
"Xiexie..bolehkah saya ke hotel sebentar tuan He?? saya ingin mengemasi barang-barang saya sendiri" pinta Kenny Lin dengan sopan.
"Tidak perlu, saya sudah memerintahkan orang lain untuk melakukan itu. tapi jika kamu ingin kembali ke hotel menemui teman-temanmu pergilah bersama manager Jun Syeok. dia akan menemanimu kemanapun kamu inginkan" kali ini posisi manager Jun terbalik, Jun Syeok yang biasanya menjadi manager di member Boyband sekarang malah menjadi asisten Kenny Lin karena tuan He.
"Hao ba tuan He" Kenny Lin melirik ke arah manager Jun Syeok "Laiba" ucapnya kemudian.
Kenny Lin dan Jun Syeok keluar dari hospital. lalu manager Jun berfikir sejenak dengan kejadian tadi di dalam, ia masih tak mengerti apa yang telah terjadi sebelumnya dengan Kenny Lin.
POV kejujuran Kenny Lin
"Sebenarnya apa yang telah terjadi??kenapa tuan He begitu dekat denganmu?? dan kamu akan melamar nona Qiu Yanzhi putri semata wayangnya tuan He?? apa ini benar-benar dirimu Kenny Lin, bagaimana mungkin" Jun Syeok menyerangnya dengan banyak pertanyaan.
"Tapi janji, hal ini tidak akan kamu ceritakan pada siapapun" ujar Kenny Lin pada Jun Syeok yang lebih tua 5 tahun darinya, akhirnya Kenny Lin menceritakan semuanya.
Sembari berjalan keluar hospital mereka berbincang-bincang "Hao ba..aku janji padamu. beruntung sekali nasibmu itu" sembari tersenyum ucap Jun Syeok.
"Sebetulnya aku tak merasa beruntung kali ini manager Jun. aku sendiri masih ingin fokus pada Boyband kita, kenapa ditengah-tengah karirku begini aku harus menikahi Qiu Yanzhi itu" ujar Kenny Lin ketus.
"Hei... nikmati saja apa yang terjadi. lagipula tak ada ruginya kamu menjadi menantu tuan Michael He, dia terlihat ramah dan baik hati padamu tadi, apalagi nona Qiu Yanzhi itu putri satu-satunya dan lagi dia sangat cantik, hahaha...aku malah iri padamu Kenny Lin nasib baik tengah menghampirimu kali ini" ucap Jun Syeok.
Setelah asyik berbincang sembari menyetir, manager Jun Syeok dan Kenny Lin akhirnya sampai di hotel Paradise Bali. setibanya di hotel Kenny Lin justru di sambut hangat oleh Jinhan dilobi hotel dan sudah menyiapkan semua pakaian dan perlengkapannya kedalam koper.
__ADS_1
"Hei...Gege, sini ceritakan padaku ada apa denganmu??" pinta Jinhan sembari mencari tempat yang nyaman untuk berbincang-bincang dan menyerahkan kopernya. manager Jun Syeok lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Kenny Lin hanya terdiam membisu tak langsung menjawab pertanyaan dari Jinhan yang terlihat kepo sekali. memang teman satu-satunya ini sangat terbuka dan terus terang jika salah satu diantara mereka berdua ada masalah.
"Laiba Gege.. kamu jangan menutupinya dariku, kita ini kan soulmate hheeem..." Jinhan terus membujuk lalu mengajaknya duduk sembari memainkan alisnya menggoda Kenny Lin agar mau bercerita.
Akhirnya Kenny Lin tak tahan melihat tingkah konyol sahabatnya, lalu ia menceritakan semua masalah yang tengah ia hadapi dengan panjang lebar. Jinhan mendengarkan dengan antusias dan sangat serius ia tak mau melewatkan tiap poin dan inti ceritanya.
"Tapi kamu janji yaa jangan sampai ada seorang pun yang tahu tentang masalah ini" ucap Kenny Lin pada Jinhan.
"Hao ba janji, tapi aku harus memberimu ucapan selamat bukan, kamu akan melamar putri tuan Michael He, wow... ini luar biasa sangat luar biasa" Jinhan tetap saja seperti biasa selalu keceplosan kalau sudah mengejek.
