Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 10


__ADS_3

Sekali lagi Randi mengulangi ucapannya, Randi berapa Lisa mau menikah dengannya walaupun dia ragu akan di terima, setidaknya dia sudah berusaha.


"Bagaimana Lisa apakah kamu mau menikah dengan ku ? tanya Randi kepada Lisa.


”Maaf Bapak jangan bercanda ya, saya tidak pantas untuk bapak , saya minta maaf." ucap Lisa.


"Kenapa tidak pantas bukannya di mata Tuhan kita semua sama, kenapa kamu bilang tidak pantas, bukannya kamu tidak ingin berpacaran dan memilih untuk menikah, bukankah begitu Lisa?" Randi berucap dengan tegas dan sedikit menyudutkan.


"Benar yang Bapak ucapkan tapi untuk saat ini prioritas utama saya bukan menikah dan bukannya tidak mau menikah tapi bukan sekarang , saya masih ingin membahagiakan orang tua saya, menaikkan haji kedua orang tua saya, saya mohon maaf sekali lagi , maaf pak saya undur diri karena saya harus mengerjakan laporan akhir tahun, terimakasih waktunya ucap Lisa".


"Baiklah akan ku tunggu kesiapan mu untuk menjadi istriku, kamu boleh keluar" ucap Randi kepada Lisa.


Lisa menganggukkan kepala "Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam " balas Randi.


"ternyata sulit juga menaklukkan dia , seseorang yang tidak gila harta dan jabatan, cantik, baik lemah lembut aku ingin kamu Lisa, jadi mama dari anak-anak ku kelak , tapi sepertinya harus berjuang lebih keras lagi" batin Randi. Randi melanjutkan pekerjaannya yang tertunda agar dia lekas pulang ke apartemen, ya selama ini dia pulang ke apartemen tidak pulang ke Mensionnya karena malas Mensionnya sepi karena kedua orangtuanya di luar negeri serta adik-adiknya ikut kedua orangtuanya.


 


Di ruangan kerja Lisa...


Lisa duduk di kursi meja kerjanya , sedikit melamun memikirkan apa yang barusan atasannya katakan, pikirannya ke mana-mana Sampai tidak bisa berkonsentrasi dengan apa yang dia kerjakan.


huffff.... Lisa menghela nafas berat.


"Kenapa coba aku mikirin itu mungkin Pak Randi hanya mau balas Budi jadi dia ingin aku menjadi istrinya, maaf Pak kita tidak sekasta kita berjarak jurang yang begitu dalam sehingga kita tidak mungkin menjadi satu". Lisa berperang dalam batinnya,

__ADS_1


jam sudah menunjukkan waktu istirahat , Lisa lantas melaksanakan sholat dan melanjutkan makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan pekerjaannya banyak sekali pekerjaan yang harus di kerjakan tapi tak membuat Lisa lupa untuk melaksanakan kewajibannya. sebelum Lisa melanjutkan pekerjaannya Lisa ijin dengan rekan kerjanya untuk sholat dahulu , Lisa hari ini harus lembur karena banyak kerjaan yang dia harus kerjakan, karena Lisa Minggu depan akan mengajukan cuti karena Lisa ingin pergi ke Malang mengunjungi kedua orang tuanya.


Jam sudah menunjukkan pukul 20.00, Lisa membereskan barang-barangnya, laporan yang di buat sudah selesai Lisa mematikan komputernya menyimpan data-data yang dia kerjakan kedalam flash disk. Lalu Lisa beranjak dari meja kerjanya.


"Lili ayo kita pulang, aku sangat lapar sekali ," ucap Lisa kepada Lili yang sedang membereskan meja kerjanya.


"Sabar Lisa BESTie ku , yang cantik nan Sholehah" ucap Lili sambil menggoda Lisa.


"Lili hari ini temani aku , aku ingin makan bakso, hujan-hujan gini makan bakso yang pedas mantap mungkin," Lisa membayangkan bakso panas di tambah kuah pedas yang menggiurkan.


"Boleh juga ide mu, aku juga lapar , ayo kita cawww...." ucap Lili sambil menggandeng tangan Lisa.


Sampai di depan Lift Lisa tidak sengaja bertemu dengan Randi,


"Kamu belum pulang Lisa?" tanya Randi .


"Naik apa kalian pulang ? sudah malam juga, apa mau kalian saya antar? "tanya Randi kepada dua gadis itu.


"Wah terimakasih banyak Pak, Bapak baik sekali, tapi mohon maaf sebelumnya kami berdua mau ngebakso dulu, mengisi cacing di perut yang sudah meronta-ronta ingin di berikan asupan". Jawab Lisa panjang lebar.


"Wah kebetulan saya juga lapar bolehkah aku dan sekertaris ku ini ikut kalian, sekalian mengantar pulang?" tanya Randi lagi.


"Wah .. Maaf bapak yakin kita makan di kaki lima tar bapak sakit perut , kita rakyat jelata Bapak, bapak tidak biasa makan makanan seperti kam, tapi kalau bapak mau ya udah ayo kita ngebakso." Jawab Lili.


Lisa hanya terdiam di dalam lift , hanya ikut mendengarkan karena masih malu dan Sungkan karena lamaran Randi secara mendadak.


Mereka bertiga menunggu Roni di depan lobi untuk mengambil mobil di parkiran.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat itu Roni " ucap Randi kepada Lisan dan Lili.


Meraka berdua kompak mengganggukan kepalanya. perjalanan dari kantor ke warung bakso itu sekitar 15 menit Roni memarkirkan mobilnya di tepi jalan yang lumayan agak sepi. Mereka berempat berjalan ke penjual bakso. Mereka duduk berhadapan.


"Demi mendapatkan cinta mu Lisa aku rela makan di pinggir jalan seperti ini" Batin Randi.


"Pak bakso empat, dua bakso mercon dua lagi bakso biasa minumnya air mineral empat pak?" ucap Lisa kepada penjual bakso.


"Baik neng, di tunggu ya?" jawab penjual bakso .



Penampakan bakso Lisa dan Lili ,Randi dan Roni merinding melihat bakso kedua gadis tersebut.


"Apa kalian tidak apa-apa makan bakso itu, sepertinya pedes banget?" tanya Randi.


"Ini enak Pak menghilangkan penat saat kita bekerja" jawab Lisa.



Bakso Randi dan Roni polos tanpa apa-apa karena mereka takut sakit perut.


"Markidang semua" Lisa bersuara .


"Ayo BESTie, kita hajar" Lili ikut bersuara.


Randi dan Roni hanya geleng-geleng kepala melihat kedua gadis itu, tapi Randi suka karena kalau di luar Lisa lebih apa adanya terkesan lebih bar-bar daripada di kantor.

__ADS_1


__ADS_2