
Setelah bermenit-menit didalam kamar akhirnya Kenny Lin keluar juga, di tempat lain Lin Qian menghampiri ibunya dan bertanya sesuatu.
"Ma...apakah persiapannya sudah selesai??duibuqi Ma aku terlalu lama dikamar, ada yang harus aku bahas dengan Gege Kenny Lin tadi" ucap Qiqi yang melihat ibunya kerepotan sejak tadi mengurus segalanya didepan dengan Celine adiknya.
"Mei wenti Qiqi...ibu justru senang kapan lagi ibu akan sesibuk ini, Celine pun masih lama menyusulmu, ia masih ingin bekerja mencari uang sendiri katanya" ucap nyonya Han Yuan.
"Hao Mama Xiexie..." ucap Lin Qian.
POV Resepsi sederhana.
Keesokan harinya Qiqi sudah berdandan sangat cantik dan Kenny Lin pun sudah berdandan sangat tampan, mereka berdua akan melaksanakan pemotretan bersama keluarganya setelah itu baru berpesta merayakan pernikahan Kenny Lin dan Lin Qian bersama keluarga, sanak saudara dan teman yang menurut Qiqi sempat dekat dengannya.
Yue Ran menuntun keduanya ke tempat sesi pemotretan, Kenny Lin berjalan dengan cool bagaikan pangeran sedangkan Qiqi berjalan dengan anggun seperti seorang princess dengan sedikit menyikap gaunnya.
"Hao le kalian tunggu disini aku akan memanggil fotografernya" ucap Yue Ran.
"Gege pengantinnya sudah siap" Yue Ran menghampiri rekan kerjanya.
" Hao laiba" ucap orang tersebut.
"Ok kalian berdua sudah siap disesi pemotretan ini??" tanyanya sembari membawa kamera di lehernya.
"Shi..." ucap Qiqi dan Kenny Lin bersamaan.
"Ok ikuti instruksi kami disetiap gayanya, kita mulai yaa, yi... er... san" kilatan kamera memancar.
Setelah sesi pemotretan usai kini giliran menikmati pestanya, nyonya dan tuan Denglun sangat bahagia sekali walaupun acara ini tak mewah tapi setidaknya mereka sudah senang melihat kebahagiaan putrinya. untungnya prosesi pernikahan ini berlangsung dengan lancar tanpa ada halangan, waktu semakin lama semakin cepat, jam dinding sudah menunjukkan pukul 16.00 yang menandakan berakhirnya pesta hari ini.
"Hao Qiqi kuucapkan selamat yaa, di hari bahagiamu ini semoga kalian bisa langgeng dan selalu harmonis" ucap Yue Ran saat detik-detik acara akan berakhir.
"Xiexie Yue'er tanpamu acara ini mungkin tidak bisa kudapatkan, Xiexie kamu telah mau kurepotkan sejak kemarin" ucap Qiqi menangis dipelukan sahabat.
__ADS_1
" Bu keqi...jika bukan karena hal ini aku mana mungkin bisa berhubungan denganmu, sudah lama sekali kita lost kontak sebelumnya" ucap Yue'er menghapus air mata temannya.
"Shi Yue'er hiks..." Qiqi masih menangis.
" Goule goule...nanti suamimu marah padaku jika istrinya sembab matanya akibat menangis hehe...jika kamu ada waktu luang saat pulang kemari, main-mainlah ke rumahku Qiqi, kini akan mengobrol bersama" ucap Yue'er menghiburnya.
"Hao...janji" mereka berdua menautkan jari kelingkingnya dan tertawa bahagia.
"Qiqi mari kubantu membersihkan make up mu dan melepaskan gaunnya, lagipula ini sudah sore pesta pun sudah usai, teman-temanku juga sedang membereskan semuanya, untuk masalah hasil pemotretan aku akan mengurusnya dengan ibumu nyonya Han Yuan, prosesnya mungkin akan memakan waktu yang lama agar didesain lebih bagus" ucap Yue'er menggiring Qiqi ke kamarnya.
"Wo xiangxin ni, kuserahkan urusan ini padamu" ucap Qiqi mengikuti langkah temannya.
Kenny Lin sejak tadi sudah kembali kedalam kamarnya, ia clingukan ke kanan dan kiri, seperti ada yang hilang dari pandangannya, dia baru ingat ternyata Qiqi belum kembali ke kamar sejak acara usai.
