
Kedua pasutri ini akhirnya tertidur lelap setelah melakukan ritual malam tadi, Kenny Lin mendekap erat tubuh istrinya dengan kepala diposisikan menempel dibawah dagu istrinya seperti bayi yang menginginkan pelukan hangat dari ibunya untuk pengantar tidur, dielusnya rambut Kenny Lin oleh sang istri hingga tak terasa Lin Qian pun ikut tertidur pula.
POV Ini yang kedua kalinya.
Saat menjelang tengah malam tiba-tiba Kenny Lin terbangun, ia terkejut posisi tidurnya terasa ada yang mengganjal, ia menengok kebawah ternyata tangannya sedang menempel di dada sang istri pantas saja ia merasa aneh sejak tadi kenapa tangannya terasa memegang sesuatu yang kenyal, spontan terlintas diotak mesumnya, ia ingin menjahili istrinya lagi, akankah kejahilannya kali ini berbuntut pada hal yang berbau panas-panas.
"Qiqi...qiqi..." panggil Kenny Lin dengan nada serak basah sembari meremas dada tersebut.
"Heeemmm...." jawab Lin Qian dengan gumaman saja.
"Qiqi....slruupp..." Kenny Lin mencoba memainkan himalaya Lin Qian dijilatinya pucuk tersebut.
"Emm emm" Qiqi pun mengeluarkan keseksiannya.
Kenny Lin semakin tertantang mendengar suaranya, ia lakukan hal tersebut berkali-kali namun Lin Qian tak kunjung membuka matanya, tanpa berpikir panjang lagi ia masukkan senjatanya ke serabi lepit istrinya.
"Emm emm akh" desahnya, entah sadar ataupun tidak Lin Qian justru menikmati sentuhan demi sentuhan dari Kenny Lin, tubuhnya menggelinjang tak karuan sembari menggigit bibir bawahnya. Saat Lin Qian merasa ada yang keluar dari bawah sana ia langsung membuka mata lebar selebar-lebarnya, betapa terkejutnya dia ternyata sejak tadi dia mendesah akibat ulah suaminya, pantas saja rasanya seperti nyata.
"Akh Gege...ternyata sejak tadi kamu emm akh" Lin Qian melirik sekilas suaminya yang sedang menggoyangkan pinggul naik turun.
"Shi Qiqi sayang akh kamu bahkan terlena bukan dengan sentuhanku, kudengar kamu mendesah sejak tadi, awalnya aku hanya ingin menjahilimu, tapi suaramu sangat menggoda sekali jadi aku terpancing emm akh" jelas Kenny Lin dengan menggoyangkan tubuhnya.
"Gege kenapa punyamu lama sekali sedangkan milikku sudah keluar sejak tadi" tanya Lin Qian saat Kenny Lin masih menggempurnya di bawah sana.
"Entahlah sayang mungkin ronde kedua ini akan lama" ujar Kenny Lin memainkan himalaya istrinya.
"Qiqi apakah titik ini bisa memancing milikmu lagi" tanya Kenny Lin memainkan pelan-pelan pucuknya.
"Akh Shi Gege, jangan kamu mainkan aku tak kuasa lagi, akh emm akh" suaranya Lin Qian semakin lama semakin seksi dan menggoda birahi lawannya, tak hanya itu ternyata dibawah sana pun merespon tindakannya dengan menjepit erat.
__ADS_1
Kenny Lin memacunya lebih cepat, lagi dan lagi sampai gundukan himalaya milik Qiqi terpental-pental.
"Qiqi aku akan mengeluarkannya lagi" ucap Kenny Lin mencengkram kedua tangan istrinya untuk menyemangati pergumulan ini.
"Akh Qiqi akh sayang akh nikmatnya" erangan tak beraturan pun keluar dari mulut Kenny Lin, tak sampai 5 menit ia lalu mendapatkan pelepasannya.
"Xiexie sayang duibuqi jika besok pagi kamu tak bisa berjalan aku akan bertanggung jawab" ucap Kenny Lin merebahkan tubuhnya disamping istrinya.
"Kenapa bisa begitu Gege...bukankah aku hanya merasakan perih dan sakit saja disana, kenapa aku sampai tak bisa berjalan??" ucap Qiqi dengan polosnya.
