
Masih dalam suasana liburan Semesteran. Di liburan semester kali ini, aku sengaja mengambil Kuliah Semester Pendek dengan tujuan untuk memperbaiki nilai. Kuliah diadakan selama dua hari dalam seminggu. Kebetulan aku mengikuti dua mata kuliah langsung. Walaupun harga per sks-nya mahal. Tapi aku ikuti saja demi perbaikan nilai.
Sibuknya dengan Kuliah Semester Pendek dan revisi Laporan Praktik Kerja menjelang semester 6 ini. Aku sekarang benar-benar lupa dengan Fabian sepenuhnya
Disela-sela aku mengikuti Semester Pendek, membuatku tak lupa akan ber-quality time dengan Stefani dan Nurul. Hanya kami bertiga, entah menghabiskan waktu kemana saja yang penting berkumpul bersama mereka.
Jumat ini, tepat tanggal 15 Februari 2013. Aku, Stefani, dan Nurul memang punya rencana ber-quality time lagi sekalian aku menyervise handphone baruku yang rusak. Dan tepat hari ini juga tepat ulang tahun Fabian. Entah kenapa, ada keinginan mengucapkan ulang tahun untuk Fabian lewat nomor handphone (karena aku sampai sekarang masih menyimpan nomornya). Setelah mengetik pesan singkat yang berisikan ucapan ulang tahun, tapi Fabian tak kunjung membalas. Aku biarkan sejenak, karena aku juga tengah mengirim pesan pada Stefani, Nurul, dan Okta.
Lama-lama aku lupa karena mengucapkan pesan ulang tahun lewat nomor handphone Fabian di SMS. Aku hari ini benar-benar larut dengan rasa senangku bersama Stefani dan Nurul, serta berSMSan ria dengan Okta. Pokoknya merasa terbebas dari beban di pikiranku selama ini. Saking asyiknya hari ini, sampai lupa dengan kejadian mengucapkan ulang tahun pada Fabian dan benar-benar tak peduli dengan Fabian yang akan membalas pesanku atau tidak. Aku tak pernah memaksanya sedikit pun.
Sore hari tiba, sampai tak terasa kami bertiga menghabiskan waktu luang di Mall yang biasa buat tempat nongkrongku dan mereka. Kini aku dan kedua temanku yang tengah singgah mengantre wudhu karena ingin menunaikan solat Ashar. Aku yang masih mengantre wudhu, mendadak ingin mengecek handphone yang kumasukan ke saku celana jeans-ku. Setelah mengecek handphone, ternyata ada 1 pesan di terima. Aku membuka pesan tersebut dan membacanya tanpa melihat dari siapa yang mengirim pesan SMS tersebut.
__ADS_1
Amin, makasih ya ^ ^
Ingat aja ultahku
Itu pesan SMS-nya. Aku berpikir sejenak”Memang tadi aku SMS gimana sama Okta. Kok balasannya begini?”. Aku berpikir agak lama sembari bertanya-tanya dalam hati. Karena masih bingung dengan SMS yang awalnya aku kira dari Okta.
Tanpa sengaja, aku membaca si pengirim SMS tersebut. “Fabian...” kejutku. Setelah benar-benar sadar bahwa tadi pagi aku mengucapkan ulang tahun untuknya, aku hampir teriak kegirangan dan pastinya terselip perasaan salah tingkah yang luar biasa sore ini. Iya, ternyata yang mengirim pesan Fabian mengucapkan terima kasih bukan dari Okta. Sampai-sampai Stefani dan Nurul menoleh kearahku. Sembari mengumpat rasa girang, aku membalas pesan dari Fabian lagi. Akhirnya aku dan Fabian sempat berkirim pesan, walau hanya sebentar saja.
......................
Setelah kejadian itu, aku seperti merasa jatuh cinta lagi padanya. “Iya, benar kata Stefani. Kalau Fabian tak tahu tentang perasaanku yang telah patah hati karenanya” batinku saat menyadari hal tersebut.
__ADS_1
Tapi semakin kesini, aku semakin tak tega menghapus pesan dari Fabian. Pesan Fabian kuhapus karena terpaksa pesan masuknya di handphone jadulku penuh. Setelah kuhapus semua. Aku menangis, karena aku merasa hanya ini kenangan termanis ini darinya. Dan semenjak itu juga, perasaanku berubah menjadi galau lagi. Rasa aneh itu muncul lagi di hati, rasanya seperti jatuh cinta lagi pada Fabian. Iya, rasa yang dulu sudah aku buang jauh-jauh itu ternyata balik lagi ke perasaan cinta lagi. Sayang pastinya.
......................
Di detik-detik menghabiskan waktu liburan semester kali ini, liburan selanjutnya sebelum mulai berangkat kuliah lagi. Aku dan kedua sahabatku menghabiskan waktu di rumah Luna, karena ingin menghabiskan waktu di hari ini juga. Rasanya benar-benar senang sekali hari ini dan di akhiri mengunjungi ke rumah Gazela karena ada suatu hal. Sebenarnya malas sekali ikut kesana, tapi demi Stefani dan Nurul aku mengikutinya.
Setelah masalah yang belum terselesaikan saat ini juga, akhirnya berpamitan juga walau dengan perasaan sebal di hati Nurul. Tiba-tiba Gazela bercerita kepada sang Mama sembari menertawai mengenai aku lulus terlambat karena ada satu hal yang harus kuperbaiki nilainya. Dan lebih parah lagi saat Gazela mengatakan”Ma, masa Mimi suka sama Fabian. Itu lho temen SMP sama SMA”
Aku terkejut sekali, tiba-tiba aku merasakan hatiku sakit sekali saat Gazela mengatakan seperti itu di depan Mamanya. Sore ini, aku ingin menangis rasanya dan mendampratnya karena hal yang menyakitkan tersebut. “Gila! Mulut Gazela tipis sekali, buka aibku terus dia. Lihat saja nanti. Detik ini juga aku menyesal menganggapnya jadi teman dekat dan tak ingin curhat dengan Gazela mengenai apa saja” sumpahku dalam hati dengan perasaan sakit sekali. Saat ini juga mataku berkaca-kaca dan otomatis wajah Fabian ingat lagi sepenuhnya. “Rese loe, jadi temen! Bisanya nusuk dari belakang” umpatku lagi.
Semenjak kejadian itu, aku semakin ilfil dengan cewek bernama Gazela. Orang yang ku kenal baik-baik dari jaman SD sampai sekarang. Dan semenjak kejadian itu juga, aku tak pernah curhat lagi dengannya. Sangat menyesal.
__ADS_1
......................