First Love & Best Friend

First Love & Best Friend
Tiga Puluh Tiga


__ADS_3

Liburan semester kali ini khusus semua kelas 12 SMA diisi dengan tambahan pelajaran selama seminggu lamanya. Karena tanggal 18 Januari 2010 sudah mulai Try Out Pemerintah tahap 1. Dikesempatan ini juga, kami boleh memakai baju bebas asal rapi. Tapi, aku dan ketiga temanku tetap memilih mengenakan baju seragam.


Jadi mau tak mau harus mengejar materi soal-soal untuk persiapanTry Out yang nantinya akan jadi materi Ujian Nasional juga. Materi tersebut diambil dari materi kelas 10 sampai materi kelas 11. Padahal materi-materi itu sudah hampir aku lupa semua. Tapi karena dibahas lagi materi dari kelas 10 dan 11, akhirnya ingat kembali. Tambahan pelajaran di sekolah hanya sebentar saja.


Liburan telah usai, dan kini aku masuk sekolah seperti biasa menduduki semester 2 di kelas 12 SMA. Dimana sebentar lagi akan mengikuti Ujian Nasional dan meninggalkan bangku SMA. Rasanya baru kemarin pendaftaran bertemu Fabian, rasanya baru kemarin aku mendapatkan masalah yang membuatku depresi berat, rasanya baru kemarin masuk di awal kelas 12 IS 4 dan mendapatkan teman-teman gokil bin crazy, kenal dekat dengan Wawan dan teman-teman lainnya, dimana baru kemarin satu kelas ngerjain guru sampai marah sekarang sudah tinggal menghitung bulan lagi untuk meninggalkan bangku ini.


Awal bulan Januari 2010. Tanggal 4 Januari 2010, seperti memberi semangat baru di semester 2 ini. Aku sudah mulai masuk seperti biasa lagi. Saat pulang sekolah siang ini, seperti biasa aku dan teman-teman menghampiri sekalian menanti Gazela yang berada di kelas 12 IA 1. Ternyata Gazela sudah keluar kelas, jadi tak butuh waktu lama menantinya keluar kelas. Saat berjalan melewati kelas 11 IA 1, kulihat Fabian sedang berdiri di depan kelas. Fabian juga melihatku beserta teman-temanku, segera aku berpamitan padanya saat melintas di depannya persis.”Pulang Fab...”.


Fabian meresponku dengan anggukan disertai senyuman manisnya. Lagi dan lagi aku salah tingkah sekali saat mengalami kejadian baru saja. Aku dan ketiga temanku segera menuruni tangga dan pulang.


......................


Keesokan harinya, tanggal 5 Januari 2010. Tepat pulang sekolah juga. aku dipertemukan lagi dengan Fabian saat akan keluar gerbang sekolah. Aku yang tengah berbincang-bincang dengan ketiga temanku sembari berjalan keluar gerbang kedua, mendadak menoleh karena aku merasa ada seseorang yang tengah jalan di belakangku. Ternyata yang jalan di belakangku adalah Fabian seorang diri.


“Eh, kamu ternyata Fab” kejutku saat menoleh ke belakang.


”Kamu pulangnya naik bis Mi?” tanya Fabian penuh senyum.


“Iyalah Fab, emang mau kamu anter sampai rumah” candaku pada Fabian.


“Motorku dibawa adikku Mi” jawab Fabian serius.


Mendengar Fabian berkata demikian, aku spechleess. “Deg! Seriusan nih Fabian responnya. Padahal niatku cuma bercandain dia doang kok. Kalau motornya nggak dibawa adiknya, jadi aku beneran ditebengin dia dong” batinku langsung salah tingkah, walau sebenarnya senang.

__ADS_1


Aku semakin tak mengerti dibalik tingkah Fabian ini. Kenapa begitu? karena aku merasa Fabian itu aneh tingkahnya saat berhadapan denganku. Seharusnya setelah mengetahui Fabian sudah punya cewek, aku bisa move on sepenuhnya. Tapi ternyata aku nggak bisa, sekali melihat dia senyum atau menegurku, hatiku langsung goyah. Aku merasa, aku juga tak bisa marah atau mengungkapkan perasaan jealous di depannya secara langsung. Aku hanya bisa memendam semua ini di dalam hati saja. Dan hal yang membuatku terkejut adalah saat Gazela bercerita padaku perihal Fabian sudah putus dengan Ika teman sekelasnya. “Hahh? Secepat itu mereka pacarannya? Pantas saja, Fabian menyapaku lagi” batinku sangat terkejut sekali. Maksud Fabian apa sih ngelakuin itu semua sama aku? Aku berusaha positive thinking dengan semua tingkah Fabian, mungkin perlakuan manisnya selama ini karena dia memang baik hati padaku. Tanpa sadar benakku flashback ke jaman SMP disaat aku sekelas dengannya dulu, betapa baiknya dia. Tapi kenapa tiba-tiba aku berpikir seperti ini. “Kenapa Fab, kamu seperti meraihku lagi? Kenapa kamu ngelakuin ini semua sama aku. Kalau akhirnya kamu jadian sama cewek lain? Bahkan nantinya aku beneran suka sama kamu gimana?” sedihku saat merenungi semuanya tentang tingkah Fabian yang penuh tanda tanya.


