
Beberapa hari kemudian akhirnya Lin Qian sudah sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasanya, ini berkat kegigihan dan semangat dari suaminya yang selalu menemani proses penyembuhan.
"Sayang bagaimana apakah masih terasa sakit??" tanya suaminya.
"Meiyou Gege justru aku merasa lebih sehat dan segar dibandingkan sebelumnya" jawab Lin Qian sembari mendekati suaminya yang sedang bekerja dengan laptopnya diatas kasur.
"Xiexie wo de laogong, kamu sudah mau mengurusku dan menemaniku disini sampai kamu harus bekerja online demi diriku muuuach" ucap Lin Qian yang bergelayut manja lalu mencium bibir suaminya tiba-tiba.
"Sama-sama sayang muuuach" ucap Kenny Lin membalas ciuman itu.
"Hari ini apa yang ingin kamu lakukan??" tanya Kenny Lin.
"Aku belum ada agenda Gege, tapi sebenarnya aku ingin ke Gaman Cafe sudah lama aku tak kesana" ucap Lin Qian.
Saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba terdengar suara dering ponsel dari atas nakas, Kenny Lin lalu meraih ponsel tersebut dan mengangkatnya.
📲"Halo Fuqin" ucap Kenny Lin yang tahu bahwa si penelpon itu tuan Michael He.
"Bagaimana kabarmu nak, aku sudah lama tak melihat kalian di Gaman Cafe sejak minggu lalu, apa terjadi sesuatu atau ada masalah yang serius sekarang??" tanya tuan Michael He ingin tahu.
"Kami baik-baik saja Fuqin, hanya saja seminggu lalu saat kami sudah berada di apartemen, Lin Qian ingin pergi ke Gaman Cafe namun di jalan ada masalah, kaki Qiqi terkilir akibat tersandung jadi aku harus mengurus dan menemaninya sampai benar-benar sembuh" ucap Kenny Lin menjelaskan.
"Oh hao ba jagalah baik-baik dia nak, jika ada waktu berkunjunglah ke rumah Fuqin" ujar tuan Michael He.
"Hao hao Fuqin akan aku usahakan" jawab Kenny Lin lalu menutup sambungan telponnya.
__ADS_1
"Siapa Gege??" tanya istrinya yang sedang duduk manis mencoba membuka file-file di laptop yang Kenny Lin kerjakan.
"Oh zhe tuan Michael He" jawab Kenny Lin, belum selesai berbicara banyak lalu ponselnya berdering lagi.
POV Pertemuan yang dipenuhi tanda tanya.
📲"Halo paman, ada apa??" tanya Kenny Lin to the point.
"Oh shi emm Kenny Lin, apa kamu ada waktu paman ingin bertemu denganmu sebentar, bisakah kita berbicara sesuatu??" tanya Yunhaoming.
"Hao ba paman, tapi aku ingin ditemani Qiqi boleh kan??" tanya Kenny Lin lagi.
"Terserah padamu, kita bertemu di Y Cafe, paman tunggu" ucap Yunhaoming tak lama-lama lalu menutup ponselnya sepihak.
"Oh Shi itu paman Yunhaoming, Qilai ba gantilah pakaianmu dengan pakaian yang nyaman, aku tunggu di ruang tamu, kita akan pergi ke Y Cafe" ucap Kenny Lin lalu keluar kamar.
"Kenapa paman Yunhaoming ingin bertemu dengan Gege?? ada apa ini?? sepertinya ada suatu hal yang harus Gege ketahui?? Hao le aku akan segera berdandan saja" ucap Lin Qian dalam hati, ia memutar otaknya berfikir apa yang akan mereka ketahui setelah mereka sampai disana.
Lin Qian memakai pakaian kasual, berdandan dengan sederhana dan seadanya.
"Gege..bagaimana penampilanku??" tanya Lin Qian saat sampai diruang tamu.
"Sayang kamu cantik sekali" Kenny Lin memberikan nilai plus pada dandanan istrinya ini, ia kagum istrinya tak banyak berdandan yang aneh-aneh dan mencolok saat keluar rumah bersamanya, Qiqi berdandan sesuai yang ia inginkan, karena sebetulnya ia tak hobi berdandan.
