
POV BBQ Kediaman Tuan Michael He
Beberapa hari kemudian CEO perusahaan mengabarkan bahwa Tuan Michael He mengundang seluruh agensi beserta para member untuk menghadiri acara BBQ di kediamannya malam ini, ada yang berbeda dengan acara BBQ kali ini biasanya diadakan di kediaman CEO tapi sekarang berpindah ke kediaman Tuan Michael He.
CEO memberikan pengarahan pada semua orang yang hadir "Malam ini saya sengaja mengajak kalian kumpul di rumah Tuan Michael He, ini semua atas permintaan beliau sendiri dan juga istrinya"
"Kita semua sudah tahu atas apa yang baru saja menimpa keluarga Tuan He, rumah ini sudah sangat padat dengan kesedihan, atas permintaan beliau malam ini kita adakan BBQ di rumah ini untuk kita isi dengan canda tawa kita bersama, Qianbei...untuk kita semua" CEO memulai gelas pertamanya dilanjutkan dengan lainnya.
"Qianbei...Qianbei...Qianbei..." suara kompak pun terdengar di tempat ini. mereka semua meminum minuman dari gelas masing-masing dengan diiringi bunyi dentingan gelas menandakan bersulang.
Nyonya He tampak semakin tua dengan penderitaannya sedangkan Tuan He tak ada disana bersamanya, dimana dia?? Kenny Lin mencarinya diantara para undangan yang hadir.
"Qianbei...untuk Kenny Gege dan Jiejie Lin Qian, selamat ya atas berakhirnya masa-masa backstreet kalian Qianbei..." Fei Shuang ingin memulai aksi nakalnya, apalagi kalau bukan mau meledek mereka berdua.
"Hei...Jinhan sekarang kamu jadi duda hahaha...Gege Kenny Lin sudah punya yang baru weeekkkk...." Fei Shuang menjulurkan lidahnya tanda mengejek.
"Hei kamu...biarpun dia sudah punya yang baru tapi kalau malam dia masih tetap tidur bersamaku!!" jawab Jinhan tak mau kalah dengan candaan Fei Shuang.
Hyunjai pun ikut menyahuti "Jadi bagaimana ini?? kalau siang dengan Lin Qian, kalau malam dengan Jinhan hahaha..."
Semua member yang hadir tertawa terbahak-bahak mendengarnya tak terbayangkan sebelumnya hingga candaan ringan ini bisa menghangatkan keakraban mereka semua. Nyonya He diajak bercanda juga oleh Fei Shuang walaupun dia belum bisa tertawa lepas seperti dulu tapi setidaknya dia sudah mau tersenyum dengan merespon candaan ini.
Kenny Lin yang mulai tak terlihat diantara teman-temannya ternyata sedang mencari Tuan Michael He yang tengah duduk di taman disinari cahaya rembulan malam.
"Tuan Michael He" panggil Kenny Lin sembari ikut duduk disebelahnya.
Tuan He tak menjawab sama sekali sapaannya, ia hanya menoleh sebentar kearah Kenny Lin yang ternyata masih mau berbicara dengannya. tadinya pikir Tuan He bahwa Kenny Lin mungkin masih marah padanya yang selama ini telah menjadikannya sebagai boneka yang selalu ia atur hidupnya.
__ADS_1
"Bolehkah saya memanggil Tuan He Fuqin??" tanya Kenny Lin.
"Kenapa masih harus bertanya, sejak di Bali saya sudah menganggapmu anak, Kenny Lin" jawab Tuan Michael He dengan nada sendu.
"Fuqin duibuqi.." ucap Kenny Lin.
"Kenapa harus minta maaf, seharusnya Fuqinlah yang meminta maaf padamu" ujar Tuan He pelan.
"Setelah kejadian itu, apakah saya boleh melanjutkan lagi hubungan saya dengan Lin Qian??Fuqin apakah Fuqin merestui hubungan kami??" tanya Kenny Lin memastikan.
"Shi.." ucap Tuan He singkat.
"Duibuqi..tadi Fuqin bilang apa?? saya kurang dengar" kata Kenny Lin.
"Tapi ada syaratnya!!" jawab tuan Michael He sembari menganggukan kepala.
