Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
54


__ADS_3

...Senja keindahan yang Tuhan ciptakan untuk di Kagumi , Langit yang terang mulai berganti menjadi jingga tanda senja mulai tiba, Warna jingga pun terkikis secara perlahan mulai menjadi Gelap tanda malam akan tiba, malam indah di hiasi bintang bintang yang bertaburan , Walau malam telah datang namun keindahan senja tidak akan tergantikan ,...



Lisa sedang termenung di jendela rumah sakit, Dia rindu anak-anaknya , Saat ini Lisa di temani keindahan langit yang berubah menjadi senja.


Edo hari ini harus ke kantor karena ada rapat direksi pemegang saham ,jadi Lisa di tinggal sendirian tapi di depan sudah ada penjagaan ketat antisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.


"Huf ... Bosan sekali , aku ingin pulang" Gerutu Lisa .


Lisa dalam masa nifas jadi dia tidak melaksanakan kewajibannya.


tok.. tok ... tok..


"Masuk " jawab Lisa.


"Ini makan malamnya nyonya" ucap pengawal yang berjaga di depan.


"Terimakasih pak" Lisa tersenyum ramah.


tap .. tap .. suara sepatu pantofel...


"Jangan senyum terlalu manis sayang ," ucap seseorang dari balik pintu.


Edo masuk dengan gagah dan tampan balutan jas formal warna navy dan celana bahan warna hitam membuatnya semakin keren


"Alhamdulillah mas sudah datang, aku sangat bosan sendirian, kapan kita pulang? aku sangat rindu dengan anak-anak kasian ibuk dan mama pasti kewalahan mengurus anak-anak" ucap Lisa tanpa titik koma.


Edo mengelus pipi istrinya dan tersenyum "Alhamdulillah istriku sudah cerewet lagi, iya sayang kita akan segera pulang, tunggu besok dokter memeriksa keadaan mu" .


Lisa sangat berharap segera di perbolehkan pulang oleh dokter, dia sudah bosan di kurung di rumah sakit sudah hampir empat Minggu dia di rawat .


"Aakk .. ayo sayang makan dulu , makan yang banyak lihat tubuh mu kurus sekali" ledek Edo.


"Iss Alhamdulillah ini gak perlu diet lagi sudah kurus mas" bela Lisa saat di katai suaminya kurus.


Akhirnya mereka suap-suapan sungguh romantis bagaikan dunia milik berdua yang lain hanya ngontrak. Edo segera mandi tidak lupa melaksanakan kewajibannya setelah itu Edo mengajak istrinya istirahat agar tubuhnya istrinya segera sehat kembali .

__ADS_1


"Ayo kita tidur sayang" ucap Edo dengan lembut.


"Iya mas aku ingin tidur di pelukan mu mas " ucap Lisa dengan manja.


"Siap Ibu ratu" Edo mendekap istrinya dengan erat rasanya sangat bahagia dan Edo selalu mengucap syukur kepada Allah telah memberikan kesempatan untuk dia bisa mendekap istrinya lagi.


🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙


Dua hari kemudian Lisa sudah diperbolehkan pulang semua barang sudah di kemas dengan rapi .


"Ayo suamiku kita pulang aku sudah rindu anak-anak " Lisa sangat antusias untuk segera pulang.


"Iya sayang jalan pelan-pelan saja, tidak usah buru-buru" ucap Edo gemas melihat istrinya.


Perjalanan dari rumah sakit ke rumah memakan waktu 25 menit hari ini jalanan cukup lengang karena masih sangat pagi , Lisa sudah dari subuh merengek kepada suaminya meminta pulang.


Sampai di rumah pukul 06:00 , Lisa segera naik ke atas ke kamar Zafar dan Zafarani "Assalamu'alaikum sayang" ucap Lisa.


Zafa dan Zafarani menoleh mereka sedang duduk di depan kamar memeriksa buku pelajaran yang akan di bawa "Waalaikumsalam mami" teriak mereka serempak, mereka berhamburan memeluk mami mereka.


Zafarani menangis sesenggukan "Alhamdulillah mami sudah pulang, Rani kangen mami, kata papi Rani gak boleh jenguk mami karena di rumah sakit banyak kuman, apa betul mami? tanya Zafarani.


Zafa hanya memeluk maminya dengan erat sambil menangis dia tidak bisa berkata apa-apa , yang di rasa hanyalah rindu .


"Papi nggak di peluk nih" ucap Edo dari jauh.


"No papi , kami sangat rindu mami" Balas Rani dengan sesenggukan.


Edo tertawa melihat tingkah Rani yang lucu dan ingin mencubit pipi yang kemerahan gara-gara menangis.


"Ayo sayang kita temuin Hasan, Husain dan Harun" Ajak Edo.


Mereka saling bergandengan tangan menuju kamar kembar tiga.


"Sayang anak mami" Lisa menggendong Harun tanpa disangka Husain dan Hasan menyadari mami mereka datang mereka bangun dan menangis bersama .


"Wah jagoan papi tahu kalau mami pulang jadi pada manja ya" Edo menggendong Husain di sisi kiri dan Hasan di sisi kanan.

__ADS_1


Tiba-tiba pabrik susu Lisa berdenyut dan mengeras setelah Lisa mengeluarkan pabrik susunya dan menyodorkan Ke Harun. Harun langsung menghisap pabrik susunya dengan lahap Sampai kenyang dan tertidur.


Lisa juga menyusul Hasan dan Husain bergantian sampai kenyang ” Alhamdulillah mas atas kuasa Allah tiba-tiba ASI ku keluar padahal aku dah ikhlas kalau mereka full sufor".


"Kamu hebat sayang tapi mereka harus tetap di bantu sufor mereka sangat rakus minumnya aku takut kamu kelelahan" ucap Edo dengan perhatian.


"Iya sayang" ucap Lisa.


Edo sangat mencintai istrinya karena dia adalah wanita yang lembut dan penurut tidak neko-neko juga .


Lisa dan Edo turun ke bawah menemani Zafar dan Zafarani sarapan .


"Mama Ibuk" Panggil Lisa .


"Sayang kamu sudah sampai " Ibu Lisa menyambut anaknya dengan gembira.


"Iya Buk tadi jam 6 pagi" Lisa duduk di samping Edo.


Mereka sarapan bersama hening tanpa suara hanya dentingan sendok yang terdengar.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Dian hari ini sudah di perbolehkan pulang , Dian menyewa satu baby sitter untuk mengurus bayinya. Sesampainya di apartemen Dian terkejut banyak Kond*m dan makanan kemasan berserakan di mana-mana dan Baju Bastian berserakan di lantai di sana juga anak ****** ***** laki-laki dan perempuan.


"Bastian breng*ek dia mengacak-acak apartemen ku" Dian marah sampai wajahnya memerah. Dian segera menelfon petugas kebersihan , dia berencana menjual apartemennya . Dian akan pindah dari situ karena muak dengan tingkah Bastian yang kurang ajar.


Dian untuk sementara waktu tinggal di rumah yang dulu dia beli bersama Edo di pinggiran kota, dulu Dian dan Edo berencana akan tinggal di situ setelah menikah tapi rencana hanyalah tinggal rencana.


"Aku harus segera memanipulasi Tes DNA anak ku menjadi anak Edo, agar hidupku tidak sengsara seperti ini" batin Dian.


Bersambung..




__ADS_1



__ADS_2