
"Hao ba Gege" Lin Qian pun menuruti perkataan suaminya.
Sesampainya didalam taksi Kenny Lin meletakkan istrinya pelan-pelan dikursi, lalu ia pun ikut duduk disampingnya, Kenny Lin memanggil sang sopir agar mereka cepat diantarkan ke clinik/hospital karena kaki Qiqi terkilir.
"Duibuqi xiansheng tolong antarkan kami ke hospital/clinik terdekat kaki istriku terkilir" ucap Kenny Lin duduk dengan tenang setenang mungkin agar ia tak terlalu panik dengan kejadian ini.
"Hao hao Gege" jawab si sopir lalu buru-buru masuk dan menyetir kendaraannya.
Didalam mobil Kenny Lin selalu memberikan perhatiannya pada istrinya, agar Qiqi mau bersabar untuk menahan rasa perih di kakinya selama belum tiba ke tempat yang dituju.
"Wo de qizi bersabarlah aku akan membawamu ke hospital dulu untuk mengobati kakimu" ujar Kenny Lin memandang istrinya yang sempat mengeluarkan air mata.
"Hao Gege hiks...hiks...rasanya sakit Gege...apakah kakiku bisa sembuh Gege?? aku takut tak bisa berjalan lagi" tanya Qiqi pada suaminya sembari meletakkan kepala bersandar di dada Kenny Lin.
"Tenanglah sayang pasti kakimu akan cepat sembuh lagipula ini hanya terkilir bukan akibat kecelakaan ataupun yang lainnya" ujar Kenny Lin menguatkan.
"Tapi Gege sakit hiks..." jawab Qiqi dengan tangisan merasakan rasa sakit dan perih di kakinya.
"Hao hao kemarikan kakimu" suruh Kenny Lin pada istrinya.
"Tidak bisa Gege sakit sekali hiks..." ucap Qiqi saat mencoba mengangkat kakinya.
"Hao le jangan kamu paksakan kalau begitu biarkan saja" ucap Kenny Lin pada istrinya.
"Darao yixia Gege...kita sudah sampai tujuan" ujar sang sopir taksi.
"Oh hao ba xiansheng..." jawab Kenny Lin lalu keluar mobil sembari menuntun istrinya pelan-pelan.
"Gege...cepat kamu bayar taksinya" suruh Qiqi.
"Hao baobei" jawab Qiqi
POV Hospital
__ADS_1
Kenny Lin menuntun istrinya pelan-pelan menuju hospital, karena tidak sabar dengan cara berjalan istriny akhirnya Kenny Lin memutuskan untuk menggendongnya lagi agar cepat sampai di ruangan dokter spesialis, dokter tersebut sebelumnya sudah di telpon saat mereka didalam mobil tadi.
"Gege kenapa digendong lagi, nanti kamu capek lho" ujar Qiqi tak enak hati dengan perhatian suaminya.
"Aku tak sabar melihatmu berjalan dan menahan rasa sakit itu sayang, biar saja kugendong biar menghemat waktuku" ucap Kenny Lin senyum semringah, ia tak menghiraukan rasa lelah ditubuhnya saat ini, yang ia pikirkan hanya memperhatikan Istriny seorang.
Qiqi pun tersenyum kecut, bagaimana tidak semua orang yang ada didalam menatapnya saat ini tanpa terkecuali.
"Gege turunkan aku" ucap Qiqi yang merasa malu.
"Meiyou baobei, pianke kita akan sampai di ruangan dokter, bersabarlah" ujar Kenny Lin yang tak mau menurunkan tubuh istrinya.
"Emm hao tapi cepatlah sedikit aku tak mau jadi pusat perhatian mereka, aku malu sekali" ucap Qiqi menutup wajahnya dengan menyembunyikannya didada bidang milik suaminya.
"Oh hao pianke pianke, aku akan mempercepat jalanku" ujar Kenny Lin memburu langkah kakinya untuk berjalan lebih cepat dari sebelumnya.
Sesampainya didepan pintu Kenny Lin mengetuk pelan dan bertanya pada sang dokter.
"Duibuqi dokter, apakah kami boleh masuk?? tanya Kenny Lin menurunkan tubuh istrinya.
Kenny Lin dan Lin Qian lalu masuk kedalam ruangan tersebut dan duduk di kursi yang sudah disediakan sembari memberitahukan keluhan yang dialami istrinya.