"Tiaojian shi shenme Fuqin??" tanya Kenny Lin.
"Lin Qian, Fuqin" jawab Kenny Lin.
"Shi...Lin Qian" ucap Tuan He baru mengingat lagi nama gadis itu.
"Tiaojian shi shenme Fuqin??" tanya Kenny Lin yang kesal karena tuan He tak cepat mengatakannya.
"Tiaojian shi kamu tidak boleh membuat gadis itu menangis, kamu harus menjaganya dengan baik dan sering-seringlah kalian menjenguk kami yang sudah tua ini" ucap Tuan He dengan permintaannya.
Kenny Lin langsung memeluk Fuqinnya Yanzhi, ia langsung menangis terharu di pelukan laki-laki tua itu padahal dia dan Lin Qian bukan siapa-siapanya tapi mereka berdua malah dianggap seperti anaknya sendiri. begitu mulia hati tuan Michael He. tak sampai hati Kenny Lin menolak permintaan laki-laki yang ada didepannya. mungkin ini lebih baik agar tuan He masih merasa memiliki anak walaupun Qiu Yanzhi sudah tak ada.
__ADS_1
"Hao le Fuqin aku akan usahakan memenuhi keinginanmu ini, xiexie Fuqin telah merestui kami sekali lagi xiexie...aku tak akan mengecewakanmu lagi, chengnuo..." Kenny Lin berjanji pada tuan He.
"Hao ba...kita kembali kedalam lagi, hatiku sudah lega nak" ucap Tuan He dan bangkit dari kursi taman mengajak Kenny Lin masuk kedalam rumah lagi.
Tak lama kemudian Nyonya He menghampiri mereka berdua setelah dari luar.
"Wo de laogong, dari mana saja kamu??" tanya Nyonya He.
"Aku dari taman belakang ada apa wo de qizi??" tanya Tuan He kembali.
"Bu...meiguanxi.. aku hanya mengkhawatirkanmu saja" jawab Nyonya He.
Mereka berdua tersenyum. kini senyuman itu lebih terlihat tenang dibandingkan sebelumnya. Tuan dan Nyonya He sudah tak ingin mengungkit masalah putrinya lagi, yang mereka inginkan kini hidup bahagia bersama pasangannya menghabiskan waktu bersama sampai ajal menjemput mereka.
Beberapa jam kemudian, acara BBQ di rumah tuan Michael He berakhir, Kenny Lin dan Lin Qian menghampiri tuan dan nyonya He untuk pamit pulang kembali ke asrama masing-masing.
"Fuqin kami pamit pulang dulu, jika ada waktu luang kami akan mengunjungi kalian" ucap Kenny Lin dengan memeluk tuan Michael He dan Lin Qian yang bercipika cipiki salam perpisahan dengan nyonya He.
"Hao ba, jangan lupa sering-seringlah kemari dengan kekasihnya dan jangan sungkan panggil saja kami Fuqin dan Muqin kini kami pun orangtuamu sekarang" ujar tuan He.
"Heeemm..." Kenny Lin dan Lin Qian mengangukkan kepala.
Kemudian mereka pergi dari sana, Lin Qian kembali bersama rombongannya begitupun Kenny Lin, mereka berpisah di parkiran.
"Gege...cepatlah istirahat setelah ini jangan begadang tak bagus untuk kesehatanmu" ucap Lin Qian memperingati, sembari mencuri-curi cium pipi Kenny Lin saat tak ada yang melihatnya.
"Hei...kamu nakal sekali sudah berani ya mengambil kesempatan dariku awas saja suatu saat akan ku balas ini" sembari mengacungkan jari telunjuknya, ia kaget mendapatkan ciuman dengan tiba-tiba dari Lin Qian dan tersenyum-senyum aneh mengingatnya.
__ADS_1
"Hahaha...ku tunggu balasanmu" lalu pergi menjauh dari pandangan Kenny Lin.
Kini mereka tak akan menutupi lagi kemesraan mereka, suatu hari mungkin mereka akan dipanggil oleh manager masing-masing untuk menindak lanjuti sangsi yang akan mereka terima. konsekuensi yang harus mereka tanggung karena memiliki hubungan pribadi saat masih menjadi anggota grup Boyband dan Girlband.