Fate Of Love

Fate Of Love
Part 15


__ADS_3

Sesampainya di hospital dokter Wang Ziqi, Kenny Lin meminta pada Liu Yucha untuk menunggunya di parkiran saja, sedangkan dia akan segera menemui dokter Wang, padahal sebenarnya Lin Qian sudah menunggunya di taman belakang hospital. yah beginilah kisah romantis mereka yang sering terjadi di taman ini.


"Sudah lama menunggunya??" sapa Kenny Lin.


"Meiyou, aku juga baru sampai beberapa menit lalu" kata Lin Qian.


"Apa kamu sakit Qiqi?? sampai memakai jaket seperti ini??" Kenny Lin lalu menyentuh kening Qiqi, ia terkejut bukan main ternyata Lin Qian sedang sakit demam sekarang, dari tangan dan kening yang ia tempelkan dengan tangannya sudah tertebak pasti seluruh tubuhnya jg panas.


"Kenapa tidak langsung menemui dokter Wang saja dulu??" tanya Kenny Lin khawatir.


"Bu Gege...buyao, aku belum buat janji dengannya hari ini" Lin Qian menolaknya dengan halus dan memanja.


"Mungkinkah karena saat di kampung halamanmu malam itu kita hampir tertidur di taman bukit Qiqi. tubuhmu kurang kuat menahan angin malam di ruangan terbuka, maafkan aku Qiqi aku menyebabkan dirimu sakit seperti ini kamu juga pasti kelelahan kan dalam perjalanan ini" Kenny Lin mengkhawatirkan Lin Qian.


"Mei wenti Gege, jangan bersedih seperti itu ini juga salahku karena tidak bisa menjaga kesehatan diri sendiri saja" jawab Qiqi menenangkan Kenny Lin.


"Gege apa kamu yakin di taman ini tidak ada yang mengenali kita, aku sangat khawatir jika kita ketahuan banyak orang saja" Qiqi bertanya lagi.


" Sebenarnya tidak yakin, bagaimana kalau kita pergi saja dari sini, gunakan masker dan kacamata hitam ini aku sudah persiapkan sebelumnya untuk kita jaga-jaga" memberikan pada Qiqi, Kenny lalu memegang tangan Lin Qian.


"Gege kita mau kemana sekarang??" tanya Qiqi seperti orang bingung karena mereka masih berjalan terus.


"Sudahlah jangan banyak tanya, ikuti saja aku" Kenny Lin bergegas pergi dari taman itu sembari menggandeng tangan Qiqi dengan mesra, Lin Qian berjalan menunduk dan rambutnya di biarkan terurai dengan indah untuk menutupi wajahnya karena kacamata dan masker saja tidak cukup menurutnya. biasanya dia berpenampilan maching tapi kali ini dia berpenampilan biasa saja agar tidak banyak orang yang mengetahuinya yang sedang berkencan dengan Kenny Lin. mereka berdua memang kompak demi menjaga rahasia cintanya mereka berpenampilan biasa saja khalayaknya orang di jalanan nyaris banyak pasang mata yang tidak mengenali mereka.


"Kita mau kemana Gege??" Qiqi tak sabar ingin segera tahu kemana Kenny Lin akan menuntunnya pergi.

__ADS_1


"Sudahlah jangan banyak bertanya Qiqi sayang ikuti saja tidak ada susahnya kan kita ini mau ke surga" Kenny Lin mencari-cari ruangan sepi yang tidak ada orang disana. dia membuka-buka beberapa ruangan yang terlihat kosong. hospital ini memang cukup besar dan luas, akhirnya dia menemukan ruangan di pojok yang tertutup, ruangan itu persis di bawah tangga dengan penerangan yang redup sepertinya itu gudang tempat penyimpanan barang-barang rongsokan lalu Kenny Lin mengajaknya kesana.


"Gege...apa-apaan ini ruangan apa ini??" Qiqi kebingungan dibuatnya.


"Bukannya ini yang namanya sembunyi-sembunyi??" Kenny Lin tersenyum manis ke arah Lin Qian, senyuman ini yang membuat hati Qiqi tidak tahan melihatnya. jantungnya berdetak cepat seperti mau lepas.


"Disini benar-benar tidak ada wartawan, teman-teman, fans bahkan manusia, ruangan apa ini Oppa??" Lin Qian menoleh kanan kiri di sisi ruangan ini.


"Shi...anggap saja ini ruangan kita berdua, lihatlah kursi jelek ini adalah sofa aku bisa membuatnya menjadi tempat tidur, bak mandi ataupun lemari. lihatlah ini beberapa pisau dan gunting kamu dapat menggunakannya untuk memasak. heemm...aku ingin di buatkan mie biangbiang hasil masakanmu" dengan memperlihatkan wajahnya yang lucu dan konyol si Kenny Lin.


