Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 41


__ADS_3

Hari ini Lisa di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Lisa sudah ikhlas kehilangan anak yang ada didalam kandungannya mungkin itu bukan rejeki dirinya dan suami,


Tapi Edo masih belum ikhlas kehilangan calon buah hatinya.


Edo berjanji akan menangkap pelaku penabrakan istrinya.


Hasil penyelidikan Jo mengatakan bahwa mobil tersebut sengaja ingin menabrak istrinya karena tidak mungkin orang naik mobil ugal-ugalan di depan lobby rumah sakit.


Kenyataan ini membuat Edo marah , dia akan mencari pelakunya . Siapa yang berani menyakiti keluarganya akan berhadapan dengannya.


"Mas kenapa melamun?" Tanya Lisa .


Edo memandang Istri dan mengecup pucuk kepala istrinya " Nggak apa-apa sayang" Mereka sedang di jalan menuju apartemen.


Edo menyembunyikan masalah kecelakaan itu takut istrinya kepikiran , sekarang Lisa dalam proses pemulihan pasca kecelakaan dan keguguran tangan Lisa terbentur dan tertimpa pot di sampingnya membuat tangan Lisa patah. Membuat Edo merasa bersalah telah lalai menjaga istri dan anaknya.


"Mas jangan berlarut memikirkan kecelakaan itu ingat kesehatan mas juga" ucap Lisa yang bersandar di bahu Edo.


Edo mencubit pelan hidung Lisa "Nggak kok sayang ku, aku hanya merasa lelah".


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di apartemen , Kembar menyambut orang tuanya dengan gembira .


"Mami ini kenapa kok di bungkus?" tanya Zafarani dengan polos.


Edo mengendong putrinya yang mengemaskan "Ini sakit sayang jadi mami belum bisa gendong kakak sama Abang, jadi kakak sama Abang bantuin mami ya sayang" .


"Wah .. siap papi" ucap Zafarani.


"Apa ini sakit mami ?" ucap Zafar dengan gaya cool nya.


"Sedikit sayang" Lisa mencium pipi gembul anaknya.


Zafar dan Zafarani sudah menginjak usia tiga tahun tidak terasa mereka sudah dua tahun berada di Singapura.


Rencananya setelah tangan Lisa sembuh Edo dan sekeluarga akan di boyong ke Indonesia. Edo juga sudah di nyatakan sembuh . Kejadian kecelakaan Lisa akan di usut tuntas.

__ADS_1


tring ... tring ... bunyi ponsel Edo.


Edo mengangkat telfon ternyata dari asistennya Jo "Assalamu'alaikum ada apa Jo?".


"Waalaikumsalam tuan, saya dapat kabar kalau mobil yang menabrak nyonya jatuh ke jurang dan di dalam situ tidak ada orangnya, mungkin ini untuk menghilangkan bukti" Jawab Jo.


Edo menghela nafas panjang "Baiklah perketat penjagaan kami di sini kirim anak buah mu kemari mungkin satu bulan lagi aku akan ke Indonesia" ucap Edo.


Edo menghela nafas panjang , dia belum lega karena dia yakin ini perbuatan Dian , karena Dian sangat benci dengan Lisa , Edo sekarang berada di ruang kerja Edo mengalihkan pikirannya dengan bekerja, saat ini dia melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena sudah satu minggu dia tidak masuk kantor , dia terlalu sibuk merawat istrinya yang pasca kecelakaan.


Apartemen Dian di Singapura...


Dian sekarang sedang bercocok tanam dengan Daniel.


"Lebih cepat Daniel" ucap Dian yang sudah melayang di awan, Daniel memompa dengan sangat cepat membuat Dian merem melek tak karuan "ahh ... Daniel kamu memang yang terbaik" rancau Dian.


Setelah satu jam kegiatan yang menguras keringat akhirnya mereka bisa puas menyalurkan hasrat mereka ,walaupun hanya sebatas hubungan pemuas bukan hubungan pernikahan.


"Daniel kapan kita akan menjebak istri Edo itu?" Dian membelai dada bidang Daniel.


Dian tersenyum girang"Baiklah ide bagus" .


"Aku akan mendapatkan mu Edo lihat saja, aku akan memuaskan ranjang mu dan kau akan mendepak istrimu yang culun itu ha ha ha " batin Dian.


Daniel mengajak Dian bercocok tanam lagi sampai pagi, menurut Daniel Dian lebih candu dan nikmat kalau dia bukan istrinya ,saat dulu jadi istrinya dia kurang menggairahkan cenderung membosankan.


Randi dan Denada


Denada hari ini melahirkan anak ke tiga yang berjenis kelamin perempuan . Randi dan Denada saat ini sangat bahagia , walaupun hubungan mereka di mulai dari kebohongan tapi mereka sekarang hidup bahagia dengan tiga orang anak .


Anak pertama dari Denada dengan laki-laki itu dan anak laki-laki dan perempuan anak kandung Randi . Tapi Randi tidak membeda-bedakan mereka, Randi mengganggap semua anak kandungnya.


Mereka berjanji akan belajar mencintai dan menyayangi satu sama lain selamanya dan mengahadapi rintangan bersama selamanya.


.

__ADS_1


.


Kembali ke keluarga kecil Edo..


Akhirnya setelah tiga minggu tangan sudah sembuh dan sudah bisa beraktivitas seperti biasanya walaupun harus tetap berhati-hati.


Alarm berbunyi jam empat subuh Lisa segera bergegas membangunkan suaminya untuk mandi dan siap-siap sholat.


Lisa hari ini berakhir masa nifas pasca keguguran jadi bisa ikut sholat jamaah bersama suaminya. Dia rindu akan suara merdu suaminya saat menjadi imam sholatnya .


Mereka sudah selesai sholat, Edo membangunkan anak-anak untuk di ajak jalan-jalan ke taman dan Lisa bersiap-siap masak membantu bibi.


Hari menu simpelnya nasi goreng dan roti bakar serta segelas susu untuk mereka semua.


Edo membangunkan anak-anaknya "Zafar , Zafarani ayo bangun sayang kita jalan-jalan ke taman".


Kembar menggeliat membuka mata mengumpulkan kesadaran Zafar terlebih dahulu bangun dan cuci muka Zafarani lebih manja minta gendong papinya.


Setelah itu mereka turun kebawah dan sarapan bersama.


"Ayo mi kita jalan-jalan?" ajak Zafarani.


"Baiklah sayang" jawab Lisa.


Mereka menghabiskan makan mereka lanjut turun ke bawah jalan-jalan di taman depan apartemen. Tawa canda mengiringi jalan-jalan mereka .


“Kebersamaan dengan keluarga itu lebih berharga dibanding apapun.”


Lisa berdoa dalam hati untuk keluarga kecilnya agar menjadi keluarga yang sakinah


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


Rabbana hablana min azwaajina wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw waj’alna lil muttaqiena imaamaa.


“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS Al Furqan ayat 74).

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2