Fate Of Love

Fate Of Love
Part 42


__ADS_3

"Duibuqi cuoguo, apakah jalan ini benar rutenya??" tanya driver taksi pada para penumpangnya.


"Shi...betul, nanti akan saya beritahu jika sudah masuk kearea pedesaan" kata Lin Qian.


Tak menunggu lama mereka berdua sudah sampai di halaman rumah milik orang tua Lin Qian lalu mereka turun dari taksi sembari membayar argo pada driver.


"Ma...Ma...Jiejie sudah tiba" ucap Celine berteriak memanggil-manggil ibunya.


"Zhen de ma Celine, suruh mereka masuk ibu sedang masak didapur dan jemputlah Fuqinmu di kebun" ucap nyonya Han Yuan pada putri keduanya.


"Shi...Mama" ucap Celine meng-iyakan.


"Jiejie cepatlah masuk dan temui Mama di dapur, aku akan mengantarkan Gege ini dulu kekamar tamu" ucap Celine sopan.


"Hao...hao le, Gege kamu akan diantar wo de meimei ke kamar tamu, beristirahatlah dulu" ucap Lin Qian.


"Shi Qiqi...duibuqi meimei aku merepotkanmu" ucap Kenny Lin membungkukkan sebagian badannya.


"Meiyou Gege..ini sudah seharusnya aku lakukan, baru kali ini rumah kami didatangi teman Jiejie" ucap Celine jujur.


Dalam hati Kenny Lin "Jadi akulah orang pertama yang dibawa Lin Qian kemari, hheeem...senang sekali rasanya"


Celine melihat gelagat aneh pada Kenny Lin kok dia senyum-senyum tidak jelas seperti itu.


"Gege qi laiba" ajak Celine tak ambil pusing.


Beberapa menit kemudian Celine sudah kembali dari kebun menjemput ayahnya dan menyuruh ayahnya pergi mandi membersihkan badannya yang kotor selepas berkebun.


"Baba ini handukmu sana cepatlah mandi kata Mama kita akan makan bersama dengan Jiejie Qiqi dan juga temannya" ucap Celine mendorong ayahnya ke kamar mandi.


"Mama...apa yang belum selesai" ucap Celine menuju dapur.


"Shenme dou meiyou Celine, semua sudah di persiapkan Jiejiemu, sekarang lebih baik kamu membersihkan diri saja" ujar nyonya Han Yuan.


"Hao...aku mandi dulu kalau begitu" ucap Celine.

__ADS_1


"Qiqi sayang lebih baik kamu juga membersihkan diri dulu lagipula kamu pasti lelah diperjalanan tadi, sana" ujar nyonya Han Yuan.


"Hao...Maa" jawab Lin Qian.


Sembari menunggu Celine adiknya selesai mandi Lin Qian membereskan pakaian yang ada didalam koper. setelah itu ia pergi mandi agar terasa segar saat makan bersama keluarganya.


Nyonya Han Yuan selesai membersihkan dapur kemudian ia pun membersihkan tubuhnya juga menyusul anak-anaknya yang juga sudah selesai mandi, tak menunggu lama nyonya Han Yuan memanggil semua anggota keluarganya untuk pergi ke ruang tengah makan bersama.


"Qiqi sana panggil dulu temanmu tadi untuk makan bersama kita disini" ujar nyonya Han Yuan pada putrinya.


"Hao...Maa" jawab Lin Qian.


Lin Qian berjalan mendekati pintu kamar tamu dan kebetulan juga Kenny Lin ingin keluar kamar.


" Eemmm...Gege mari kita makan bersama dulu dengan keluargaku, setelah itu kita bicarakan urusan kita yang belum tersampaikan pada mereka, bukankah lebih cepat lebih baik" ucap Lin Qian.


"Hao laiba..." Kenny Lin mengikuti saran Qiqi dan berjalan mengekor di belakang kekasihnya.


"Mari nak kita makan dulu, makanannya sudah siap semua" nyonya Han Yuan mempersilahkan tamunya untuk bergabung.


"Buyao panggil saya seperti itu panggil saja Mama sama seperti Qiqi biar terlihat nyaman, mari duduk dulu" suruh ibunya Qiqi.


"Shi Ma..Mamaa" kemudian Kenny Lin duduk.


