First Love & Best Friend

First Love & Best Friend
Empat Puluh


__ADS_3

Bulan Ramadhan tiba, di liburan menuju semester 5 ini aku disibukkan dengan kegiatan Praktik Kerja Lapangan dan membuat laporan Praktik Kerja. Saat Praktik Kerja dimulai, aku berangkat dari rumah pukul 05.30 pagi. Sesampainya tempat Praktik Kerja pukul 06.30. Suasana sepi masih terasa sekali saat menyadari tempat Praktik Kerjaku belum ramai dengan kehadiran pegawai-pegawai, ketiga teman sekelasku, teman-teman dari S1, dan teman-teman Magang yang lainnya.


Menjelang pukul 07.30, suasana berubah menjadi ramai karena sudah pada berangkat dan akan mengikuti Apel Pagi hari sebelum beraktivitas. Yup, kegiatan itu kulakukan semenjak Praktik Kerja di sebuah Perpustakaan Daerah. Lama-lama aku merasa nyaman dan menyenangkan saat tengah melakukan Praktik Kerja disini. Karena pegawai-pegawai disini sangat ramah sekali. Kegiatan Praktik Kerja selesai pukul 12.00 siang. Ini sudah kulakukan hampir 2 minggu ini.


......................


Awalnya, aku memang mempunyai kenalan dari jurusan lain bernama Bulan. Dia memintaku agar aku mengenalkan pada teman-temanku cowok. Kebetulan aku juga tengah berkirim pesan dengan teman semasa SMP, padahal aku sendiri juga tak mengenalinya secara detail. Tapi aku selama ini menganggap Reno adalah teman baikku sama seperti aku menganggap Bulan juga


Setelah mereka berkenalan, akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. Ternyata hubungan itu tak berjalan lama, mereka putus karena terjadi missing comunication. Singkat cerita, aku terkejut sekali saat Reno menyatakan cintanya padaku. Langsung bayangan Fabian datang dibenakku. Ada rasa tak enak hati karena aku mengganggapnya teman biasa dan aku sendiri juga sedang menyukai Fabian. Akhirnya dengan berat hati, aku menolaknya. Karena bayangan Fabian semakin jelas saat aku disukai seseorang. Aku sendiri bingung, kenapa jadi seperti ini akhirnya.


Semenjak kejadian itu juga, bayangan Fabian tak henti-hentinya menari dibenakku. Kenangan semasa SMP sampai SMA bermunculan lagi. Iya, kenangan manis itu yang ku lalui bersama Fabian. Walau menurutku sendiri hanya sederhana, tapi hatiku mengatakan bahwa itu sangat special.


Disisi lain, aku masih tak enak hati dengan Reno. Tapi aku menyadari bahwa cinta itu tumbuh dari hati yang terdalam bukan secara paksaan. Aku menyadari hal itu hanya dengan Fabian saja, bukan orang lain.


......................

__ADS_1


Suatu hari, aku yang sembari berangkat menuju tempat Praktik Kerja mengirim pesan untuknya lagi seperti biasa. Tapi ternyata pesan itu tak masuk, hingga aku cemas. Lalu kuputuskan untuk me-misscall-nya dan tanpa sadar menggunakan nomerku yang satunya. Lega karena nomer Fabian akhirnya aktif juga.


Pagi ini seperti biasa, aku melaksanakan kegiatan praktek kerjaku di perpustakaan daerah. Yup, kegiatan ini masih berada di ruang preservasi. Dimana ruangan tersebut isinya membenahi buku-buku rusak, dan disamping itu ada yang membuat punggung nomer buku alias arti lainnya adalah call number. Hari-hari di ruangan itu sangat menyenangkan, karena pegawai di ruangan ini sangat ramah-ramah dan juga lucu. Serta teman-teman anak magang juga menyenangkan.


Siang menjelang, aku yang setengah santai sedang mengecek handphone-ku yang ku masukan ke dalam saku jas almamaterku. Rasa salah tingkah langsung bergelayut saat melihat pesan dari Fabian. Walaupun balasan darinya singkat-singkat, tapi aku senang sekali. Rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Akhirnya aku terlanjur ber-SMS ria dengan Fabian. Saat aku mengajaknya untuk mengikuti Buka Bersama dengan teman-teman SMP. Fabian merespon SMS-ku dengan baik. Aku sangat senang. Rasanya kejadian itu ingin terulang lagi, lagi, dan lagi. Manis sekali.


......................


