
"Fuqin aku ingin memainkan piano sekarang, apakah bisa??" pinta Qiu Yanzhi pada ayahnya.
"Hao ba sayang ayah akan mengirimkan orang agar membawanya kemari piano yang kamu minta" ucap ayah Yanzhi.
"Xiexie fuqin, fuqin memang yang terbaik, Yanzhi sangat sayang fuqin" sembari bergelayut di lengan ayahnya yang berdiri di samping ranjang kamar hospital.
"Tolong kamu bawakan piano untuk nona Yanzhi sekarang ke hospital" saat itu juga tuan He memenuhi keinginan putrinya hanya dengan menekan ponselnya.
Pesuruh yang datang meminta izin kepada dokter untuk membawa piano tua pesanan tuan Michael He di ruang ICU milik Qiu Yanzhi. sembari menunggu ayahnya Yanzhi mendampinginya di samping ranjang dan mengelus kepala putrinya yang selalu ia anggap masih seperti putri kecilnya dulu.
"Permisi tuan akan di letakkan dimana piano ini??" setibanya si ajudan tuan He, lalu tuan He menengok kearahnya.
"Letakkan disana di samping jendela saja, xiexie kamu telah sudi mengantarnya kemari" ucap tuan He ramah.
"Meiyou tuan, ini sudah menjadi tugas saya, hao ba kami permisi kembali dulu" ujar ajudannya.
Setelah piano itu datang dan sampai di ruangan, kemudian Yanzhi di dudukkan di depan piano tua dengan bantuan Kenny Lin menggendongnya tanpa di aba-aba terlebih dulu oleh Yanzhi, kemudian Yanzhi memainkan piano dengan menekan not lagu yang ia sukai setiap ia merasa bahagia.
Kenny Lin sangat terkejut dan takjub dibuatnya, dia tak menyangka Yanzhi begitu terampil memainkan piano tua itu dengan sangat bagus sekali. wanita yang ada didepannya ini memang berbakat sekali dalam hal memainkan alat musik.
Seketika saja permainan piano dari Qiu Yanzhi mampu membius semua orang yang ada di dalam ruangan. beginilah cara putri semata wayang tuan Michael He melampiaskan rasa senangnya.
__ADS_1
Sekarang Qiu Yanzhi sudah diperbolehkan keluar dari ruang ICU dan masuk ke kamar VVIP yang ada di sini. hospital ini menyediakan kamar mewah seperti hotel untuk para orang-orang kaya yang mau memulihkan tubuh pasca operasi, bagi mereka yang beruang itu tak masalah justru mereka senang jika ada pelayanan tersebut, khusus seharian ini Kenny Lin terus bersama Qiu Yanzhi kemanapun dia pergi.
"Gege apakah kamu benar-benar mencintaiku" tiba-tiba Yanzhi bertanya seperti itu pada Kenny Lin.
"Dangran shi" jawab Kenny Lin dengan singkat.
"Lalu kenapa kamu kemarin pergi begitu saja tanpa mendengarkan rengekanku, kupikir kamu tidak mencintaiku ataupun menyukaiku Gege, walaupun sekarang keadaanku seperti ini?? ternyata kamu malah melamarku, aku sangat terharu sekali kamu mau denganku yang seperti sekarang" Qiu Yanzhi bermanja-manja dengan Kenny Lin.
Dengan nada suara yang berat sambil menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya, Kenny Lin menjawab semua pertanyaan dan mendengarkan ocehan Qiu Yanzhi.
"Terkadang kita harus bijaksana dalam mencintai seseorang, konsekuensinya ya seperti ini" ucap Kenny Lin menoleh sekilas Yanzhi.
"Sebenarnya aku memang menyukaimu, tapi kemarin aku masih seperti kekanak-kanakkan, aku takut jika kamu mengajakku berkomitmen dalam percintaan kita dan akhirnya kejadian yang kita alami ini membuatku belajar menjadi lebih dewasa dalam bersikap serta lebih bijaksana dalam mengambil keputusan" ucap Kenny Lin dengan penjelasannya.
"Zhen de ma Gege, aku bangga padamu, ternyata dengan kejadian ini membuatmu terbuka denganku sekarang, aku tidak salah mencintaimu dalam diam selama ini, sebenarnya pada awal perkenalan kita di media sosial aku sudah menaruh hati padamu hanya saja aku tak berani terbuka dan menunjukkannya padamu" ujar Qiu Yanzhi tanpa menutupi sedikitpun rasa ketertarikannya pada pemuda yang ada di sampingnya, Yanzhi memeluk erat tangan Kenny Lin. mereka tertidur dalam posisi yang sangat dekat.
