
Tak terasa kini memasuki bulan Mei. Tepat hari Senin, tanggal 5 Mei 2008. Seperti biasa senyuman itu tak pernah absen dari pandanganku. Kejadian tersebut sewaktu pulang sekolah, aku heran saja sih sama sikap Fabian yang selalu meninggalkan tanda tanya di otakku. Aku nggak sendirian, maksudnya aku selalu bersama Luna, Gazela, dan Puji. Sementara Fabian juga nggak sendirian, pasti sama temannya. Fabian selalu menyempatkan senyum padaku kala kita berpapasan sembari mencuri-curi kesempatan. Aku selalu membalasnya dengan senyuman juga kearah Fabian. Mungkin Fabian tak menyadari bahwa senyuman yang selalu dia lemparkan untukku pasti di lihat oleh teman-teman terdekat dan tanpa dia sadari telah membuatku salah tingkah.
Aku semakin tak mengerti dengan sikap anehnya itu. Belum lagi mimpi tentangnya juga masih berlanjut hingga kini. Aku tak tahu persis kenapa mimpi itu selalu menyambangiku saat tidur, padahal sebelumnya aku nggak terlalu mikirin Fabian banget.
Hari-hari berikutnya aku tak berpapasan lagi padanya. Karena saat aku keluar kelas, dia sudah pulang duluan. Yah, semenjak itu aku tak pernah melihatnya tersenyum lagi padaku. Rasanya seperti ada yang hilang kala tak melihat senyuman itu. Di awal-awal bulan Mei, mimpi itu masih sering datang untuk menyambangi tidurku.
Aku merasa selama ini aku memimpikannya pasti ada kejadian aneh. Sampai aku bingung sendiri untuk memaknai tentang arti mimpi yang selama ini kudapatkan dari Fabian. Rasanya antara aku memimpikannya atau Fabian yang datang menyambangi mimpiku.
......................
Pertengahan bulan Mei, aku masih memimpikannya. Yah, seperti biasa kejadiannya seakan seperti kejadian nyata.
Aku hari ini terlambat masuk sekolah, tapi untungnya gerbang sekolah masih terbuka. Jadi aku masih bisa masuk. Tak terasa waktu pulang sekolah tiba, aku waktu keluar kelas berpapasan dengan Fabian yang mau ambil motornya di parkiran motor yang kebetulan depan kelasku. Tiba-tiba dia terlihat menoleh kanan dan kiri seperti kebingungan mencari sesuatu.
Tak berapa lama kemudian, salah satu temanku ada yang menemukan sesuatu dan menanyaiku. “Mi, kunci motornya siapa?”
Aku merasa bahwa itu kunci motor punya Fabian, aku segera mengambil kunci motor tersebut dari tangan temanku. Kelanjutannya aku mencari Fabian dari kelas 10 A sampai kelas 10 E, tapi aku tak bertemu dengannya.
__ADS_1
Entah kenapa tiba-tiba aku tengah berada di tempat Mbah Putriku yang rumahnya di Kendal, sebelumnya aku berganti baju terlebih dahulu di dalam dan setelah itu aku keluar kemudian duduk di teras depan rumah sepupuku. Selang beberapa menit kemudian, aku melihat Fabian datang kemari dan masih mencari-cari kunci motornya. “Woy, kunci motorku kemana sih?”.
Terus salah satu temannya ada yang mengatakan bahwa kunci motornya dibawa olehku. Otomatis Fabian menghampiriku dan mengatakan”Mi, kunci motorku mana?”
Tanpa mengomentari Fabian, aku langsung memberi kunci motor tersebut padanya sambil memberinya omelan supaya tak teledor lagi. Tapi bukannya berterima kasih malah Fabian mengejekku. Aku bergantian memarahinya.
Saat terbangun dari tidur, aku yang masih merasakan mengantuk dan tiba-tiba ingat sesuatu. Yup, ingat bahwa tadi aku memimpikannya lagi. Refleks jantungku rasanya berdesir hebat saat aku mengingat kejadian itu. “Maksudnya apaan coba dengan mimpi itu” gumamku dengan perasaan bingung setengah mati. Karena setiap memimpikannya hati dan otakku selalu bertanya-tanya tentang maksud mimpi yang selalu menyambangiku setiap malam.
......................
Ah, masa sih aku beneran jatuh cinta sama dia. Tapi kalau nggak jatuh cinta padanya pasti aku nggak akan mengalami seperti ini. Yup, mengalami perasaan yang tengah berkecamuk tak karuan ini padaku. Aneh saja aku merasakan ini semua.
Akhir-akhir ini aku tak berpapasan dengan Fabian lagi. Rasanya ada yang aneh dengan hatiku yang selalu bertanya-tanya tentang senyum itu. Setelah sadar, aku cepat-cepat menampik semua perasaanku. “Nggak mungkin ah, aku naksir Fabian” batinku cepat-cepat langsung menepis semua perasaanku yang kini tengah berlonjak-lonjak tak karuan.
Beberapa hari kemudian, aku seperti memimpikannya lagi. Yup, karena aku merasa tengah mengalami kejadian seperti kenyataan.
Aku yang tengah duduk-duduk di luar sampai lama sekali. Tak berapa lama kemudian, aku lihat Fabian keluar gerbang sekolah bersama temannya. Tenyata Fabian menghentikan langkahnya di depan gerobak batagor depan sekolah. Sembari menanti pesanan, kulihat Fabian tengah mengeluarkan handphone-nya dan menelpon seseorang. Entah kenapa, aku merasa cemburu saat Fabian tengah bertelpon ria dengan seseorang yang ada di telpon tersebut.
__ADS_1
Entah karena apa, aku tiba-tiba terbangun dan mengingat kejadian baru saja yang ternyata itu hanya mimpi. Rasa aneh itu bergelayut lagi di hatiku. Rasa cemburu dan salah tingkah langsung berpacu cepat di hatiku.
Aku merasa saat tak bertemunya Fabian aku semakin memimpikannya. “Masa aku kangen sama senyumnya, aneh deh rasanya. Kenapa sih rasanya begini banget” batinku dengan perasaan yang semakin aneh.
Malam berganti dan mimpi itu tak mau pergi dari tidurku. Aku semakin sering memimpikannya. Seperti malam ini aku bertemu dengannya lewat mimpi.
Aku yang siang ini pulang sekolah sendirian, tanpa Luna dan Gazela. Entah kemana mereka. Sewaktu aku tengah berjalan, aku melihat Fabian tengah berjalan dengan temannya. Saat Fabian bergantian melihatku, seulas senyum langsung mendarat kearahku dengan posisi teman yang ada di sebelahnya ditutupin. Aku tersenyum melihat tingkah Fabian.
Lagi-lagi aku tersentak saat menyadari bahwa kejadian tersebut ternyata mimpi. Jantungku langsung berdegup tak karuan lagi saat menyadari perihal itu.
......................
Setelah beberapa kali memimpikannya, aku sekarang tak memimpikannya lagi dan belum lagi di sekolah aku tak bertemu dengannya. Rasanya ada yang aneh dihatiku. Seperti tak bertemu Fabian dalam waktu jangka panjang.
Aku menyibukkan waktu untuk berlatih menari, karena diberi tugas kelompok untuk menari di pelajaran Kesenian untuk awal Juni. Sedikit membuatku lupa dengan Fabian yang tak pernah absen dari bayang-bayang benakku.
......................
__ADS_1