
Setelah beberapa menit berada di perjalanan sekarang saatnya Lin Qian dan Kenny Lin turun dari mobil taksi. mereka menurunkan kopernya lalu bertanya pada sang sopir.
"Xiansheng...berapa argo yang harus kami bayar" tanya Kenny Lin pada si sopir.
"14rmb Gege..." jawab si sopir.
"Hao...zhe..." ucap Kenny Lin menyerahkan uang taksinya.
"Xiexie Gege...darao yixia Gege...Cuoguo" ucap si sopir setelah menerima upahnya.
Setelah itu mereka berdua menarik koper masing-masing dan berjalan menuju kedalam pesawat sesuai yang mereka pesan sebelumnya lewat online, Kenny Lin meletakkan kopernya ke atas bagasi pesawat. lalu ia duduk di samping istrinya.
"Qiqi lebih baik kita beristirahat saja" ajak Kenny Lin menuntun kepala Qiqi untuk menyandarkan dibahunya sebagai pengganti bantal.
"Hao Gege..." Lin Qian menurut saja apa kata suaminya.
Kenny Lin lalu ikut tidur menyusul Lin Qian ke alam mimpi tak lupa sebelumnya ia menyelimuti tubuh mereka karena ruang pesawat tersebut terasa dingin sekali akibat AC yang dihidupkan.
Beberapa jam kemudian sang pramugari memberitahukan kepada seluruh penumpang bahwasanya mereka sebentar lagi akan mendarat agar para penumpang bersiap-siap terlebih dulu.
"Darao yixia Xiansheng, Cuoguo, mohon segera bangun karena sebentar lagi kita akan landing yaa" ucap sang pramugari lembut, menghampiri kursi penumpang yang di tumpangi Kenny Lin dan Qiqi.
"Zhen de...oh hao hao...Xiexie" ucap Kenny Lin membuka matanya kemudian membangunkan Qiqi disampingnya.
"Baobei.. baobei.. Qilai ba kita akan landing Qiqi" ucap Kenny Lin lalu melipat selimut yang sempat mereka pakai untuk penghangat tubuh.
"Zhen de ma Gege...Hoooaaamm..." ucap Qiqi sembari menutupi uapannya dengan tangannya.
__ADS_1
"Shi Baobei, Qilai ba" ucap Kenny Lin meyakinkan istrinya.
"Hao hao..." ucap Qiqi mengambil kaca bedaknya dan melihat di kaca tersebut lalu membersihkan kotoran dari matanya (kalo kita bilang itu belek yaa), kemudian ia memoleskan bedak ke wajahnya tipis-tipis saja sebelum ia dan Kenny Lin turun dari pesawat, tak lupa ia oleskan pula lip glaze dibibirnya agar terlihat basah.
Saat Qiqi mengoleskan lip glaze pada bibirnya tiba-tiba Kenny Lin menyambar bibir mungilnya, sontak saja Qiqi melotot keheranan tak habis pikir olehnya bisa-bisanya dia mencuri kesempatan disaat seperti itu.
"Ummm..." suara Qiqi yang tertahan akibat bungkaman Kenny Lin.
Setelah dirasa cukup Kenny Lin melepaskannya, namun belum sempat ia kembali duduk di kursinya tiba-tiba pula Qiqi merespon balik sambaran tersebut.
"Ummm muuaachh" Qiqi menarik tengkuk leher suaminya tiba-tiba kemudian Lin Qian tertawa kecil melihat mulut Kenny Lin yang tertanda merah dari bekas Lip glazenya.
"Heiii...Qiqi, bukankah tadi kamu sempat menolakku, kenapa kamu meresponnya lagi??" tanya Kenny Lin heran.
"Shi...memangnya hanya kamu saja yang bisa melakukannya dengan tiba-tiba aku pun bisa, lihatlah dirimu seperti badut hahaha..." tawa Qiqi pecah.
"You ni jueding, aku tak takut hehe..." ucap Qiqi memeluk lengan kiri suaminya.
"Hao hao...Qiqi baobei...rasanya aku ingin sekali mengunjungi teman-teman kita di asrama aku merindukan mereka kali ini, bagaimana jika kita mengabari mereka saja bahwa kita akan bermain kesana sebentar" ucap Kenny Lin menuangkan fikirannya.