Hari ini, aku dan temanku anak S1 mendapat giliran jadwal untuk ikut berkeliling menggunakan mobil Perpustakaan Keliling. Dan tepat hari Selasa ini aku mendapat jadwal mengikuti mobil perpustakaan keliling. Tujuan kami berada di daerah GunungPati desa Sumurrejo. Sesampainya disana, mobil Perpustakaan Keliling berhenti di SD Sumurrejo. Anak-anak sekolah dasar antusias mengerebungi mobil Perpustakaan Keliling untuk meminjam dan mengembalikan buku yang mereka pinjam. Setelah selesai mengunjungi SD Sumurrejo dilanjutkan menuju Kelurahan. Aku tersenyum melihat pemandangan sejuk dan warga-warga yang antusias bergerombol ingin meminjam dan mengembalikan buku yang mereka pinjam di mobil Perpustakaan Keliling itu. Saat lengah, aku mengirim pesan untuk Fabian tentang Acara Buka Bersama SMP. Rasanya salah tingkah sekali saat Fabian merespon pesan singkatku terus, rasa semangat siang ini kembali menyala. Nggak akan aku lupakan moment ini.


......................


Sesampainya di tempat acara buka bersama, ternyata masih sepi sekali. Ku tunggu kedatangan teman-teman yang tak membutuhkan waktu lama. Aku senang karena kedatangan Okta bersama Awan. Lalu ada Stefani dan Gazela bersama sepupunya.


Saat Maghrib tiba, Acara Buka Bersama langsung terlaksana. Kami semua segera melahap makanan yang sudah tersedia di depan meja masing-masing. Kecewa sekali ternyata Fabian tak datang di acara Buka Bersama SMP ini.

__ADS_1


Di sela-sela menikmati makanan buka bersama. Gazela mengomporiku karena tak ada kehadiran Fabian di tengah-tengah acara Buka Bersama kali ini. Bahkan Stefani dan Okta ikut-ikutan meledekku. Mengetahui hal tersebut, aku hanya bisa tersenyum kecut di depan mereka semua. Aku merasa sebal dengan tingkah Gazela yang notabennya tak bisa menjaga rahasiaku tentang Fabian. Gazela merasa puas saat meledekku. Sementara aku sendiri hanya bisa merasakan gondok di hati.


Setelah acara buka bersama selesai, Stefani mengajakku keliling-keliling di sekitaran yang tak jauh dari tempat Buka Bersama itu. Sembari menanti papaku menjemputku. Saat aku sudah di jemput, saat itu pula berpisah dengan Stefani di depan parkiran tempat Buka Bersama.


Sesampainya di rumah, aku sudah tak sabar ingin menanyakan pada Fabian tentang ketidakhadiran di Acara Buka Bersama. Setelah mengirim pesan padanya, tak berapa lama kemudian Fabian membalas SMSku yang mengatakan bahwa tadi sepulang kerja ketiduran sampai Adzan Magrib. Benar-benar kecewa, tapi aku berusaha mengerti dengan alasan Fabian. Mungkin tadi Fabian kecapan sepulang kerja, ya sudahlah. Sebenarnya perasaan gondok masih ada.





Aku merasa semakin kesini perasaanku pada Fabian semakin kuat dan dalam, aku juga tak mengerti dengan perasaan yang benar-benar menggangguku saat ini. Rasanya aku telah jatuh cinta lagi. Iya, sama kamu Fabian bukan sama orang-orang lain di facebook yang asal mengatakan cintanya padaku atau dengan Wawan yang sudah akrab denganku sekali, walau Wawan bisa membuatku nyaman juga. Tapi hatiku merasa yakin memilih Fabian.


Aku sendiri juga tak mengerti dengan perasaanku. Aku juga tak peduli Fabian cuek sama aku dengan cara tak pernah membalas pesan SMS-ku lagi, tapi Fabian tetap yang terbaik dimataku. Aku masih saja terbayang-bayang betapa baiknya seorang Fabian padaku dan tanpa sadari membuatku salah tingkah karenanya. Hatiku rasanya seperti meminta untukku agar jatuh cinta pada Fabian. Walau ada beberapa orang menyuruhku agar move on dari Fabian. Tetap saja hatiku memberontak, hatiku seperti yakin menyukai Fabian. Karena aku percaya Fabian orang baik. Iya, Fabian baik sekali. Itu alasan dari dulu aku menyukainya tanpa sadar sampai sekarang.


Aku tahu, sebenarnya aku sendiri tak meminta ini semua. Tapi hatiku tergerak untuk selalu menyukainya. Karena aku juga tak peduli dengan Fabian saat ini bekerja sebagai apa saja.




__ADS_1


Disisi lain, aku yang tengah menyibukkan diri melakukan kegiatan Praktik Kerja tengah berlibur karena menjelang libur Lebaran. Dan kegiatan ini dilanjut 2 minggu kemudian. Tepat pegawai-pegawai juga masuk kerja seperti biasa.





__ADS_2