"Dimana dia kenapa tidak kembali ke kamar??" batinnya bertanya-tanya. saat pikirannya tertuju pada Qiqi tiba-tiba terdengar suara handle pintu di buka.
"Wo de baobei...dari mana saja kamu??" tanya Kenny Lin menghampirinya.
"Gege bisakah kamu membantuku??" tanya Yue'er muncul dari balik tubuh Qiqi.
"Shi...apa itu" jawab Kenny Lin singkat.
"Bangzhu...bersihkan make up Qiqi dan melepas gaunnya, aku akan ke bawah dulu membereskan yang lain" ucap Yue'er memasrahkannya.
"Hao Mei wenti...akan kulakukan" jawab Kenny Lin lalu menutup pintu kamar Lin Qian.
" Qiqi duduklah kemari" ajak Kenny Lin pada Qiqi agar istrinya duduk di depan cermin.
"Hao le Gege..." ucap Lin Qian menurut dan langsung duduk disana.
Kenny Lin melepaskan satu persatu alat yang menempel ditubuh istrinya, lalu setelah itu ia menghapus make up Lin Qian.
__ADS_1
"Qiqi sekarang pergilah mandi lebih dulu atau kamu ingin kumandikan??" ucap Kenny Lin menggoda.
"Meiyou...jika aku mandi bersamamu bisa saja kamu mencuri-curi kesempatan" ucap Qiqi melihat situasi dan kondisi yang ada.
" Jika diperbolehkan olehmu" ucap Kenny Lin bersemangat.
"Bu buneng, aku akan mandi sendiri" ucap Qiqi tak mau ambil pusing.
"Hao...aku tak akan mengganggumu" jawab Kenny Lin seadanya.
Sembari menunggu Lin Qian selesai mandi Kenny Lin memesan tiket pesawat untuk keberangkatannya besok, setelah itu ia memesan taksi yang biasa Lin Qian gunakan saat akan ke bandara, Kenny Lin mengikuti saran Lin Qian sejak kemarin.
Beberapa menit kemudian Lin Qian sudah keluar dari bathroom menggunakan handuk. Kenny Lin berjalan ke bathroom sembari mencuri ciuman di bibir Qiqi.
"Hei Gege nakal sekali kamu, main nyosor saja heh" Qiqi di buat kesal akibat ulah jahil Kenny Lin yang tanpa malu-malu lagi.
"Biarkan saja wek..." Kenny Lin menjulurkan lidahnya.
"Huh dasar suami mesum, bisa-bisanya aku mengenal pria sepertimu" gerutunya tak berkesudahan.
"Mesum begini juga sekarang sudah menjadi suamimu " Kenny Lin masih saja meledek Lin Qian.
"Ni...benar-benar ya menjengkelkan sekali" Qiqi menoleh kanan dan kiri mencari sesuatu yang bisa ia lempar ke muka Kenny Lin. akhirnya sisirnya pun menjadi alat lemparannya.
"Rasakan ini" ucap Qiqi mulai melempar asal sisirnya.
Kenny Lin dengan sigap menangkap sisir tersebut dan mulai menggodanya lagi di depan pintu bathroom.
"Tidak kena tidak kena" ucap Kenny Lin yang kegirangan karena lemparan Qiqi meleset dan tidak mengenai mukanya.
Qiqi lalu maju dan berjalan mendekati Kenny Lin sembari mengepalkan tangannya, Kenny Lin melihatnya dengan mulut menganga, lalu ia buru-buru masuk kedalam bathroom dan menguncinya, sedangkan Lin Qian kesal karena si jahil sudah terburu masuk ke dalam, ia hentakan kakinya ke lantai berkali-kali seperti anak kecil yang marah-marah tak jelas.
__ADS_1
Kemudian ia kembali ke lemarinya dan mencari pakaian santai untuk sore ini, ia akan keluar kamar membantu ibunya menyiapkan makan malam, saat bercermin ia merasa aneh seperti ada yang kurang, ia baru ingat rambutnya belum disisiri, ia toleh kanan kiri ternyata ia lupa bahwa sisirnya tadi ia gunakan untuk melempari Kenny Lin, diambilnya sisir tersebut dan mulai menyisir rambutnya hingga rapih.