"Ohh...duibuqi duibuqi" ucap Jinhan ringan dan mengacungkan dua jari huruf V yang menandakan damai.
Mereka tak menyangka kalau tak jauh dari tempat mereka duduk ada Fei Shuang yang sedang membaca majalah. Fei Shuang takut saat melihat Kenny Lin di depan pintu hotel lalu Fei Shuang sembunyi darinya. tapi naasnya Kenny Lin tak menyadari bahwa Fei Shuang mendengar semua pembicaraan mereka berdua sejak tadi, ia tak mengenali wanita yang ada di sekitarnya karena tertutup majalah yang ia baca.
Setelah semua kegundahannya ia curahkan pada sahabatnya kini hati Kenny Lin merasa lega tak terlalu berat lagi pikirannya. kemudian Kenny Lin pergi mencari manager Jun Syeok dan berpamitan dengan Jinhan dan ia pastikan akan cepat menyusul mereka kembali ke Shanghai.
"Hao ba Jinhan, kamu harus merahasiakannya ok, aku pergi dulu tunggu aku di Shanghai" Kenny Lin menepuk bahu Jinhan dan meninggalkannya.
"Manager kamu dimana aku menunggumu di parkiran, temani aku ke hospital lagi" ucap Kenny Lin lewat ponselnya.
__ADS_1
"Aku sedang didalam hotel sebentar, hao ba tunggu aku disana aku akan cepat turun" ucap Jun Syeok menanggapi Kenny Lin.
Setelah beberapa menit manager Jun telah tiba di samping mobil sewaannya selama di Bali. kemudian mereka berdua meluncur ke hospital bersama. tak ada yang bersuara didalam mobil, Kenny Lin sangat lelah hati dan pikirannya sejak kedua kalinya ia bertemu dengan Qiu Yanzhi yang menitik beratkan masalah yang datang padanya. ia pusing sekali, pikirannya seakan buntu pada titik ini bingung mau berbuat apa lagi setelah ini, kini hidupnya seakan menjadi bidak catur oleh keluarga Qiu Yanzhi.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua turun dan masuk ke hospital menuju ruang ICU tempat dimana Qiu Yanzhi dirawat.
POV Qiu Yanzhi
Qiu Yanzhi sudah sadar sejak Kenny Lin dan Manager Jun Syeok tiba di hospital. cincin berlian yang dipesan tuan He untuk Kenny Lin melamar Qiu Yanzhi masih berada di tangan Kenny Lin. dokter memberikan izin untuk mereka agar bisa masuk ke ruang ICU. sesampainya disana tuan dan nyonya He sudah menunggunya kedatangannya. begitu pula dengan Qiu Yanzhi.
Kenny Lin masuk ke ruangan langsung menciumi kening Qiu Yanzhi. gadis itu tampak senang sekali dengan kehadirannya"Kamu datang kemari hanya untuk menemuiku Gege??" tanya Qiu Yanzhi tersenyum melihatnya.
"Meiyou Yanzhi" jawab Kenny Lin dengan cepat dan lugas.
"Aku datang tidak hanya menemuimu saja, tapi aku juga kemari datang ingin melamarmu" sekilas tampak raut wajah yang bahagia Qiu Yanzhi itu berubah sendu.
"Hari ini dihadapan kedua orang tuamu aku ingin bertanya padamu maukah kamu menjadi pendamping hidupku??" ujar Kenny Lin sembari membuka kotak cincin yang ia bawa sebelumnya.
Air mata bahagia Qiu Yanzhi menetes di kedua pipinya. segala hal yang membuatnya sakit kini tak ia rasakan lagi "Muqin Fuqin dia melamarku" Qiu Yanzhi terus menangis bahagia.
Tuan dan nyonya He turut berbahagia melihat adegan ini. suasana haru menyelimuti kamar ICU malam itu. Kenny Lin menciumi lagi kening Qiu Yanzhi dan memakaikan cincin itu di jari manis Qiu Yanzhi. malam ini malam yang istimewa bagi Yanzhi ia begitu bahagia sekali. sesekali menoleh ke kedua orang tuanya dan Kenny Lin meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini bukan mimpi.
__ADS_1