
POV Pertanyaan Kenny Lin
"Zhen de ma?? aku baru tahu darimu Gege, memang dulu Yue'er pernah bercerita bahwa ia menyukai seseorang tapi sayangnya laki-laki itu sedang di penjara akibat ulahnya sendiri yang mengkonsumsi narkoba, Yue'er pun tak mengetahui alasan yang sebenarnya mengapa laki-laki itu bisa memakai narkoba yang ia tahu bahwa laki-laki itu salah pergaulan saja, dibalik itu semua alasan utamanya dia sampai memakai narkoba tak ada yang pernah tahu, mungkinkah laki-laki yang Yue'er ceritakan dulu itu Gege He Chul???" tanya Qiqi penasaran dengan dugaannya.
Sembari bercerita Qiqi lalu duduk diatas ranjangnya, ia mengotak-atik ponsel dan memasang alarm agar ia tidak kelamaan istirahat siangnya. Volumenya ia sengaja buat keras agar telinganya nanti bisa merespon saat alarm ponsel berbunyi, terkadang jika tidak ia buat keras walaupun di buat alarm karena tubuh yang amat lelah bisa saja telinganya tak merespon bunyi alarm tersebut.
"Yexu zhe shi zhen de, bisa saja laki-laki itu He Chul tadi, apakah kamu tahu cerita selanjutnya??" tanya Kenny Lin.
"Bu Gege...hanya itu saja yang kutahu, karena setelah itu kami lost kontak dalam jangka yang lama, Yue'er sempat pergi ke daerah lain bersama orang tuanya" ujar Qiqi menjelaskan.
"Emmm...hao..goule, Qiqi apakah kamu lelah hari ini??" tanya Kenny Lin saat memandang raut wajah Qiqi yang agak lesu.
"Shi Gege...jika kamu tidak membangunkanku mungkin aku sudah tidur sejak tadi" Qiqi memukul pelan dada Kenny Lin.
__ADS_1
"Goule..goule, mari kita istirahat bersama, aku pun lelah" ucap Kenny Lin menangkap tangan Qiqi yang sempat memukul dadanya, di rengkuhnya Qiqi kedalam pelukan hangatnya, tak lama kemudian mereka berdua larut dalam alam bawah sadar.
POV Yue Ran dan He Chul
"Gege...apakah sekarang kamu baik-baik saja??" tanya Yue'er saat didalam mobil.
"Shi...memang kenapa kamu bertanya seperti itu??" He Chul bingung dengan pertanyaan yang diajukan Yue Ran, pertanyaan itu mengisyaratkan sesuatu.
"Gege...ini pertemuan pertama kita setelah Gege keluar dari penjara, apakah kamu bisa menceritakan padaku bagaimana bisa kamu di masukkan ke penjara?? apa yang sudah kamu lakukan sebelumnya" pertanyaan Yue'er spontan membuat kaget He Chul.
"Gege apakah kamu tak percaya padaku, ya sudah aku tak akan menanyai hal ini lagi padamu, mungkin suatu saat kamu mau terbuka padaku dan berbagi kesulitanmu" ucap Yue'er menghadap ke jendela.
Tiba-tiba He Chul mengerem mobilnya, lalu ia mendekati wajah Yue Ran lalu mencium bibir Yue Ran dengan agak kasar. Yue Ran yang mendapat serangan tiba-tiba dari He Chul sangat kaget ketika He Chul ******* bibirnya dengan kasar, ia ingin berontak dan meronta-ronta memukul dada He Chul dengan sekuat tenaganya, tapi kekuatannya tak bisa menandingi tubuh He Chul yang semakin merekatkan pelukan padanya, setelah pelampiasan emosi hatinya keluar, He Chul lalu menyudahi ciumannya.
__ADS_1
"Haah...Gegeee...apa yang sudah kamu lakukan padaku, kenapa kamu nekad sekali menciumiku??" Yue Ran membuka mulutnya yang kehabisan nafas lalu memarahinya tanpa ingin tahu sebab mengapa He Chul melakukan hal itu.