"Jelas kamu belum tentu bisa berjalan dengan sempurna seperti biasanya, nanti kamu juga pasti tahu, sekarang mari kita tidur lagi ini masih jam 02.30 masih banyak waktu untuk kita beristirahat" ucap Kenny Lin menggiring istrinya untuk masuk kepelukan hangatnya.
"Zhen de ma Gege...hao besok kamu harus menggendongku jika benar aku tak bisa berjalan seperti biasanya" ucap Qiqi mendekap tubuh suaminya.
"Hao ba mei wenti, aku justru senang itu artinya aku bisa meminta imbalanku jika setiap hari aku harus menggendongmu" ucap Kenny Lin menggoda Qiqi menoel hidung mancungnya.
"Cuuup..." Kenny Lin mencium bibir manyunnya, istrinya ini begitu menggemaskan jika sedang merajuk.
"Gege..." Lin Qian memelototinya.
"Hahaha...kamu sangat imut sekali sayang hahaha..." tawa Kenny Lin pecah seketika.
"Hao le hao le kapan kita tidurnya lagi jika seperti ini" ucap Qiqi.
Akhirnya Lin Qian pun membalikkan badannya membelakangi Kenny Lin namun Kenny Lin justru memeluknya dari belakang. Qiqi membiarkan tangan suaminya melingkar di perutnya karena ia pun nyaman dengan posisi tidur seperti itu, tak menunggu lama mereka sudah tertidur lagi.
POV Pagi yang cerah
"Hoooamm...ini sudah jam berapa yaa" ujar Qiqi yang sudah bangun lebih dulu di bandingkan suaminya, saat ingin turun dari ranjang tiba-tiba tangan Kenny Lin menarik tangannya alhasil Qiqi jatuh tepat disamping bantal suaminya.
__ADS_1
"Gege ini sudah pagi aku ingin cepat mandi, dari semalam kan kita belum membersihkan diri" ucap Qiqi melepaskan genggaman tangannya.
Kenny Lin membuka matanya dengan lesu dan memberikan kode bahwa ia ingin morning kiss dari istrinya, sebelah tangannya menyentuh bibir istrinya lalu ke bibirnya.
"Ahh Gege kamu jorok sekali aku kan belum gosok gigi" ucap Qiqi menolak.
Tanpa menunggu lagi ditariknya tengkuk leher Qiqi di ciumnya bibir istrinya sekilas.
"Bereskan" ucap Kenny Lin melepas kecupannya.
Qiqi melongo dan tak berkedip sama sekali, "Gege..kamu nakal" ucap Qiqi tersenyum dan pipinya bersemu merah merona malu sekali dia, padahal ini bukan pertama kalinya Kenny Lin melakukan itu.
Lin Qian kemudian ingin beranjak berdiri lalu berjalan namun belum ada dua langkah ia terjatuh diatas lantai.
"Aww...sakit, perkiraanmu tidak meleset Gege...Gege cepatlah kemari aku ingin ke bathroom" suruh Qiqi melambaikan tangannya.
"Xixixi..apa kubilang kamu sih tak percaya, sini kugendong saja biar lebih cepat" ujar Kenny Lin sembari tertawa kecil melihat istrinya meringis kesakitan, lalu ia gendong istrinya ke bathroom.
"Hao xiexie wo de laogong baobei" ucap Qiqi mencium pipi suaminya saat sudah sampai didalam bathroom.
"Hao ba kamu keluar saja sana, aku akan mandi sendiri" ucap Qiqi mengusir suaminya.
"Meiyou aku ingin mandi bersamamu, aku pun sudah tak enak badannya lengket semua" ucap Kenny Lin menolak untuk pergi dari dalam sana.
"Gege kamu kan bisa nanti setelah aku selesai mandinya" ujar Qiqi masih kekeh mengusir suaminya.
Demi menghindari keributan Kenny Lin pun langsung membuka boxernya dan menggendong istrinya ke bath up, Qiqi pun terbengong bingung dengan apa yang suaminya lakukan, Qiqi sempat memberontak namun tak di hiraukan lagi.
"Huuustt...diamlah aku hanya ingin mandi bersama saja, sini mandi dulu kita" ajak Kenny Lin sudah di dalam bath up. Qiqi akhirnya mandi walaupun ia agak merasa risih dengan situasi yang ada, namun ia tak bisa berbuat apa-apa lagi, ia selesaikan saja ritual mandinya kali ini lebih cepat.
__ADS_1