"Xiexie Gege" ucap Lin Qian tersenyum
__ADS_1
"Hao Qilai ba, paman sudah menunggu" ucap Kenny Lin langsung menggandeng tangan kanan Qiqi dari awal meninggalakan apartemennya sampai menuju mobilnya, mobil Kenny Lin sudah di antarkan oleh Liu Yucha saat Kenny Lin menemani istrinya yang sedang sakit itu, ia berfikir alangkah bagusnya jika ia bepergian jauh menggunakan mobilnya sendiri.
"Gege mobil ini kapan diantar kemari?? bukankah masih dipakai oleh Liu Yucha??" tanya Qiqi yang kepo karena selama ia sakit ia tak pergi keluar kamar sama sekali segala kebutuhannya dipenuhi oleh suaminya.
"Oh Shi aku sudah menghubungi Liu Yucha beberapa hari yang lalu saat dirimu masih sakit sayang, lagipula aku tak mungkin bepergian jauh menggunakan taksi online terus, bukankah begitu sayang??" tanya Kenny Lin pada istrinya dengan mengendikkan sebelah alisnya.
"Shi shi shi Gege, hitung-hitung menghemat budget bukan daripada uangnya dipake untuk membayar taksi lebih baik untuk yang lain hehe..aku tahu jalan pikiranmu hihi.." ucap Qiqi tertawa kecil dengan sedikit menyunggingkan senyum diwajahnya yang manis.
"Hao le hao le..cepat masuk baobei sampai kapan kita akan tiba di lokasi" ujar Kenny Lin membukakan pintu mobil untuk istri tercinta.
"Yes..i know" ucap Qiqi kemudian.
Kenny Lin lalu masuk kedalam mobil untuk menyetir, ia menyetir mobil dengan kecepatan sedang, sempat sesekali ia tak fokus pada kemudinya, namun Qiqi cepat tanggap membangunkan lamunannya, Qiqi tak ingin terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan saat diperjalanan ini, beberapa kali Qiqi menyenggol lengan suaminya itu.
"Gege berkonsentrasilah dalam menyetir jangan memikirkan sesuatu dahulu atau setidaknya kamu berbicara sesuatu padaku agar bebanmu biar sedikit berkurang" ucap Qiqi memberikan teguran pada suaminya.
"Oh duibuqi duibuqi baobei, aku telah mendiamkanmu sejak tadi, aku hanya sedang berfikir mengapa nada bicara paman saat ditelfon tadi seperti memberikan isyarat yang sangat penting untukku, kira-kira apa yang ingin dia beritahukan padaku ya sayang, aku pun menjadi penasaran, mangkanya sejak tadi aku kurang fokus" ujar Kenny Lin.
"Shi Gege, aku pun berfikiran hal yang sama sepertimu, untungnya kamu mau mengajakku jadi aku bisa mengetahui apa tujuan paman ingin bertemu denganmu sekarang juga, oh Hao Gege..apakah kamu pernah merasakan perasaan yang aneh semenjak kamu kenal dengan paman Yunhaoming??" tanya istrinya menyelidik.
"Shi baobei..aku merasa kenapa mommy menyembunyikan sesuatu dariku sejak aku masih kecil dan paman Yunhaoming itu yang tahu semua hal, aku pun sebenarnya tak terlalu mengenal paman Yunhaoming, tapi menurut ucapannya ia adalah teman akrab mommy semenjak sekolah dulu, hanya saja lebih detailnya tentang asal usul dan masa lalunya aku kurang tahu bagaimana mereka berdua bisa berteman dan dekat seperti ini" ujar Kenny Lin sembari menyetir.
"So Gege..kamu tak pernah tahu mommy dan paman Yunhaoming selama ini mereka telah menyembunyikan sesuatu yang penting darimu??" tanya Qiqi agak terkejut, ia mengira suaminya itu tahu banyak tentang kehidupan si paman dan mommynya selama ini.
"Shi Qiqi..dulu sewaktu aku masih kecil aku sempat bertanya pada mommy mengapa aku tak pernah melihat daddy ku, dimana dia sekarang?? hanya saja mommy tak pernah memberikan alasan yang logis dan jawaban yang masuk akal untuk menjawab pertanyaanku itu, ia lebih sering mengalihkan pembicaraanku daripada memberitahukan sesuatu padaku" ucap Kenny Lin yang mengingat masa lalunya, masa kecilnya yang tumbuh tanpa didampingi sesosok figur seorang ayah hingga ia merasakan kasih sayang seorang ayah dari paman Yunhaoming.
__ADS_1