"Dok istri saya baru saja terjatuh di jalan dan kakinya sedikit terkilir dan memar apakah ada obat yang bisa mengurangi rasa sakit atau menghilangkan bekas lukanya dok??" tanya Kenny Lin perihal yang terjadi.
"Oh begitu, hao ba akan saya buatkan resep dan mohon segera ditebus di apotik hospital ini" ucap Dokter tersebut sembari menuliskan sesuatu di secarik kertas.
"Hao ba Dokter" ucap mereka berdua bersamaan.
Si Dokter pun melirik keduanya dan menggelengkan kepala sembari tersenyum lucu, dua pasangan ini sangat kompak menjawabnya.
"Zhe...resepnya" ucap si Dokter memberikan kertas resep.
"Xiexie dok" ucap Kenny Lin singkat.
__ADS_1
"Pianke pianke...jika kalian ada perlu apa-apa kalian bisa menghubungi saya, ini name card saya" ujar si Dokter baru tersebut yang baru dipindahkan kemari.
"Oh hao hao, darao yixia dok" ucap Kenny Lin sembari menuntun pelan-pelan istrinya dan keluar ruangan.
"Shi..." ucap si Dokter.
Kenny Lin dan Lin Qian berjalan pelan menuju apotik yang sudah ditunjukkan si dokter tadi, Kenny Lin mencari tempat duduk untuk Lin Qian agar beristirahat sebentar. Sedangkan dia mengantri di apotik dengan posisi berdiri, karena apotik hari ini lumayan ramai.
"Qiqi duduklah disini aku akan membelikan obatnya dulu, jangan kemana-mana oke" ucap Kenny Lin sembari mengusap kepala istrinya.
"Hao Gege, jangan lama-lama aku sudah lelah" jawab Qiqi yang terlihat kelelahan akibat kakinya terkilir sehingga ia sulit berjalan dengan normal.
Beberapa menit kemudian Kenny Lin sudah kembali ke ruang tunggu dimana Qiqi berada. Setelah obrolan tak jelas akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen lagi dan beristirahat terutama Lin Qian yang tengah sakit.
POV Kembali pulang gagal bekerja.
Setelah lumayan lama di perjalanan akhirnya mereka sudah sampai di apartemen, Kenny Lin dengan antusias menuntun pelan-pelan istrinya untuk masuk ke kamar dan beristirahat.
"Qiqi sayang akan aku ambilkan air dulu untukmu supaya kamu bisa minum obat dan cepat pulih" ucap Kenny Lin pergi dari kamar dan keluar begitu saja
Kenny Lin menuangkan segelas air mineral lalu ia teringat sesuatu, ia rogoh saku celananya dan menghubungi asistennya Liu Yucha.
📲"Halo Liu duibuqi untuk sementara aku tak bisa ke Gaman Cafe karena kakak iparmu sedang sakit, tolong handle lagi semuanya" ucap Kenny Lin saat sambungan telponnya diangkat oleh si empunya nomer.
"Hao Gege, memang ada apa dengan Lin Qian Jiejie??" tanya Liu Yucha yang kepo maksimal.
"Qiqi jatuh di jalan dan kakinya terkilir jadi aku tak bisa meninggalkannya sendirian disini" ucap Kenny Lin.
"Oh hao ba Gege, jaga baik-baik kakak ipar Gege, disini biar aku yang mengurusnya untukmu" ucap Liu Yucha.
"Xiexie Liu padahal kamu bukan siapa-siapaku tapi kamu sangat baik padaku, hao jika kamu memerlukan bantuan datanglah padaku jika kamu senggang, aku pun akan selalu ada waktu unyukmu jika dibutuhkan" ucap Kenny Lin yang terharu dengan perhatian juniornya ini serasa seperti adik sendiri.
"Hao le hao le Gege tenang saja aku tak akan sungkan meminta bantuanmu jika aku butuh, hao aku akan melanjutkan pekerjaanku" ucap Liu Yucha menutup ponselnya sebelah pihak.
__ADS_1
Kenny Lin pun berucap dalam hati "Sungguh beruntung sekali diriku ini dikelilingi orang-orang yang baik dan juga sayang padaku, hao aku akan bersemangat lagi untuk kalian semua dan aku akan membalas apa yang telah kalian berikan padaku selama ini".