Lin Qian begitu bahagia, dia tertawa geli lihat aksi Kenny Lin yang semakin lama semakin kocak saja "Hao..kalau begitu lihatlah apa yang akan aku lakukan" Lin Qian mengambil pel bekas dan mengguntingnya lalu di letakkan diatas kotak alumunium yang sebenarnya untuk menyimpan alat-alat tajam.


"Ini mie biangbiang pesananmu sudah jadi" Qiqi menahan tawanya agar tidak sampai keluar karena melakukan aksi yang lebih konyol daripada Kenny Lin.


"Wow...mie biangbiang buatanmu sangat lezat Lin Qian maukah kamu menjadi juru masakku seumur hidupmu??" Kenny Lin memulai lagi aksinya yang mendebarkan hati Lin Qian.


"Tapi...bagaimana dengan mie biangbiang ini, ini lezat sekali" Kenny Lin terus saja menggoda Qiqi.


Lin Qian tidak tahan dengan candaan manis Kenny Lin, sambil tersenyum jari jemarinya menyentuh pipi Kenny "Tapi kamu tidak menyukainya, kamu hanya berpura-pura untuk menyenangkan hatiku saja" Qiqi menjelaskan.


"Aku benar-benar menyukainya, ini lezat sekali" Kenny Lin masih terus berusaha meyakinkan Lin Qian.


Lalu Qiqi mengatakan "Kamu tidak menyukainya"


Kenny Lin bertanya "Kamu tahu dari mana kalau aku tidak suka dengan masakanmu??"

__ADS_1


Lin Qian langsung tertawa "Karena Gege tidak memakannya" Kenny Lin hanya tersenyum nyengir mendengar candaan Lin Qian barusan. sambil berfikir mencari jalan keluar agar bisa membalas kenakalan Qiqi.


Tapi akhirnya dia menyerah "Hao ba... ini hanya permainan saja Qiqi, aku tidak mungkin memakannya". jelas saja tidak mau memakannya mana ada mie biangbiang dari alat pel lantai heemm...


Lin Qian senang karena dalam permainan ini dialah pemenangnya. Kenny Lin merangkulkan tangannya di bahu Lin Qian, tanpa disadari olehnya tiba-tiba Kenny Lin mencium pipi Qiqi "Ahh...kamu nakal Gege" Qiqi memukul dada Kenny Lin dengan manja.


"Lin Qian apa yang membuatmu menyukaiku heemm...??" tanya Kenny Lin masih dalam posisinya dan menatap mata Lin Qian lebih dalam mencari kebenaran atas cintanya.


"Ju ni suo zhi Gege!!" Lin Qian tidak langsung menjawab malah balik bertanya dengan Kenny Lin.


"Hei... aku bertanya padamu kenapa kamu malah menanyaiku balik" kata Kenny Lin bingung dengan pertanyaannya.


"Kamu tahu dari mana Kenny Gege kalau aku suka padamu??" Lin Qian malu membicarakannya mengapa dia bisa menyukai Kenny Lin.


"Jadi kamu tidak menyukaiku?? bukankah kita sama-sama saling suka Qiqiku sayang" Kenny Lin mulai kesal dengan pertanyaan tak jelas dari Qiqi yang seolah-olah tak menyukainya.


"Aku hanya bercanda, hao ba...boleh tidak kita tidak membahas lagi hal-hal sejarah bagaimana aku menyukaimu, aku senang bila bersamamu itu saja mungkin karena kamu orangnya lucu, bijak dan perhatian" pinta Qiqi.


Kenny Lin mendengarnya seolah-olah penasaran "Dan kamu sempat menciumku, itu ciuman pertamaku yang kamu ambil dengan seenaknya saja" Kenny Lin melihat bayangan ciuman panasnya di atas bukit taman kota malam itu.


Secara spontan pula Kenny Lin mulai nervous "Heemm...tapi kamulah yang lebih dulu menciumku jadi aku hanya membalasnya saja kan kamu yang menarik kerah bajuku waktu itu, sebenarnya aku belum pernah mencium wanita seperti itu, kamu wanita pertama yang aku berikan ciuman pertamaku juga" Kenny Lin membual.


Lin Qian tidak percaya dengan ucapan Kenny Lin, tidak mungkin dia tidak pernah berciuman dengan wanita sebelumnya. tapi yaa sudahlah Qiqi tak menghiraukan lagi "Gege hari ini menyenangkan sekali yaa..." ujar Lin Qian.


"Shi...tapi panas sekali gudang ini "sahut Kenny Lin.

__ADS_1


"Shi...walaupun kita di dalam gudang, kamu tahu Oppa bagiku hari ini hari yang membahagiakan karena hari ini kencan sembunyi-sembunyi kita" Lin Qian tertawa sembari menggandeng tangan Kenny Lin dengan erat. begitu pun dengan Kenny walaupun di dalam gudang hospital yang panas dan sempit mereka dapat tertawa bersama dengan bebas dan lepas tanpa beban sedikitpun.


__ADS_2