Fate Of Love

Fate Of Love
Part 34


__ADS_3

POV Hospital


Sore itu para member Boyband dan Girlband datang ke hospital menjenguk Qiu Yanzhi. Lin Qian pun ikut hadir di sana bersama grup Girlbandnya. Tuan Michael He tidak mau bicara banyak, manager Jun Syeok dan juga Kenny Lin yang lebih banyak berbicara dengan para tamu. Tatapan mata Tuan He tertuju pada salah satu seorang gadis yang datang diantara para rombongan dia adalah Lin Qian. Lama ia memperhatikan Lin Qian dengan tatapan sinisnya, sampai-sampai Lin Qian merasa risih dan takut dibuatnya.


Berbeda dengan Kenny Lin, dia tak berani melihat ataupun menoleh kearah Lin Qian. disisi lain Lin Qian menundukkan wajahnya seperti orang yang bersalah. Hanya sekitar 15 menit mereka berkunjung disana, manager Jisyo segera pergi dan berpamitan pulang dengan sang pasien dan kedua orang tua Yanzhi.


Ruangan Dokter Yin begitu sepi, hanya ada Tuan He dan juga Kenny Lin yang sedang menunggu kehadiran Dokter Yin.


"Jadi wanita itu yang diberitakan bersamamu??" tanya Tuan He menghamburkan kesunyian.


"Saya harap Tuan He tidak terhasyut oleh gosip murahan itu" jawab Kenny Lin mantap.


"Sudah lama saya jauh dari yang namanya gosip, tapi bukan berarti saya tak pernah di gosipkan Kenny Lin. Putri kami hanya satu yaitu Qiu Yanzhi. Dia anakku satu-satunya, banyak wanita yang ingin menjadi istri keduaku, setidaknya aku pernah melewati masa mudaku dengan baik. Keluargaku bahagia walau tak memiliki seorang putra, aku bisa merasakan mana yang namanya gosip dan kenyataan" ujar Tuan He.


Tuan Michael He sudah sangat berubah. Dulu dia sangat ramah sekarang menjadi sinis dan sering menekan orang lain. Setiap apa yang dia inginkan harus cepat terwujudkan. Sikapnya jadi pemarah dan over protektif terhadap putrinya.


"Saya tidak mau mendengar gosip semacam itu lagi, dengar!!" Kenny Lin hanya diam tak menjawab peringatannya.


"Nanti ketika Dokter Yin tiba kamu harus mendengarkannya dengan serius apapun yang dia bicarakan ingatkan saya jika suatu saat saya melupakan pembicaraan dari Dokter Yin paham!!" ujar Tuan He.

__ADS_1


"Hao ba Tuan" jawab singkat Kenny Lin. Tak lama kemudian Dokter Yin datang.


"Saya sudah melihat semua laporan medis Nona Yanzhi, hasil laboratorium telah keluar dan dapat dipastikan bahwa Nona Yanzhi menderita tumor otak" Dokter Yin menjelaskan semuanya dengan terperinci.


Hanya Kenny Lin yang paling menyimak semua yang disampaikan oleh Dokter Yin sedangkan Tuan He hanya terpaku tak percaya dengan apa yang diucapkan dokter tersebut.


"Tuan Michael He jangan terlalu bersedih, kita akan segera menjadwalkan operasi bedah saraf dengan dokter ahli" ujar Dokter Yin setelah menjelaskan.


Ketika berita ini dikabarkan kepada Nyonya He, Yanzhi sedang tertidur. Nyonya He mendengar kabar tersebut langsung menangis terisak-isak, ternyata putri kesayangannya harus menghadapi operasi lagi untuk yang kesekian kalinya. Penyakit tumor otak yang diderita Qiu Yanzhi ternyata sudah lama, tetapi tak ada seorang pun yang mengetahuinya, bahkan Yanzhi sendiri tak menyadarinya. Selama ini dia mengira kalau sakit kepalanya disebabkan terlalu stress dengan kuliahnya.


Tuan Michael He semakin over protektif terhadapKenny Lin. Tugas Kenny Lin hanya satu yaitu menghibur putrinya Qiu Yanzhi. Jadwal operasi akan dilaksanakan esok lusa, tapi tiba-tiba Yanzhi menolak untuk di operasi.


"Yanzhi kamu harus ingat dengan rencana pernikahan kita, kalau kamu tak mau dioperasi itu sama saja membiarkan tumor itu membunuhmu perlahan-lahan" ucap Kenny Lin.


