
"Qiu Yanzhi menginginkan pesta yang sederhana dan sepi, Dia butuh ketenangan setelah menjalani operasi yang cukup menguras kekuatannya. Maka dari itu, dia ingin pesta pernikahannya hanya berdua denganmu di Bali. Kami akan menyusul kesana, perkiraan tamu yang hadir hanya 10 orang saja dan itu keluarga inti kita. Kamu bisa mengajak keluargamu jika berkenan hadir disana" Tuan He menjelaskan dengan rinci semua agenda yang akan mereka lakukan sesuai keinginan putrinya.
Usai pembicaraan tersebut, mereka mempersilahkan Kenny Lin berjalan-jalan dengan Qiu Yanzhi ditaman kediamannya. Sekaligus melatih tulang kakinya yang masih belum kuat untuk berjalan dan membutuhkan alat bantu untuk menopang tubuhnya. Dengan sabar Kenny Lin membimbing dan menuntunnya berjalan, ternyata Qiu Yanzhi belum tahu sedikit pun kabar berita yang sudah ramai di luar tentang adanya hubungan diam-diam antara Kenny Lin dan Lin Qian.
"Apa kamu tak merindukanku Kenny Gege??" tanya Yanzhi yang polos disela-sela keheningan.
"Yaa tentu saja selepas aku melamarmu waktu itu aku selalu memikirkanmu" ujar Kenny Lin yang agak kebingungan.
"Walaupun menjalani operasi yang sangat berat tapi aku sangat bahagia bisa bersamamu" Qiu Yanzhi memeluk tubuh Kenny Lin dengan tiba-tiba saat ia dituntun untuk belajar berjalan bersama Kenny Lin.
"Jika dengan adanya kejadian ini membuatmu mencintaiku, maka aku bersyukur dengan kecelakaan yang terjadi" ucap Yanzhi sembarangan.
"Jangan bicara sembarangan Yanzhi jangan ucapkan hal itu lagi di hadapanku" pinta Kenny Lin menutup mulut Yanzhi dengan satu jarinya.
Qiu Yanzhi tertawa lepas melihat reaksi Kenny Lin yang semakin lama semakin menempel padanya "Apakah Gege mau lihat gaun pesta pernikahan kita aku sudah mempersiapkannya sejak lama??" ucap Yanzhi sembari mendongak keatas menatap wajah Kenny Lin.
"Dangran" jawab Kenny Lin singkat.
"Hao ba, laiba gendong aku kekamar" pinta Qiu Yanzhi.
"Kamu harus belajar berjalan, aku akan membantumu, ayolah sedikit lebih bersemangat, bukankah kita akan menyambut hari bahagia kita, kamu harus belajar sedikit demi sedikit menapakkan kakimu agar terbiasa berjalan lagi, biar cepat sembuh lho" Kenny Lin menyemangatinya.
__ADS_1
"Tapi aku sudah tidak kuat lagi Gege" Yanzhi menunjukkan wajah lelahnya.
"Laiba Yanzhi kan ada aku disampingmu!!" pinta Kenny Lin agar Yanzhi mau mengikuti arahannya.
"Hao ba hao ba, tapi kamu jangan jauh-jauh dariku walau satu centi pun!!" pinta Qiu Yanzhi padanya.
"Tenanglah kamu bisa mengandalkanku" ujarnya.
Akhirnya Yanzhi berjalan sampai kekamarnya, dengan antusias Yanzhi ingin memperlihatkan gaun pengantinnya, tapi gaun itu tak ada di tempat yang semestinya, ternyata Nyonya He sudah memindahkan gaun tersebut ketempat lain tanpa memberitahu putrinya.
Qiu Yanzhi kaget dan panik dengan hal ini, dia bingung lalu mencari-cari serta mengingat-ingat diletakkan dimana gaunnya "Muqin, Muqin" Qiu Yanzhi memanggil ibunya, dengan segera Nyonya He datang kekamar putrinya.
Sambil tersenyum Nyonya He menjawab "Gaunmu sudah Muqin letakkan dalam koper sayang, apa kamu mau mencobanya lagi?? biar Muqin keluarkan lagi??" mata Nyonya He tak henti menatap putrinya.
"Tentu saja Muqin, aku ingin memperlihatkannya pada Kenny Gege" ucap Yanzhi dengan bersemangat.
Qiu Yanzhi dituntun oleh Kenny Lin untuk duduk diatas sofa sambil menunggu Nyonya He mencarikan sendiri gaun pesta putrinya yang sudah ia simpan didalam koper. Sebuah gaun seloyor warna putih dikeluarkan dari tempatnya.
