
"Hao..hao..tuan, itu ide bagus, bagaimana Gege menurutmu??" tanya Lin Qian pada Kenny Lin.
"Hao...aku setuju, xiexie Fuqin aku tak bisa membalas kebaikanmu ini, aku janji tidak akan mengecewakanmu lagi" ucap Kenny Lin lalu memeluk tuan Michael He layaknya seorang anak pada ayahnya.
Mereka semua tersenyum bahagia, kini permasalahan hidup Kenny Lin dan Lin Qian sudah ada solusinya.
"Hao le Kenny Lin, untuk selanjutnya saya akan menghubungi kalian lewat ponsel dan menshare lock tempatnya agar kalian bisa langsung bekerja" ucap Tuan Michael He.
"Xiexie Fuqin..kami pergi pulang dulu mempersiapkan semuanya untuk besok" Kenny Lin berdiri dan mengajak Lin Qian. tak lupa ia juga berpamitan dengan tuan Michael He.
"Zaijian tuan" Kenny Lin dan Lin Qian pun langsung pergi meninggalkan kediaman tersebut.
"Gege...karena kita sudah tidak bekerja lagi di perusahaan itu lalu bukankah kita pun pasti keluar dari asrama bukan??" tanya Lin Qian pada Kenny Lin.
"Shi...eemmm...lebih baik kita membeli apartemen saja atau rumah mungkin untuk kita tinggali sementara waktu, bagaimana??" tanya Kenny Lin.
"Boleh juga Gege, tapi apartemennya yang ada 2 kamar yaa hehe..." ucap Lin Qian sembari cengengesan.
Kenny Lin tahu maksud Lin Qian tadi, mungkin dia akan risih jika tinggal di satu apartemen tapi hanya ada satu kamar mangkanya dia memiliki permintaan seperti itu. Yaa sudahlah ia akan sabar sampai waktunya tiba.
"Hao...tak masalah, aku tahu maksudmu itu, kamu tak ingin kita tinggal sekamar bukan?? tenang saja, tapi apartemen yang ada 2 kamar pasti lumayan kan budgetnya, apa kita mampu??" tanya Kenny Lin.
"Pasti bisa Gege..kita gunakan uang tabungan kita saja jika perlu aku akan menjual mobilku untuk tambahannya" ucap Lin Qian mantap.
__ADS_1
"Lalu bagaimana denganmu jika mobilmu itu kamu jual??" tanya Kenny Lin kebingungan.
"Kan ada Gege...kenapa aku harus pusing, lagipula bukankah kita akan memikirkan masa depan kita selanjutnya, aku rela dan ikhlas memberikan segalanya untukmu asalkan hubungan kita bisa diresmikan, toh jika aku ingin berangkat bekerja kan bisa berangkat bersamamu bukankah kata tuan Michael He kita ditempatkan ditempat yang sama yaitu Gaman Cafe hheeem..." Lin Qian melipat tangannya didepan dada.
"Shi...betul juga, Hao le aku setuju" ucap Kenny Lin.
POV Mensurvey apartemen
Keesokan hari mereka berdua pergi mencari apartemen yang akan mereka beli, kemudian mereka memilih salah satu diantara apartemen yang ditawarkan oleh pemilik gedung. tak selang beberapa hari mereka sudah menempati apartemen yang lumayan luas untuk tempat tinggal mereka. 3 hari telah berlalu kini mereka telah bekerja di Gaman Cafe milik tuan Michael He. Suatu hari Lin Qian sedang duduk diruang tengah sembari menonton televisi untuk menemani waktu luangnya.
"Qiqi..Qiqi..dimana kamu??" panggil Kenny Lin yang sedang berjalan menuruni anak tangga.
"Aku diruang tamu Gege..Guolai" ucap Lin Qian.
Sesampainya Kenny Lin kemudian dia duduk disamping Lin Qian.
"Qiqi...aku ingin bertanya sesuatu padamu jawablah dengan jelas" Kenny Lin memegang kedua tangan Lin Qian dan menatap kedua bola mata kekasihnya itu.
"Hao...hao...tanyakanlah!!!" ucap Lin Qian mengubah duduknya dan kini saling berhadapan.