"Tapi Gege..jika aku mau di operasi maka resikonya besar aku akan kehilangan ingatanku selamanya" jawab Qiu Yanzhi yang takut dengan hal tersebut.


"Biarlah kamu kehilangan ingatanmu asalkan kamu tetap bjsa hidup normal, aku akan tetap mengurusmu, bukankah selama ini aku sudah cukup baik melayanimu??" Kenny Lin mencoba membujuk secara halus.


"Aku percaya padamu Kenny Gege, tapi mana mungkin aku tega membiarkanmu menjadi pelayanku seumur hidupmu" sambil menghembuskan nafas perlahan "Justru aku yang ingin melayanimu"

__ADS_1


"Ingatlah dengan Fuqin dan Muqin, mereka hanya memilikimu bagaimana bisa kamu tak mau diobati??" bujuk Kenny Lin.


Mendengar kata Fuqin dan Muqinnya Qiu Yanzhi menangis lagi sejadi-jadinya. Kedua orang tua Qiu Yanzhi sudah berubah semenjak kecelakaan yang menimpa dirinya, sikap mereka menjadi dingin dan juga pendiam.


"Kamu harus selalu berusaha Yanzhi, kamu harus bisa berjuang agar tetap hidup, untuk tetap melihat senyuman di wajah kedua orang tuamu!!" Kenny Lin tetap berusaha membujuknya akhirnya Qiu Yanzhi mau menuruti perkataan dirinya untuk menjalani operasi.


Pihak hospital dan tim dokter telah mendiskusikan penyakit tumor otak yang diderita Qiu Yanzhi. Ternyata itu bukan hanya sekedar tumor otak tapi sudah menjadi kanker yang sangat ganas. Mungkin akibat benturan yang keras, sehingga ada gumpalan darah beku yang memicu tumor menjadi kanker. Setelah didiskusikan bersama, akhirnya Tuan He memutuskan untuk memindahkan operasi Qiu Yanzhi ke negara lain yaitu Korea. Disana mungkin dokternya memiliki cara yang efektif agar Yanzhi bisa sembuh.


Sementara di sisi lain sakitnya Qiu Yanzhi makin menjadi-jadi, ketika sakit kepalanya kambuh ia memukul semua orang yang ada disampingnya termasuk orang tuanya. Dokter memutuskan menyuntikkan obat penenang setiap kali Yanzhi kambuh sakitnya. Tuan dan Nyonya He sangat putus asa, hanya Kenny Lin yang bisa mereka andalkan. Semua kejadian ini sangat membelenggu Kenny Lin, segala macam jadwal Boybandnya terpaksa harus ia abaikan demi mengurusi Yanzhi, tentunya dengan kekuasaan yang dimiliki tuan Michael He dia tak akan bisa membantahnya semua kendali ada apa ayahnya Yanzhi.


Semua persiapan sudah diselesaikan, besok mereka semua akan terbang ke Korea bersama. Kenny Lin diikut sertakan dalam perjalanan ini untuk menemani Qiu Yanzhi.


"Kenny Lin kamu pun harus ikut bersama kami ke Korea, sekarang persiapkan segalanya yang ingin kamu bawa kesana" ujar Tuan He.


"Hao ba tuan saya permisi" Kenny Lin begitu lega keluar dari ruangan tersebut, ia memlersiapkan semuanya saat sudah tiba di penginapan yang ia sewa tak jauh dari hospital.


Kemudian beberapa menit saja barang bawaan Kenny Lin sudah siap, ia membaringkan tubuhnya di kasur dan mencoba melelapkan matanya, ia sangat lelah sekali. setiap hari harus melakukan aktifitas yang menguras otak dan tenaganya.


Setelah menjelang pagi Kenny Lin terbangun dari tidurnya karena tadi malam menyetel alarm sebelum tidur. ia bergegas membersihkan diri, sarapan seadanya dan berangkat ke hospital menghampiri keluarga Qiu Yanzhi untuk berangkat bersama ke Korea menggunakan pesawat pribadi milik Tuan Michael He. ia sangat takjub melihat Tuan Michael He ternyata benar-benar orang kaya apa pun yang Tuan He inginkan akan selalu ada, tapi di hati kecilnya Kenny Lin tak bahagia dengan hubungan ini, Kenny Lin merasa tertekan.

__ADS_1


__ADS_2