kenny Lin pun ikut menangis.
"Aku tahu alasannya, karena kamu suka sekali mempermainkan hati wanita bukan?? aku dan dia sama-sama wanita Gege, kami seperti bidak catur yang dipermainkan olehmu dan pada akhirnya, wanita itu yang akan menang dariku sedangkan aku harus bersabar menerima kekalahanku mengambil hatimu. tapi tetap saja dalam permainan ini kamu yang mendominasinya Gege, semua keputusan kamu yang mengendalikan bukan kami" Lin Qian mencoba berusaha tetap menjaga suaranya agar tak terlalu keras.
__ADS_1
Sambil tetap menangis Kenny Lin dan Lin Qian masih diam membeku. Dalam hati Kenny Lin ia menahan gejolak emosi yang ingin segera ditumpahkannya tapi dia membiarkan Lin Qian dulu yang berbicara.
"Dulu kamu memarahi Fei Shuang dengan begitu keras, kamu sampai mencaci dan menghinanya. Dari situlah aku berfikir, bagaimana mungkin seorang lelaki sepertimu bisa dengan teganya berkata kasar pada seorang wanita yang lemah. Beruntungnya aku yang langsung membelanya, waktu itu aku berkata bahwa aku lebih memilih persahabatan daripada pacar ternyata benar kamu adalah seorang penipu!! untung saja aku tak memihakmu" kata Lin Qian.
Lin Qian sudah tak tahan lagi ingin menangis. Akhirnya dia pergi berlari ke toilet agar sedikit meringankan bebannya. Dia lepaskan teriakan hatinya disana dengan melepaskan nafas panjang seperti suara dinosaurus. Sementara itu Kenny Lin tetap setia menunggunya kembali. Beberapa menit kemudian Lin Qian kembali dari toilet dan duduk di sebelah Kenny Lin.
"Sebenarnya kalau kalian berdua seperti merasa dijadikan bidak catur olehku maka bukan hanya aku yang mempermainkannya" Kenny Lin memulai pembicaraan dengan nada suara lembut dan pelan.
"Ada seorang pemain lain yang lebih kuat dan hebat daripada diriku. Pemain itu yang telah mengalahkanku, sehingga bidak catur yang kumainkan habis terkalahkan olehnya. Jika kamu merasa menjadi bidak caturku maka akulah pemainmu, aku berjuang sekuat tenaga memenangkanmu karena rasa cintaku padamu. Tapi pada kenyataannya kamu pun tak bisa ku menangkan dalam permainan ini justru aku yang sudah dikalahkan oleh pemain lain" ucap Kenny Lin.
"Aku hanya ingin tahu apa yang kamu inginkan dengan pertemuan kita kali ini??" Lin Qian sudah muak mendengarkan pembelaan Kenny Lin.
"Tolong dengarkan penjelasanku, ku mohon jangan menghukumku seperti ini. Aku menyayangimu dengan tulus dan aku mencintaimu dengan jujur Lin Qian" ucap Kenny Lin sembari menggenggam kedua tangan Lin Qian yang duduk di sampingnya.
"Tapi kamu pun mencintai wanita itu juga kan Gege??" tanya Lin Qian antusias.
"Sebenarnya aku tak mencintai Qiu Yanzhi aku hanya mencintaimu Lin Qian. Jika kamu tak percaya, aku rela melakukan apapun yang kamu minta Qiqi, aku bersedia jika kamu mengajakku pergi dari sini dan mencari tempat lain di belahan dunia ini untuk memulai lembaran baru denganmu, aku bersedia dan sangat bersedia hheeem..." Kenny Lin mulai kehilangan kesabarannya menanggapi pertanyaan Lin Qian yang selalu memojokkannya dalam masalah ini.
"Jangan kamu ajak diriku melakukan hal yang tidak-tidak Gege" ujar Lin Qian melepaskan tangannya dari genggaman Kenny Lin.
__ADS_1
"Itu karena kamu tak percaya padaku Qiqi, ku mohon percayalah padaku dan dengarkan ceritaku lebih dulu agar kamu tahu apa yang membuat masalah ini menjadi semakin rumit" Kenny Lin memohon pada Lin Qian dengan sungguh-sungguh.