Sambil menunggu ibunya kembali ke kamarnya, kini kepala Qiu Yanzhi terasa berat dan pusing sekali. Pandangan matanya seakan-akan kabur dan semua benda di kamarnya seolah-olah menjadi melayang dalam penglihatannya. Disaat pandangan matanya mulai samar-samar ia belajar bangkit dan ingin berjalan mendekati ibunya untuk mengambil gaun yang sudah ditemukan oleh Nyonya He karena terlalu bersemangat Yanzhi terjatuh saat akan berjalan. Kepalanya membentur ujung ranjang tidurnya akhirnya dia berteriak histeris. Meraung dan menangis tidak karuan yang ada dalam ucapannya hanya kata 'sakit'.
Sontak membuat Kenny Lin dan Nyonya He kaget dan panik, suara teriakan Yanzhi sampai ke telinga ayahnya, beberapa menit kemudian ayahnya datang dan menyuruh Kenny Lin membawa putrinya ke hospital dengan digendong menuju garasi mobil di kediamannya, setelah beberapa saat perjalanan Tuan He memanggil dokter specialis yang sudah sering mengurus Yanzhi selama menjalani perawatan jalan.
__ADS_1
Didalam rumah sakit Qiu Yanzhi meraung kesakitan tak karuan. Kepalanya sakit sekali seperti tidak bisa diredakan oleh apapun sampai-sampai Yanzhi menjambak seluruh rambut kepalanya hingga beberapa rambutnya rontok akibat ulahnya. Dia memberontak di suntik oleh dokter Yin, tangan dan kakinya terlalu lemah untuk memberontak melawan kekuatan para suster yang memegangnya.
Dokter Yin akhirnya menyuntikkan obat penenang agar Yanzhi beristirahat sejenak. Tuan dan Nyonya He benar-benar bingung dengan apa yang terjadi. Kenny Lin sejak tadi sudah masuk kedalam ruang ICU membantu dokter Yin dan para perawat memegangi tangan Qiu Yanzhi yang terus melawan.
Tuan dan Nyonya He dipersilahkan masuk ke ruangan oleh dokter Yin, tapi mereka tak berani dan tak sanggup melihat putrinya yang terus kesakitan. Berjam-jam mereka berdua diam tanpa kata hanya memandang putrinya dari kaca ruang ICU tersebut. Sampai akhirnya datang dokter Yin menghampiri mereka keluar ruangan setelah menangani amukan Yanzhi.
Mereka berdua diminta untuk selalu bersabar menghadapi putrinya. Dalam waktu seminggu ini, dokter Yin memastikan sudah ada hasil yang valid tentang penyakit yang sebenarnya diderita putri mereka. Rencana pernikahan Yanzhi ditunda kembali untuk waktu yang belum bisa dipastikan.
Lama Qiu Yanzhi tertidur sampai ia mengigau dalam tidurnya "Kenny Gege..Kenny Gege.." sekitar 5 jam Qiu Yanzhi baru bisa sadar, Nyonya He yang melihat langsung memeluk putri kesayangannya.
"Duibuqi..fuqin, fuqin ini siapa kenapa memelukku??" tanya Yanzhi pada Nyonya He, semua orang bingung dengan situasi tersebut.
"Yanzhi ini fuqin sayang apa kamu tak mengingatnya??" jawab Nyonya He.
Dengan wajah yang bingung lalu berubah sedih dan menangis "Fuqin, kenapa aku tidak mengenalimu lagi" Qiu Yanzhi memeluk ibunya dan menangis tersedu-sedu.
Tak lama kemudian Yanzhi menoleh pada Kenny Lin "Anda siapa??" Kenny Lin hanya diam tak menjawab.
Qiu Yanzhi memalingkan wajahnya ke arah Tuan Michael He, diperhatikannya wajah ayahnya dengan sangat lama, kemudian dia tetap saja tak mengenalinya. Menurut pandangan matanya semua orang seperti boneka yang berjalan mendekatinya.
Berita tentang sakitnya Qiu Yanzhi kali ini begitu sangat ramai. Banyak media yang membicarakannya, seluruh personil Boyband Girlband dan pengurus perusahaan sering berkunjung dan memberikan dorongan semangat untuk Qiu Yanzhi agar lekas sembuh. Jika penyakitnya tak kambuh Yanzhi tampak sangat sehat. Tapi bila penyakitnya kambuh dia akan menjerit-jerit dan memberontak.
__ADS_1