Fate Of Love

Fate Of Love
Part 30


__ADS_3

Sebetulnya Lin Qian pun penasaran dengan masalah yang ia alami dengan kekasihnya ini, akhirnya dia memenuhi permintaan Kenny Lin yang ingin menjelaskan semua kerumitan yang telah terjadi pada kisah cinta mereka.


Suasana di mini bar semakin bising saja, mereka berdua memutuskan keluar mencari tempat yang lebih tenang. Didalam mobil adalah pilihan yang tepat untuk obrolan mereka yang sangat privasi. Kenny Lin berjalan cepat menuju mobilnya yang terparkir dekat mini bar. Sedangkan Lin Qian mengendap-endap jalannya mengikuti Kenny Lin menuju parkiran mobil Lamborghini milik Kenny Lin. Tak berapa lama kemudian Lin Qian masuk kedalam mobil tersebut, kaca mobil yang tidak tembus pandang pun mereka tutupi dengan tirai yang ada di jendela mobil, lalu mereka menghidupkan AC dan mulai berbicara panjang lebar didalam mobil.


Semua hal telah diceritakan pada Lin Qian, dia sudah mendengarnya dan menangis.


"Jika hal ini terjadi padaku mungkin aku akan melakukan hal yang sama Gege" ucap Lin Qian.


Mereka berdua sama-sama menangis "Tapi maukah kamu jujur padaku Gege??" tanya Lin Qian sembari memeluk Kenny Lin dengan erat.


"Aku telah menjelaskan semuanya padamu Qiqi, aku menyayangimu dan mencintaimu, kamulah wanita impianku, kejadian ini membuatku tak berdaya oleh keadaan. Sepertinya sudah tak ada jalan keluar lagi bagiku" ucap Kenny Lin putus asa.


"Aku hanya ingin mendengarkanmu berterus terang padaku tentang perasaanmu yang sebenarnya dengan wanita itu, apakah kamu benar-benar tak menyukainya Gege??" tanya Lin Qian menyelidik.


"Awalnya memang aku sempat menyukainya, tapi begitu aku mendapatkanmu, aku sadar bahwa kamulah wanita impianku Qiqi. Aku tulus mencintaimu dari persahabatan kita yang sudah lama terjalin. Sebetulnya aku menangkap perasaanmu padaku, begitupun aku terhadapmu. Kita memiliki permasalahan yang sama, profesi yang sama dan aku begitu mengagumi mata indahmu. Sungguh tak kusangka pertemuan singkat kita pada malam itu, hanya sekadar keisengan belaka ternyata malah menjadi tembok penghalang bagi cinta kita" Kenny Lin menjelaskan isi hatinya pada Lin Qian.


Lin Qian memeluk Kenny Lin "Jadi aku harus bagaimana Gege?? aku pun mencintaimu. Hanya karena wanita itu putri tunggal Tuan Michael He jadi dialah yang memilikimu" gerutu Lin Qian.


"Meiyou, lebih tepat lagi ini adalah alasan kemanusiaan. Dia sudah lemah tak berdaya akibat kecelakaan itu. Sekarang kakinya pun harus segera diamputasi. Lamaran dariku hanya bisa membuatnya tegar dan tersenyum. Tuan dan nyonya He sendiri sudah hampir menyerah dengan keadaan ini, tak bisa ku ceritakan betapa hancurnya hati mereka,semua yang kulakukan tak ubahnya hanya untuk keinginan mereka agar dapat melihat senyum di wajah Qiu Yanzhi. Aku harus bagaimana lagi!!" ujar Kenny Lin dengan mengangkat kedua bahunya.


"Mungkin sudah menjadi takdirku harus berkorban dalam kisah cinta kita yang rumit ini" Lin Qian menghapus air matanya.

__ADS_1


"Tapi bolehkah aku melihat wanita itu Gege?? sekadar menjenguknya di hospital" pinta Lin Qian.


Kenny Lin hanya memberikan respon dengan menganggukkan kepalanya, dia masih menikmati menangis dalam pelukan Lin Qian di depan dadanya.


Beberapa menit sudah mereka lewati bersama kini saatnya kembali pulang ke asrama, Kenny Lin lalu mengemudi dengan tenang sebab semua permasalahan yang terjadi sudah ia jelaskan dengan Lin Qian kini hatinya sangat lega.