Malam ini Kenny Lin yang menjaga Qiu Yanzhi. tuan dan nyonya He kembali ke hotel. pembicaraan malam ini hanya mereka berdua yang tahu tak seorang pun hadir menemani kecuali Kenny Lin seorang.
POV persiapan ke jepang
Keesokan harinya, tuan dan nyonya He telah mengatur jadwal keberangkatan mereka menuju Jepang. Qiu Yanzhi akan langsung di tangani oleh dokter ahli pencangkokan tulang kaki di sana. sedangkan Kenny Lin berangkat sendirian dari Kuta Bali ke Shanghai China. sebelum mereka berpisah Kenny Lin memberikan semangat pada Yanzhi agar tak menyerah dalam menjalani pengobatannya.
__ADS_1
"Jangan pernah takut menghadapi operasi yang akan kamu lakukan disana nanti Yanzhi, kamu pasti kuat jangan pernah menyerah. ayahmu dan aku sudah merencanakan akan menggelar upacara pernikahan kita di Bali. kita akan menikah jadi kamu harus semangat yaa" ucap Kenny Lin agar Yanzhi tidak down ketika berpisah dengannya.
Mereka terpisah di Bandara Internasional Ngurah Rai. Kenny Lin dan asistennya si Liu Yucha berangkat lebih dulu ke Shanghai China pagi ini, sedangkan keluarga tuan Michael He berangkat siangnya. sebelum Kenny Lin naik pesawat mereka berdua lebih dulu berpamitan dengan tuan dan nyonya He sebagai salam perpisahan.
"Laiba Liu kita sudah agak terlambat" ucap Kenny Lin.
"Hao ba tuan dan nyonya He kami berangkat dulu sampai jumpa di lain waktu" Liu Yucha menyudahi pertemuan terakhir dengan tuan Michael He, beda halnya dengan Kenny Lin.
"Mengapa kamu tidak berpamitan dulu dengan mereka??" ucap Liu Yucha heran.
"Ahh..tidak perlu lagipula suatu saat aku akan menjadi bagian dari keluarga Yanzhi menurut perkiraanku karena tuan Michael He ingin aku menikahi putrinya itu" jawab Kenny Lin.
"Bagaimana mungkin Gege..apakah kamu mengenal mereka sampai-sampai kamu akan dijodohkan dengan putrinya??" kata Liu Yucha yang merasa sangat kepo sekali pada Kenny Lin.
"Yanzhi itu teman wanita yang menjadi partner chattingku di aplikasi Wechat jadi kami saling mengenal lewat media online, lalu saat aku ada di asrama kami sempat bertemu satu kali di Y Cafe milik Yunhaoming pamanku, pamanku bilang ada seorang wanita yang ingin menemuiku disana jadi kami dibuatkan janji oleh paman saat acara pembukaan cabang Cafenya, aku pun sempat kaget saat aku mencari tahu asal usul Qiu Yanzhi, ternyata dia putri dari tuan Michael He, begitu Liu" Kenny Lin bercerita sambil berjalan masuk menuju pesawat yang akan take off.
Liu Yucha akhirnya mengetahui kenapa beberapa hari ini Kenny Lin tidak terlihat di hotel ternyata sedang bersama putri tuan Michael He hanya saja kabar ini terlambat ia dengar, dia lebih sibuk mengurusi hal-hal lainnya yang akan Kenny Lin lakukan selama tour Asia.
"Oh begitu, jadi tuan Michael He ingin kamu lebih dekat dengan putrinya itu, lalu apa rencana selanjutnya??" tanya Liu Yucha sembari duduk disamping kursi dekat Kenny Lin karena kebetulan mereka satu tempat yang sama saat membeli tiket pesawat.
"Aku belum tahu, karena sebenarnya setelah lamaranku di terima beberapa hari lalu di hospital, tuan Michael He akan membawa Yanzhi ke Jepang untuk melakukan operasi dan proses pemulihan, aku memang sengaja digunakan untuk menjadi penyemangat putrinya, tuan Michael He tak ingin melihat putrinya down dalam keadaan seperti itu, ya walaupun aku belum 100% yakin ingin memiliki hubungan serius dengan Yanzhi hanya saja aku tak bisa melihat orang tua Yanzhi sedih dan kecewa jika aku menolak permintaan mereka, tadinya aku masih ingin bermain-main dengan kisah percintaanku karena aku tak mau terikat dalam sebuah hubungan yang berkomitmen tapi kemarin aku tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan yang terjadi, hingga aku pasrah menuruti kemauan ayah Yanzhi agar aku mau melamar putrinya demi dirinya" ucap Kenny Lin yang terlihat pasrah karena perjodohan yang tidak ingin dia lakukan karena masih ada perasaan dengan Lin Qian di hatinya yang terdalam.
__ADS_1