"Hao hao Gege...tak hanya kamu aku pun sudah rindu pada Yuxie Yun dan Fei Shuang, selama ini aku terlalu sibuk dan tak pernah mengabari mereka lagi" ucap Qiqi memanyunkan bibirnya, lagi-lagi Kenny Lin mengecupnya sekilas.
"Ihh Gege malu sekali aku dilihat orang" ucap Qiqi mencubit pinggang Kenny Lin.
"Aww aww sakit Qiqi baobei, biarkan saja toh kita ini sudah menikah, biarkan saja orang lain melihatnya, aku tak peduli pada hal tersebut" ucap Kenny Lin.
Lin Qian tersenyum ternyata Kenny Lin tak ingin menyembunyikan kemesraan mereka dimanapun ia berada. Qiqi kemudian mengambil ponsel lalu memotretnya asal, kemudian foto tersebut ia jadikan wallpaper ponselnya.
__ADS_1
"Hei hei kenapa tak memberi aba-aba padaku dulu aku tak memiliki gaya di foto itu" ucap Kenny Lin pada Qiqi.
"Jadi kamu berfoto lagi, pikirku tadi itu sudah natural tanpa rencana, Goule kita ambil lagi" ucap Qiqi mengambil ponselnya "Yi...Er...San" ia menghitung mundur waktunya.
"Kirimkan padaku aku pun ingin menjadikannya wallpaper di ponselku biar kita ini terlihat sehati" ucap Kenny Lin
"Ternyata kamu narsisi juga Gege hahaha...hao ba" ucap Qiqi lalu mengirimkan foto tersebut ke ponsel suaminya.
"Gege...kapan kita akan mengunjungi mereka di asrama" tanya Qiqi sembari bermain ponsel.
"Besok saja atau mungkin lusa, kita istirahat dulu, bagaimana??" ucap Kenny Lin menawarkan.
"Hao hao..." ucap Qiqi singkat.
Beberapa menit kemudian pesawat sudah landing, kemudian dua sejoli ini turun dari sana, Kenny Lin sebelumnya sudah mengirim pesan pada Liu Yucha bahwa dia sudah berangkat kembali ke kota dan sedang dalam perjalanan menggunakan pesawat.
Kenny Lin mengajak Lin Qian duduk di depan bandara menunggu jemputan dari Liu Yucha, ketika mereka asyik mengobrol tiba-tiba datanglah Yunhaoming paman Kenny Lin, sebenarnya Yunhaoming bukanlah paman kandungnya dia adalah teman masa kecil ibunya, paman Yunhaoming selalu menemani Kenny Lin sejak ia masih kecil, paman Yunhaoming lah saksi hidup perjalanan cinta ibunya dengan ayahnya yang tidak ia ketahui selama ini siapakah ayahnya itu.
"Hei kamu...kenapa sampai ada disini?? dari mana saja kamu Kenny Lin?? apakah kamu sudah tak merindukan pamanmu ini hah?? dan siapa gadis ini apakah dia pacarmu bukankah waktu itu bukan wanita ini yang kamu temui di cafeku??" tanya Yunhaoming dengan berbagai pertanyaan yang sulit bagi Kenny Lin unyuk langsung menjawabnya.
"Hhuuusst...paman bisakah kamu diam sebentar, duduklah dulu, pertanyaanmu mana yang ingin cepat kujawab lebih dulu??" tanya Kenny Lin sembari menuntun pamannya untuk duduk di kursi yang sudah disediakan oleh pihak bandara.
"Hao hao...duibuqi Kenny Lin, aku sangat exited bertemu denganmu disini" ucap si paman.
"Hao...dengarkan aku baik-baik paman agar paman tidak banyak bertanya lagi maka simaklah ceritaku ini, dan oh yaa untuk pertanyaan yang ketiga aku akan langsung menjawabnya, aku sangat merindukanmu paman lamaaaaa sekali aku tak mengunjungimu dirimu, aku sedang sibuk selama ini, jadi duibuqi paman lain kali aku akan sering-sering melihatmu, jangan lupa setiap aku datang kamu harus memberikan makanan kesukaanku bagaimana?? apakah kamu setuju??" kini justru Kenny Lin yang mendominasi obrolan mereka, Lin Qian hanya bisa menyimaknya saja disamping suaminya sembari bermain ponsel.
"Hao le paman setuju" ucap Yunhaoming sembari menautkan jari kelingkingnya dengan jari Kenny Lin.
__ADS_1
"i'm promise to you" ucap si paman berlagak berbahasa inggris.