POV Asrama Girl generation


Setibanya di asrama, Lin Qian langsung menemui Fei Shuang, sekarang Fei Shuang telah menjadi sahabat setianya. Karena Fei Shuanglah yang mengerti segala permasalahan cintanya dengan Kenny Lin. Belakangan ini Fei Shuang sering menghibur Lin Qian dengan tingkah konyolnya.


Lin Qian masuk ke kamar Fei Shuang dan menguncinya dari dalam, Qiqi menceritakan semua pembicaraannya dengan Kenny Lin tadi, Lin Qian mencurahkan semua kesedihannya pada Fei Shuang.


"Goule jiejie, menurutku sekarang tak usah bersedih lagi, bukankah jiejie sudah mengetahui permasalahan yang di hadapi Kenny Gege?? lebih baik jiejie fokus pada Girlband kita, lagipula jiejie disini adalah leader kami tunjukkanlah pada kami sikap yang tegar dan jangan rapuh seperti ini" Fei Shuang mencoba membujuknya agar tak berlarut dalam kesedihan.


"Yang paling menyakitkan adalah kehilangannya Fei Shuang, dalam keadaan kami masih saling mencintai, tak ada pangeran yang berjuang menyelamatkan sang putri dalam kisah kami, yang ada hanya cinta bertepuk sebelah tangan sekarang" ucap Lin Qian.


"Tapi aku yakin Gege Kenny Lin benar-benar mencintaimu, dia hanya terjepit dalam situasi ini dan tak berdaya" Fei Shuang meyakinkan Lin Qian agar tak putus asa.


"Yaa dia memang tak berdaya sekarang dengan keadaan ini, tapi bedanya dia terjepit ditengah-tengah posisi yang nyaman, sedangkan aku di ujung jurang Fei Shuang" mencoba tak percaya.


Lin Qian menangis terus menerus hingga matanya bengkak, sebenarnya teman-teman Girl generation menangkap keganjilan yang terjadi pada leadernya semenjak di Kuta Bali sampai kembali ke Shanghai. tapi tak ada yang tahu permasalahan apa yang sebenarnya terjadi pada Lin Qian. Malam itu Lin Qian sampai tertidur di ranjang Fei Shuang.

__ADS_1


Keesokan harinya Kenny Lin mengirim sebuah pesan pada Lin Qian lewat aplikasi messenger di ponselnya.


"Hari ini jadwal operasi pencangkokkan tulang kaki Qiu Yanzhi, tuan He menginginkan aku pergi kesana" Kenny Lin.


Tak lama kemudian Qiqi membalasnya "Wah.. semoga operasinya berjalan dengan lancar, aku turut mendoakannya. Lalu bagaimana denganmu?? Apa kamu akan pergi kesana Gege??


Kenny Lin membacanya dan menghela nafasnya panjang, jemarinya kembali mengetik pesan balasan "Tak tahu, sepertinya tuan He punya kekuasaan atas diriku, dia bisa memerintahkan siapa pun untuk mengurus tiket keberangkatanku dan mengcancel semua jadwalku, tapi sebelum aku pergi aku ingin bertemu denganmu sebentar, tidak lama kok hanya sebentar saja sekadar salam perpisahan saja" Kenny Lin.


10 menit kemudian Lin Qian baru membalas pesannya "Duibuqi, tadi aku ada telpon dari manager Jisyo katanya boleh berjalan-jalan ke Mall"


Dengan antusias Kenny Lin membalas pesan "Hao ba laiba kita bertemu di Mall mana enaknya??"


Tak lama kemudian Lin Qian membalas "Aku tunggu kamu di IFC mall"


Kenny Lin membalas pesan terakhirnya "Hao ba aku memakai pakaian olahraga dengan jaket dan topi warna orange"


Lin Qian tersenyum geli membaca teks singkat dari Kenny Lin. Ia bisa membayangkan bagaimana aksi backstreet Kenny Lin sampai harus memakai pakaian olahraga di IFC mall nanti.


"Sedangkan aku memakai topi Lady Day" ucap Lin Qian pada pesannya.


Sesuai kesepakatan mereka bertemu di IFC mall dengan pakaian aneh dan menyamarkan wajah asli keduanya menggunakan make up. Mereka ingin memperlihatkan sikap seolah biasa-biasa saja tapi keduanya gagal. Wajah mereka tampak sendu walau sudah ditutupi dengan make up.

__ADS_1


__ADS_2