"Heemm..huuuffh...Lin Qian will you marry me??" tanya Kenny Lin sembari menarik nafas lalu membuangnya karena permintaannya yang lumayan membuat hatinya deg-degan ia takut ditolak.
"Haaaaa...zhen de ma Gege...bukankah ini terlalu cepat kita lakukan, seharusnya kita menunggu waktu yang tepat kenapa harus buru-buru" Lin Qian kaget bukan main dan sempat melongo mendengarnya.
__ADS_1
"Ini tak buru-buru Qiqi sayang aku tak ingin kita terlalu lama berpacaran lagipula untuk apa berlama-lama bukankah lebih bagus kita cepat meresmikan jenjang hubungan kita untuk yang lebih serius, aku tak suka melihatmu dipandangi orang lain, kamu itu milikku sayang, apalagi sehari yang lalu kamu sempat mengobrol dengan laki-laki lain di Cafe" ujar Kenny Lin melepas tangannya dan merajuk.
"Ohh...jadi karena itu kamu mengajakku menikah, tenang saja sayangku, aku tak akan berpaling darimu, aku tak akan menyukai laki-laki lain, percaya padaku, untuk yang tadi hao..aku bersedia...ini kulakukan agar kamu percaya bahwa aku tak akan membuatmu berburuk sangka lagi" ucap Lin Qian.
"Seriously...yes...aku akan mempersiapkan semuanya kamu duduk saja dengan manis, oh yaa..besok kita cuti beberapa hari sayang, aku ingin mengunjungi orang tuamu dan meminta restu darinya serta membicarakan kesungguhanku untuk menikahimu, hubungilah mereka sekarang!!" kemudian Kenny Lin beranjak dan pergi mempersiapkan segalanya.
Lin Qian menggeleng-gelengkan kepalanya, ia melihat Kenny Lin sangat kegirangan karena ajakannya diterima, ia pun berfikir betul juga apa yang dipikirkan Kenny Lin untuk apa mereka berlama-lama pacaran takutnya suatu saat salah satu diantara mereka bisa saja bosan jika tidak cepat menikah, ia pun tak ingin kehilangan Kenny Lin untuk yang kedua kalinya seperti dulu yang hampir sempat menikahi wanita lain padahal saat itu statusnya masih berpacaran dengannya. ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama membiarkan laki-laki yang ia cintai diambil orang lain.
"Halo...celine, ini aku Jiejiemu..dimana Mama aku ingin bicara padanya, berikan ponselmu pada Mama!!" tak lama kemudian Lin Qian menelpon adiknya yang didesa.
"Hao...Jiejie, sebentar..Ma...Ma..." Celine berjalan kesana kemari mencari ibunya, akhirnya ketemu ibunya sedang berada dikebun belakang rumah. lalu ia berikan ponselnya dan memberikan bahasa isyarat bahwa yang menelpon adalah kakaknya Lin Qian.
"Celine guolai...Mama disini, ada apa?? oh ya..ya..sini..sini.." setelah melihat putri keduanya memberikan isyarat tangan karena Celine tak ingin bersuara.
"Ada apa sayang tumben kamu menghubungi kami, apa ada sesuatu??" tanya ibunya setelah mendapatkan ponselnya dari Celine.
"Ma...aku akan pulang besok dan akan memperkenalkan seseorang pada kalian, tolong katakan pada Baba luangkan waktunya untukku Ma..karena aku akan membicarakan hal penting!!" ucap Lin Qian memberitahu ibunya.
"Hao hao..memang ada apa sayang kok mendadak sekali, apa terjadi sesuatu disana, apakah ada yang mengusikmu lagi??" tanya ibunya penasaran.
"Meiyou..meiyou Ma...aku hanya ingin mengatakannya saat sudah sampai rumah saja" ucap Lin Qian, ia tak akan mengatakan permasalahan yang ia hadapi sebelumnya baginya kedua orang tuanya tak perlu mengetahui bahwa ia dikeluarkan dari perusahaan.
"Oh hao...hao le sayang, jaga selalu kesehatanmu sayang jangan terlalu banyak berfikir yang bisa membuatmu stress...hao de ibu tunggu sampai tiba di rumah..." ucap nyonya Han Yuan ibunya.
__ADS_1