
Sesaat sebelum Kenny Lin pergi dia menghampiri Fei Shuang yang sedang menangis tersedu-sedu.
"Apa pun yang akan terjadi padamu nanti, aku tetap akan membencimu ingat itu!!" Kenny Lin pergi berlalu begitu saja. dia juga sudah terlalu lama meninggalkan jadwalnya yang padat dan harus segera kembali berlatih karena konser hanya menunggu beberapa jam dari sekarang. apapun yang ia rasakan di hatinya saat ini tapi untuk pekerjaan dia harus tetap profesional.
Fei Shuang masih menangis sampai make up yang ada di wajahnya luntur dan rusak berantakan akibat terkena air matanya. asistennya segera mengembalikan dandanan wajah Fei Shuang menjadi cantik dan rapi kembali. walaupun Fei Shuang masih sedih tapi mereka juga punya jadwal yang tidak bisa diabaikan begitu saja. sebentar lagi mini-bus yang menjemput mereka akan tiba di depan Asrama.
"Sudahlah Fei... aku sudah memaafkanmu. tapi kamu harus berjanji padaku tidak akan membuat kecerobohan lagi" bujuk Lin Qian hanya sekedar menghibur hati Fei Shuang.
"Nanti biar aku saja yang bernegosiasi pada manager untuk menghilangkan laporan ini menjadi hilang tanpa jejak" imbuhnya sambil mengelus punggung Fei Shuang agar tenang.
"Xiexie Qiqi Jiejie, kamu memang terbaik, duibuqi yang membuatmu sedih akibat kebodohanku" ucap Fei Shuang tulus. kemudian Jesslin menggandeng Fei sampai depan asrama, dia pun mencoba menghibur dan membujuk Fei Shuang agar tidak bersedih lagi sampai mini-bus itu datang menjemput, mereka di antarkan sampai lokasi pemotretan.
Sepanjang pemotretan Fei Shuang memang sangat payah dan member lainnya pun jadi kurang bersemangat. manager Jisyo heran dan tak mengerti apa yang sedang terjadi sampai mereka begitu lesu serta diam.
Selesai pemotretan yang cukup menyita waktu, manager memanggil Lin Qian dan mengajaknya bicara di ruangannya. lalu manager Jisyo meminta Lin Qian untuk menceritakan semuanya perihal berita miring ini sampai ke publik. awal cerita ini belum ia ketahui sebelumnya, dia sudah berencana ingin menanyakannya langsung dengan Qiqi. akhirnya Lin Qian menceritakan apa yang terjadi dan di alami olehnya selama ini tanpa orang lain tahu kecuali hubungannya dengan Kenny Lin masih ia sembunyikan.
"Saya mohon manager Jisyo bagaimana pun caranya kita harus tetap mempertahankan yang sudah ada. saya tidak ingin masalah saya ini membuat Fei Shuang di keluarkan dari tim Girlband kami" pinta Lin Qian.
"Tentu saja saya juga tidak menginginkannya keluar dari grup ini. nanti saya akan bicarakan lagi dengan manager Jun Syeok. tapi berdoalah saja agar Ceo kita tak mengetahuinya agar Jun Syeok bisa bergerak cepat menyelesaikan masalah laporan yang sudah di buat olehnya" manager Jisyo menjelaskan segala macam proses birokrasi yang harus di tembus untuk melenyapkan kasus ini dari hadapan hukum dan publik. Lin Qian hanya diam dan mendengarkannya.
Setelah pembicaraan mereka usai, Lin Qian kembali bergabung dengan teman-temannya.
__ADS_1
"Apakah kalian sudah lelah?? jika sudah mari kita beristirahat saja, kita harus memforsir latihan ini jangan sampai berlebihan, kalau sampai sakit kita juga yang rugi, lagian ini sudah mau sore lebih baik kita kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan menyiapkan barang apa saja yang perlu kita bawa pergi tour ke Indonesia besok" ucap Lin Qian menghimbau para membernya.
"Hao ba Jiejie kita akan beristirahat saja, persiapan barang pun belum kami mulai sejak kemarin karena kami hanya terlalu fokus pada latihan serta pemotretan" kata Jesslin sembari menghimbau teman lainnya juga.
"Yuxie ayoo kita kembali, aku pun sudah lelah" Qiqi menggandeng lengan Yuxie Yun berjalan menuju kamar mereka. mereka berdua masuk ke kamar dan bergantian membersihkan tubuh yang seharian berkeringat dan bau asem hehe...
