
Entah apa yang ada dipikiranku saat ini, mengingat maksud Gazela mengumbar rahasiaku tentang perasaanku ke Fabian pada Mamanya Gazela sendiri apa. Semenjak Gazela sebut-sebut nama Fabian lagi. Otomatis aku teringat akan wajah Fabian lagi. Sudah bagus kemarin aku lupa akan sosok Fabian, sekarang aku mengingatnya lagi. Hatiku merasa sakit sekali saat mengingat Fabian mengatakan cintanya pada Okta waktu itu. Benar-benar sakit. Tapi aku mencoba melupakan kejadian itu.
Aku sedih saat otakku kembali mengingat masa-masa SMP dan SMA dulu. Sementara lain, aku sendiri tak pernah bertemu dengan Fabian lagi. Iya, semenjak awal Maret itu dan aku yang tak jadi menebeng Fabian. Tapi semakin kesini, perasaan aneh selalu saja menyapa hatiku. Wawan sendiri semakin mendukungku saat aku semakin sering bercerita tentang Fabian, walau tanpa sadar membuat hatiku salah tingkah. “Wawan sepertinya mendukungku sekali deh. Habisnya, suka sekali meledekku dengan Fabian” batinku heran.
Lagi dan lagi aku seperti mengalami kejadian nyata tapi ternyata mimpi
Mendadak aku seperti ada di kampusku sendiri, tepatnya tengah duduk di post satpam kampusku. Tanpa sadar, pandanganku beralih pada seseorang yang tak lain Fabian. Aku segera menghampiri Fabian yang sedang duduk di motornya.
“Lhoh Fab, kamu ngapain ada disini?” tanyaku sembari langkahku menghampiri Fabian.
Fabian menoleh, lalu tersenyum padaku dan meresponku. “Lagi nungguin cewekku Mi...”
Aku terkejut dan langsung heboh. “Eh, cewekmu kuliah sini juga ya. Jurusan apa dia Fab?”
“Cewekku kan kamu Mi” jawab Fabian singkat penuh senyum
Aku dibuat terkejur lagi saat mendengarkan Fabian berkata demikian padaku.”Apa Fab? Aku cewekmu?” ulangku sembari menunjuk diri sendiri.
Fabian mengangguk cepat dan tersenyum lagi padaku. “Iya Mi, makanya aku kesini buat jemput kamu. Aku ingin ngenalin kamu ke orang tuaku” terang Fabian.
Benakku masih bertanya-tanya dengan penjelasan Fabian padaku, tanpa pikir panjang aku segera membonceng Fabian.
Sesampai rumahnya Fabian, aku langsung diajak masuk dan duduk suruh di ruang tamu oleh Fabian. Sementara Fabian masuk ke dalam untuk memanggil kedua orang tuanya. Tapi yang kutemui hanya Ayahnya saja, karena Ibunya tengah keluar.
“Om...” anggukku penuh senyum saat menyapa beliau yang duduk di seberang sofa yang ku duduki dan bersalaman dengan Ayah Fabian.
Ayah Fabian tampak mengangguk dan tersenyum ramah padaku, lalu aku disuruh duduk lagi.
“Oh, ini ya yang namanya Mimi. Fabian sering sekali bercerita tentang kamu” terang Ayah Fabian.
__ADS_1
Aku sedikit terkejut saat Ayah Fabian mengatakan begitu padaku.”Hahh? Fabian cerita apa saja tentangku?” tanyaku dalam hati.
Kemudian aku dan Ayah Fabian saling bercerita. Ayah Fabian bertanya-tanya tentang keluargaku, tentangku yang sekarang, dan banyak lagi. Entah kenapa, saat aku dari tadi memanggil Ayah Fabian dengan sebutan “Om”. Tiba-tiba Ayah Fabian mengatakan”Sudah, kamu manggil Saya Papa saja. Seperti Fabian memanggil Saya”. Mendengar itu, Fabian yang tiba-tiba duduk di sebelah kiriku ikutan tersenyum kearahku.
Aku terbangun karena belum solat Isya. Dan tersadar bahwa kejadian baru saja adalah mimpi aku sangat terkejut.”Fabian ngenalin aku sama orang tuanya? Maksud Fabian apa ya?” batinku bertanya-tanya terus.
......................
Semenjak mimpi semalam itu, aku selalu dibuat bertanya-tanya dalam hati tentang mimpi yang masih saja datang untukku. Saking kepikirannya, hampir nggak bisa berkonsentrasi aku dibuatnya saat kuliah berlangsung. “Ada apa ya yang terjadi padaku dan Fabian? Aku semakin tak mengerti dengan semuanya. Iya, arti senyuman darinya, arti tingkahnya sama aku, arti mimpi juga yang sampai sekarang masih bersemayam di tidurku. Kenapa semua ini berakhir seperti ini? Padahal sebelumnya aku tak pernah mengalami kejadian ini dan aku merasa juga saat pertemuanku dengan Fabian merasa aneh sekali” batinku yang tak henti-hentinya menanyakan tentang apa yang terjadi padaku.
Belum lama aku mengalami kejadian mimpi yang kemarin, kali ini aku mengalami kejadian yang hampir nyata lagi karena tidur di depan tv.