"Duibuqi Yue'er...aku sangat emosi saat kamu mulai mengacuhkanku tadi, bukannya aku tak mau bercerita hanya saja apakah setelah aku menceritakan semuanya padamu kamu masih mau bersamaku??" tanya He Chul kembali duduk di tempatnya lagi.
"Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu, apakah aku terlihat menjauhimu sekarang, justru sekarang aku malah ingin mendekatimu, mengetahui semua kesulitanmu hanya saja kamu tak pernah mau berbagi kesulitan pada orang lain selalu saja kamu pendam sendiri, asal kamu tahu Gege sejak dulu aku menyukaimu dan peduli padamu, tapi kamu tak pernah memandangku, kamu hanya peduli pada orang lain yang entah tak tahu siapa dia, karena kamu selalu menampakkan wajah sedihmu tapi tak pernah kamu mau menceritakan pada orang lain" ucap Yue'er yang merasa perhatiannya dulu di abaikan oleh He Chul, hingga ia menyesal dan ingin menjauhinya.
"Duibuqi saat itu aku sangat kacau sekali, setelah meninggalnya kekasihku aku rasanya sudah tak ingin hidup lagi didunia ini, sepertinya separuh hatiku sudah hilang karena kepergiannya, terkadang aku sangat merindukan masa-masa dikala aku masih bersamanya jika aku tahu bahwa dia telah menyukai orang lain sebelumnya aku mungkin tak akan sefrustasi waktu itu Yue'er, dia sangat kusayangi tapi dia hanya menganggapku teman tak lebih dari itu, lalu aku kecewa padanya, hingga suatu hari aku pun stress memikirkan hal itu, kenapa wanita yang kusayangi tak bisa menerimaku maupun cintaku, akhirnya tanpa kusadari aku pergi menjauhi dirinya dan melampiaskan kekecewaanku pada barang terlarang itu, hingga membuatku ketagihan dan tak ingin menyudahinya, rasanya aku bebas sejak itu, aku tak lagi memikirkan wanita itu, tak lagi memikirkan hidupku, yang aku pikirkan hanya mencari kepuasaan yang bisa menerima kesulitanku" He Chul menangis mengingat masa lalu yang kelam.
Yue Ran spontan mendekatkan tubuhnya lalu kepala He Chul ia tempatkan tepat di depan dadanya, ia menghibur He Chul agar tak lama berlarut dalam kesedihan. Di usapnya lembut kepala He Chul untuk menenangkannya.
"Duibuqi Gege...aku tadi sempat memarahimu, sekarang jawab pertanyaanku, kenapa tiba-tiba kamu menciumku heemm...?" tanya Yue'er penasaran.
"Karena sekarang kamu berarti bagiku, aku baru menyadarinya saat aku masih didalam penjara, aku sudah merenungkan semua hal disana, ternyata aku salah, orang yang kusayangi tak menginginkan rasa sayangku justru orang yang selalu bersamaku dan peduli padaku malah aku acuhkan, sejak perenungan saat itu aku memiliki tekad bahwa akan memperbaiki hubunganku denganmu dan memulainya dari awal hanya saja aku terkadang dilema apakah kamu seperti dulu ataukah tidak, itu saja, tapi dengan pertanyaanmu tadi kamu sudah menunjukkan padaku bahwa kamu tak berubah sedikitpun, kamu masih peduli padaku, aku sangat senang melihatnya, lalu detik kemudian kamu mengacuhkanku jadi aku merasa kesal, mangkanya aku menciummu, duibuqi Yue'er ciumanku tadi tidak pantas ku lakukan padamu aku terbawa emosi sesaat saja" ucap He Chul.
__ADS_1
"Zhen de ma...sepertinya bukan hanya emosi sesaat tapi justru aku merasakan bahwa ciumanmu itu seperti hasrat yang tersimpan, apakah kamu tak pernah melampiaskan emosimu sebelumnya dengan orang lain, seperti halnya yang kamu lakukan padaku tadi" kata Yue'er.
"Shi...shi de, aku hanya melakukannya padamu tak pernah ada orang lain yang kuperlakukan seperti itu sebelumnya, kamu orang pertama yang bisa meredam emosiku dengan ciuman ini" ucap He Chul jujur.