"Jiejie mari kita siapkan segala hal untuk tour kali ini, oh yaa aku tak membawa banyak pakaian untuk kesana nanti jika sempat aku ingin membelinya dari sana sebagai kenangan" sambil membereskan pakaian, make up seperlunya, sepatu, tas dan lain-lain ke dalam koper.
"Aku pun begitu Yuxie jika barang bawaan kita banyak pasti akan sangat merepotkan di sana, mari kita persiapkan seperlunya, dan setelah ini lebih baik cepat beristirahat tidur agar tubuh kita segar ketika bangun pagi nanti, perjalanan ini pasti melelahkan tentunya" timpal Lin Qian meneruskan obrolan Yuxie Yun.
Akhirnya prepare sudah selesai, mereka berdua naik ke ranjang tidur masing-masing dan memejamkan mata "Good night, nice dream Jiejie" ucap Yuxie sembari menaikkan selimutnya untuk menutupi tubuhnya agar tidak di gigit nyamuk hehe...
POV perjalanan ke Indonesia
Di pagi hari yang cerah sorot mentari menelusup di sela-sela ventilasi kamar member Girl dan Boy Generation. satu persatu dari mereka mulai bangun dan melakukan rutinitas pagi membersihkan diri dan menyiapkan barang-barang yang akan mereka bawa tour keliling Asia terutama untuk Indonesia saat ini.
Mereka sudah siap dan stand by di depan asrama masing-masing menunggu mini-bus yang akan menjemput mereka pergi menuju Bandara Internasional Hongqiao.
Setelah mini bus datang mereka langsung di bagi menjadi 2 kelompok dari Girlband dan Boyband dengan di temani manager masing-masing grup.
"Ayoo cepat-cepat kita akan terlambat jika kalian masih tetap saja berdiri disitu" ujar manager Jun Syeok.
__ADS_1
Lalu manager Jisyo pun ikut menggerakkan member Girlband asuhannya agar tidak membuang-buang waktu " Reguku sudah siap semua sekarang giliranmu Gege Jun" timpal manager Jisyo dari regu Girlband.
"Hao ba... ayoo Kenny cepat gerakkan teman-temanmu, jika sudah siap kita langsung berangkat menuju Bandara" ucap Jun Syeok mengomando leader mereka.
"Siap manager, laksanakan!!" ucap Kenny Lin semangat 45 dan meletakkan tangannya di samping kening seperti tanda hormat pada atasan polisi hehe...
"Ayo.. ayo.. teman-teman kita akan mulai bertempur hari ini hehe..." Kenny Lin memberikan semangat pada teman seperjuangannya.
" Ahh... kamu memang bawel sekali, diamlah suaramu memekakkan telingaku!!" kata Jinhan member yang susah di atur ini suka sekali protes dalam segala hal.
Di regu Girlband sangatlah tenang, tidak ada yang bersuara hanya terdengar sesekali orang yang mengobrol. Lin Qian sudah duduk dengan rapi dengan Yuxie Yun.
Qiqi kini memilih tiduran sembari mendengarkan lagu favoritenya SAME melalui earphone. Yuxie sesekali menengok ke arahnya memastikan Jiejie-nya tidak kenapa-napa.
Yuxie malah asyik melihat pemandangan di luar lewat kaca mini-bus ini, dia merasa takjub dengan keindahan alam sekitar. di perjalanan ini Yuxie sama sekali tak ingin memejamkan matanya karena sebetulnya dia anak rumahan jarang-jarang keluar rumah jika tidak penting. berhubung dia sekarang kerja dan tinggal di asrama jadi dia sering pula berkeliling tiap kota karena pekerjaan yang di tuntut untuk keluar dari zona nyamannya. ia bertekad ingin belajar mandiri dan tidak menyusahkan orang lain.
Beberapa menit telah berlalu kini tiba saatnya turun dari mini-bus yang mereka kendarai. manager mengintrupsikan para member agar cepat turun dari sana dan menuju Bandara.
Kenny Lin dan teman-temannya langsung berdiri dari mini-bus dan berjalan keluar. sedangkan di grup sebelah berbeda "Jiejie cepat bangun kita sudah sampai Bandara"
"Heemm... benarkah?? baiklah ayoo" Lin Qian berdiri dan berjalan gontai keluar dari mini-bus. mereka semua lalu masuk ke dalam Bandara Internasional Hongqiao Shanghai membawa koper masing-masing berjalan sesuai himbauan manager sembari menunggu jam pesawat yang akan berangkat membawa mereka tour.
__ADS_1