Aku seperti berada di kampusku sendiri. Aku yang baru saja selesai mengurus wisudaan, rencana mencari Fabian yang kebetulan satu kampus denganku walau beda jurusan. Tiba-tiba aku berpapasan dengan teman-teman dekat Fabian. Dan salah satu diantara mereka, ada yang mengatakan”Mi, kasian tuh Fabian. Dia lagi bingung cari judul skripsi. Sekarang Fabian di perpustakaan”
Mendengar penjelasan dari salah satu temannya, aku merespon”Oh, Fabian di perpustakaan ternyata. Thanks ya”
Aku mengangguk untuk mereka. Setelah itu, aku berpisah dan aku segera menuju ke perpustakaan untuk menghampiri Fabian. Sesampainya perpustakaan, kulihat Fabian masih berkutat dengan bejibun buku dan beberapa contoh skripsi di hadapannya.
Segera kuhampiri Fabian yang tengah duduk sendirian sembari duduk di seberang kursinya dan mengatakan.”Tadi aku habis ketemu teman-temanmu terus bilang kamu lagi pusing cari judul skripsi”
Ternyata suaraku membuat Fabian langsung mendongak kearahku.”Iya nih Mi. Aku pusing banget cari judulnya” cerita Fabian dengan ekspresi pasrah
Aku tersenyum saat Fabian mengatakan itu, lalu aku meresponnya dengan kata-kata menyupport.”Sabar Fab, nanti juga ketemu kok judul skripsinya”.
Entah kenapa, tiba-tiba Fabian memegang tanganku dan menatapku dengan tatapan lembut lalu mengatakan.”Mi, kamu mau nggak nungguin aku sampai selesai kuliah nanti?”
Aku terkejut saat Fabian mengatakan itu, sementara tanganku masih digenggam Fabian. Dan tanpa pikir panjang aku mengangguk setuju untuk Fabian.”Iya Fab, aku mau kok nungguin kamu sampai selesai kuliah” ucapku penuh senyum.
“Thanks ya Mi” senyum Fabian melebar.
__ADS_1
Aku mengangguk sekali lagi untuk Fabian karena ucapan terima kasihnya.
Refleks aku kebangun dari tidur dan menyadari bahwa kejadian baru saja ternyata hanya mimpi. “Astagfirullah! Mimpi apa aku baru saja? Fabian mau serius sama aku?” batinku terkejut sekali sembari mengingat-ingat mimpi yang berasa nyata itu. Padahal sebelumnya aku nggak mikirin Fabian. Yup, kejadian mimpi ini terjadi saat aku tengah sibuk dengan Tugas Akhirku. Aku masih saja bertanya-tanya tentang kejadian di mimpi.
......................
Rasanya baru beberapa bulan kemarin aku patah hati gara-gara Fabian. Tapi ternyata mimpi tentang Fabian masih saja datang menyambangi tidurku. Dalam mimpi tersebut, rasanya Fabian seperti memberiku harapan baru lagi padaku. “Masa Fabian nyesel udah nembak Okta tanpa sepengatuhanku? Nggak mungkin juga, Fabian bukan begitu orangnya. Bahkan dalam kenyataannya Fabian juga tak tahu apa yang terjadi padaku” batinku bertanya-tanya lagi. Apa jangan-jangan aku selama ini nggak peka lagi sama perasaannya lewat tingkah anehnya. Belum lagi dengar-dengar ada adik kelas yang menyukaiku. Sepertinya Fabian tak terima, makanya dia mendatangiku lewat mimpi. Tapi aku sendiri nggak tahu persis bagaimana benarnya.
Aku memang menyadari perasaanku kini, ternyata perasaanku sama Fabian masih ada. Lagi-lagi aku berdoa”Ya Allah, jika Fabian jodohku, dekatkanku dengannya. Kalau belum jodoh, jauhkan semua perasaanku selama ini sampai benar-benar hilang”.
Mimpi itu sepertinya memang tak mau hilang dari tidurku. Seperti malam ini aku merasa mengalami kejadian seperti kenyataan lagi.
Malam ini saat aku tengah di kamar, tiba-tiba mendapat SMS dari Fabian yang berisikan. “Mi, sebenarnya dihatimu udah ada seseorang belum sih?”
Aku terkejut saat membaca pesan singkat dari Fabian, lalu tanpa pikir panjang aku membalas pesan singkatnya.”Hmm, belum Fab. Kenapa?”
Tak butuh waktu lama, Fabian membalas pesan singkatku lagi. “Will you marry me....”
Pesan singkat kudapatkan lagi dari Fabian. Saat membaca pesan singkatnya, aku sangat terkejut dan pastinya spechleess. “Hahh, Fabian melamarku?” batinku salah tingkah sekali.
Saat akan membalas darinya......
Aku kebangun dan pastinya terkejut sekali saat menyadari bahwa kejadian baru saja adalah mimpi. “Eh, tadi aku mimpi apaan ya?” tanyaku dalam hati. “Sepertinya tadi aku mimpi dilamar sama Fabian?” gumamku saat mengingat kejadian dalam mimpi tersebut.
Aku tengah merenungi sesuatu yang akhir-akhir ini menimpaku walaupun lewat mimpi. “Apa sih maksud dari mimpi-mimpi yang tengah menimpaku kini? Mimpi Fabian ngenalin aku pada orangtuanya, mimpi Fabian ngajakin aku serius dalam hubungan, dan yang paling terakhir itu mimpi aku dilamar Fabian?” batinku masih saja mempertanyakan tentang kejadian yang kualami akhir-akhit ini lewat mimpi.
Bahkan semakin kesini saat aku bercerita pada teman-teman dekatku sepertinya mereka juga nggak mengerti apa yang tengah kualami sampai saat ini. Tapi disisi lain mereka juga menyupportku dengan apa yang tengah kualami saat ini. Rasanya aku seperti diberi petunjuk dari kejadian-kejadian di mimpi tersebut.
......................
__ADS_1