......................


Masih saja kepikiran dengan tingkah Fabian yang aneh. “Sudah bagus kemarin-kemarin aku lupain kamu. Eh, kamu nyapa aku lagi. Bukannya aku melarang kamu buat senyum ke aku, bukannya aku melarang kamu buat pamitan sama aku. Tapi aku merasa kenapa kamu seperti mengambil hatiku lagi Fab, kalau misal aku dianggap teman biasa kenapa semua yang kamu lakuin ke aku nggak kamu lakuin ke Luna, Tyas sama Gazela. Kalau misal aku dianggap teman biasa sama kamu, kenapa sewaktu kamu jadian sama temen sekelasmu nggak pernah kasih aku seulas senyuman lagi” pikirku yang tak henti-hentinya merenungkan ini semua tentang tingkah Fabian lagi. Benakku terus-terusan menemukan jawaban dibalik sikap Fabian walau akhirnya aku menyerah dan tak menemukan jawaban itu.


Keesokan harinya tepat tanggal 6 Januari 2010. Kebetulan hari ini ulang tahun Rere juga. Siang ini, saat pulang sekolah. Aku dan Luna menghampiri Tyas di kelas 12 IS 2. Ternyata Tyas sudah keluar terlebih dahulu dengan keadaan pucat, kami bertemu di depan ruang guru. Tyas mengeluh sakit. Akhirnya karena tak ada tempat duduk di dekat tangga ruang guru, kami bertiga duduk dengan cara jongkok. Tapi aku tak tahan berjongkok lama-lama dan akhirnya berdiri sembari melihat-lihat sekitar dibawah, sementara Luna dan Tyas masih duduk disana. Tanpa sadar, aku melihat Fabian yang akan menuju ruang guru dan langsung aku pura-pura jaim sembari mengalihkan pandangan dari Fabian.


Tapi terlambat saat Fabian terlanjur menegurku.


“Mi, kamu nggak pulang?” tegur Fabian yang membuatku langsung menoleh kearahnya dengan hiasan senyuman yang selalu mendarat manis kearahku.


”Iya Fab, nanti aku pulangnya. Kamu sendiri nggak pulang?” cengirku sembari menanyakan balik pada Fabian.


“Ohh, oke deh Fab” anggukku padanya.


Setelah Fabian masuk ke ruang guru. Kulihat Gazela datang menghampiri kami dan mengatakan nggak bisa pulang bersama karena ada tambahan Biologi.”Aku udah tahu kok, dari Fabian” batinku sembari mengumpat senyum tersipu. Akhirnya aku, Luna, dan Tyas segera meninggalkan sekolah untuk pulang ke rumah.


Lagi-lagi kejadian baru saja membuatku tersipu dan pastinya benakku dipenuhi dengan bejibun pertanyaan dengan tingkah Fabian yang aneh itu. Aku tak bisa mengumpat senyumku kala mengingat kejadian tadi.


Sore harinya, aku teringat ingin mengucapkan ulang tahun untuk Rere. Segera aku menelpon Rere saat ini juga.


“Hallo...” ucapku langsung saat telepon itu tersambung.

__ADS_1


“Hallo.. Iya Mi” respon Rere saat merespon teleponku.


“Happy birthday Rere Sayang. Semoga tambah semuanya deh buat kamu Re.” ucapku memberi kejutan pada Rere sore ini untuk sahabatku tercinta


“Ah, Mimi.. thanks banget ya buat ucapannya” ucap Rere senang.


“Iya Re, sama-sama. Kadonya nyusul ya” kataku.


“Ah, kamu Mi ngrepotin saja. Udah ngucapin ulang tahun aja aku udah seneng banget” terang Rere.


“Nggak apa dong Re. Oya Re, tadi waktu pulang Fabian nyapa aku lagi tauk” ceritaku pada Rere.


“Ciee, ciee di sapa lagi sama Mas Fabian. Seneng dong” gelak Rere terdengar dari telepon.


“Ah Rere. Padahal tadi aku berusaha jaim sama dia, eh ditegur Fabian. Tetep aja nggak bisa jual mahal sama dia” balasku malu-malu.


“Cieee... perasaan dia begitu terus sama kamu Mi. Bikin aku geli saja dengar ceritamu Mi”terang Rere yang terdengar masih geli sekali.


“Aku juga nggak tahu Re, kenapa Fabian begitu terus sama aku. Bikin tanda tanya saja deh” curhatku sembari mengingat kejadian tadi di sekolah.


“Hehee... apaan ya Mi, aku sendiri juga nggak ngerti deh” bingung Rere juga.


Perasaanku benar-benar lega ketika semua rasa gelisahku kucurahkan pada Rere. Yup, Rere tak pernah bosan dengan curhatanku tentang Fabian. Aku juga nyaman sekali berteman dengannya. Rasanya beruntung sekali mengenal dan dekat dengan Rere sampai sejauh ini.

__ADS_1


......................


__ADS_2