"Gege apa yang ingin kamu makan, yang mana tunjukkan saja biar aku ambilkan" ucap Qiqi ingin melayani.


"Meiyou...biar aku sendiri saja" tolak Kenny Lin.


"Hao...haoba" Qiqi lalu mundur dan duduk lagi, ia pikir mungkin Kenny Lin tak enak hati jika dilayani olehnya.


"Hao...mari kita mulai saja" mereka semua memulai makannya tanpa ada yang bersuara.


Setelah beberapa menit kemudian mereka sudah selesai, kini ayah dan Kenny Lin serta kakeknya Qiqi duduk santai di ruang keluarga sedangkan Qiqi membantu ibunya bersama Celine membersihkan ruang makan.


"Siapa namamu anak muda??" tanya ayah Qiqi.

__ADS_1


"Kenny Lin" jawabnya singkat.


"Lalu ada perlu apa kiranya kamu kemari bersama putriku??" tanyanya lagi.


"Begini Ba...saya ingin menikahi putri anda karena kami saling mencintai dan saya ingin melanjutkan hubungan kami ke jenjang yang lebih serius, saya sudah bertanya dengan putri anda dan dia menyetujui asal saya mau memintanya langsung pada kedua orang tuanya" ujar Kenny Lin.


"Sejak kapan kalian berhubungan setahu ku putriku Qiqi tak pernah berbicara kekasihnya itu siapa karena dia tak pernah berpacaran sebelumnya" tanyanya.


"Sejak awal dia bekerja di perusahaan, diam-dian aku menyukainya hanya saja aku tak berani mendekatinya, baru beberapa minggu ini aku beranikan diri tepatnya memantapkan pilihanku pada putri anda Lin Qian" ungkap Kenny Lin walau tak semua penjelasannya itu benar adanya karena tak mungkin ia memberitahukan yang sebenarnya terjadi sebelum ini.


"Heeemm...Baba terserah pada Qiqi saja, jika dia senang dan bahagia dengan pilihannya kami pun sebagai orang tua hanya mendukungnya dan merestuinya, kebahagiaannya kado terindah bagi kami" ucap ayah Lin Qian.


Lin Qian tiba di ruangan keluarga setelah sebelumnya ia menguping pembicaraan mereka dari balik pintu kamar, ia sudah tahu semuanya, semua yang dibicarakan ayahnya dan juga Kenny Lin, ia sangat senang ternyata respon ayahnya baik sekali, rasa sayangnya pada keluarga kini semakin bertambah.


"Baba...ini kopimu minumlah selagi hangat, dan ini untukmu Gege" Lin Qian membawakan minuman serta camilan yang sudah di siapkan ibunya.


"Qiqi...dimana Mamamu, cepat panggil suruh datang kemari menemani Baba " kata tuan Denglun ayah Lin Qian.


"Shi Baa...aku akan memanggilnya dulu" ucap Qiqi lalu pergi begitu saja.


"Maa...Maa, Baba ingin Mama menemaninya sekarang di depan bersama Gege, Baba bilang ini penting" ucap Lin Qian setelah menemukan ibunya.


"Hao...Qi laiba" nyonya Han Yuan mengajak putrinya.


"Wo de qizi qi laiba temani aku" suruh tuan Denglun.


"Wo de qizi anak muda ini meminta putri kita untuk menjadi pendamping hidupnya bagaimana menurutmu??" tanya Tuan Denglun.


"Mama terserah Qiqi saja, apapun yang Qiqi pilih selagi itu baik untuknya akan Mama dukung, lalu kiranya kapan kalian akan meresmikannya?? apa perlu kami temani atau hanya membuat surat nikah saja??" nyonya Han Yuan bertanya sembari duduk disamping suaminya.


"Maa...Qiqi hanya ingin acaranya sederhana saja mengumpulkan keluarga inti setelah kami mendapatkan surat-suratnya dari kantor catatan sipil, menurut Mama apa itu bagus??" tanya Lin Qian.


"Hao...meiguanxi sayang, itu jauh lebih bagus, kalau begitu Mama mau tanya apakah nak Kenny Lin masih memiliki orang tua??" tanya nyonya Han Yuan.


"Emmm...zhiyou wo Mama, nanti akan saya hubungi" ucap Kenny Lin singkat.

__ADS_1


__ADS_2