Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 46


__ADS_3

Hari ini Edo pulang larut malam banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan, Sudah lama dia tidak ke kantor utama .


Jam 00.00 Edo pulang ke rumah hari Edo di jemput supir, supir membelah jalanan yang sedikit lenggang karena sudah tengah malam, Edo menempuh perjalanan selama 20 menit lebih cepat daripada biasanya karena jalanan lumayan lenggang,


Sampai di rumah suasananya gelap hanya teras depan yang menyala lampunya. Edo berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Edo membuka pintunya pelan-pelan takut istrinya terbangun, tanpa di sangka-sangka ternyata istrinya belum tidur.


Edo mendekati istrinya "Sayang belum tidur”? Edo meletakkan dagunya di pundak istrinya.


Lisa tetap terdiam tidak ada respon .


Edo melihat istrinya aneh apakah dia marah padanya gara-gara Dian.


Edo meninggalkan Dian dan pergi untuk beres-beres setelah mandi dan sholat Edo kembali ke samping istrinya.


”Kamu kenapa kok diam saja?" tanya Edo khawatir.


”Mas aku pengen sate yang dulu dekat apartemen , aku memikirkannya sampai tidak bisa tidur" ucap Lisa,


Edo menepuk jidatnya , dia terlanjur khawatir istrinya marah tentang foto tadi pagi. Dia merasa lega karena istrinya tidak marah.


Edo memakai kaos dan celana panjang santai "Ayo sayang kita beli sate , aku lapar juga" ajak Edo.


Lisa senyum sumringah "Cap cus sayang ku , " Lisa bergelayut manja di tangan suaminya.


Jarak dari rumah ke warung sate cukup lumayan dekat . Setelah sampai di depan warung tenda sederhana Lisa nampak antusias Lisa langsung turun tanpa dibukakan pintu oleh Edo.


Lisa berlari ke penjual sate tersebut "Pak pesan tiga porsi sate nasinya dua aja sama dua teh hangat" ucap Lisa dengan riang.


Edo berjalan menyusul istrinya dia geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu istrinya.


Tiga porsi sate ludes dalam sekejap "Alhamdulillah Ya Allah nikmat mana yang Engkau dusta kan" Ucap Lisa dengan senyuman sambil mengelus-elus perut Ratanya.


”Bagaimana sayang apa sudah kenyang?" tanya Edo sambil mengelus pucuk kepala Lisa.


"Alhamdulillah puas mas ayo kita pulang," Lisa bangkit dari duduknya dan Edo membayar dengan uang satu juta.

__ADS_1


"Maaf pak ini kebanyakan" ucap penjual sate.


"Ini rejeki bapak karena telah menyenangkan perut istri saya," ucap Edo lalu pergi menuju mobil


Penjualan sate itu sangat bersyukur karena tengah malam dapat rejeki nomplok dia bisa tutup dan pulang .


"Mas terimakasih ,nanti bonusnya di kamar" bisik Lisa di telinga Edo.


Edo melirik istrinya dan mengecup tangannya. Edo tidak sabar untuk sampai di rumah dan akan di servis plus plus .


Mereka sampai rumah jam 01:30 dini hari , Lisa naik duluan ke kamar terus menuju kamar mandi dia akan bersih-bersih dan menyiapkan baju dinas untuk melaksanakan kewajibannya.



Baju dinas warna merah marun yang kontras dengan kulit putihnya.


Lisa keluar dari kamar mandi dan Edo sudah di atas ranjang menunggu istrinya.


Edo mengaga melihat penampilan Lisa. Edo mengagumi istrinya , istrinya hanya menunjukkan lekuk tubuhnya pada suaminya , Edo merasa sangat bahagia.


"Sayang kamu sangat cantik besok beli lagi ya kalau perlu satu tokonya kamu beli atau sekalian beli tokonya" ucap Edo yang tiba-tiba mengendong Lisa ala bridal style.


Edo mulai mencium semua bagian dari tubuh istrinya tidak terlewatkan satu jengkal pun. Membuat Lisa mendesaaah nikmat.


Edo memainkan semangka yang bulat dan sangat menggairahkan. Meremas dan menyesap semangka segar seakan-akan dia sangat kehausan dan butuh kesegaran. Edo membelai goa surgawi membuat Lisa melenguh mengeluarkan melodi indahnya.


Lisa tak tinggal dia membalik tubuh Edo sehingga Lisa berada di atas Edo. Membuat Edo tersenyum jahil. Lisa mecium seluruh tubuh Edo , membuat Edo melenguh hebat nikmat tiada tara . Yang halal memang lebih nikmat.


Lisa memasukkan timun lunak ke dalam goa surgawi ya sudah lembab dan hangat . Bluss ... muka Lisa memerah , "ah ... sayang kamu yang paling hebat" ucap suara berat dan serak Edo


Lisa memaju mundurkan tubuhnya menari-nari dengan indah di atas Edo membuat Edo sangat menikmati setiap gerakan yang di ciptakan istrinya.


Suara Melodi indah saling bersautan-sautan , melodi cinta yang indah mereka ciptakan di malam yang dingin ini. "Ahh ..." suara Edo menyemburkan bibit biji timun yang unggul.


"Terimakasih sayang kamu membuat ku tak berkutik dengan indahnya percintaan kita" ucap Edo mengecup kening Lisa.


Liisa tersipu malu "Sama-sama suamiku".

__ADS_1


Mereka berpelukan dan tak terasa tertidur tanpa membersihkan diri.


Cinta adalah perasaan yang timbul dari ketulusan hati yang paling dalam, di mana kita mampu menerima segala kekurangan pasangan dan ingin selalu memberikan yang terbaik untuknya.


Mencintai seseorang memang membutuhkan ketulusan. Meski tak dapat dilihat dan didengar, ketulusan cinta dapat dirasakan oleh hati.


"Kamu tahu kamu benar-benar mencintai seseorang ketika mereka sangat menyakitimu, tapi yang bisa kamu pikirkan hanyalah saat mereka membuatmu tersenyum."


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Subuh Lisa bangun mandi junub dan bergegas membangunkan suaminya .


"Mas bangun mandi wajib dulu habis itu kita sholat berjamaah" ucap Lisa yang membangunkan suaminya.


Edo bangun dan duduk sebentar lalu berjalan ke kamar mandi.


Lisa berjalan keluar untuk membangunkan anak-anak untuk di ajak sholat berjamaah bersama.


"Sayang Zafar dan Zafarani ayo bangun kita sholat jamaah bersama papi?" Lisa mengecup kening kedua anaknya.


Mereka langsung bangun tanpa drama langsung saja mereka wudhu dan akan sholat di Mushola rumah.


Edo menyusul kedua anak dan istrinya ke mushola "Mami mana anak-anak ?" tanya Edo.


"Mami lagi ambil wudhu Pi?" jawab Zafar.


Edo menggangguk dan menyuruh Zafar mengumandangkan adzan . Setelah Lisa datang Edo Menyuruh anaknya untuk Iqamah.


Iqamah merupakan penanda bahwa ibadah shalat jamaah fardhu akan dilaksanakan. Iqamah sendiri juga merupakan panggilan untuk segera berdiri untuk mendirikan shalat.


Mereka sangat khusuk menjalankan ibadah bersama. Lisa mengajarkan Zafarani mengaji.



Membuat hati Edo tersentuh melihat betapa Sholehanya istri dan anaknya . Sedangkan Zafar sudah mandiri bisa melafalkan Al-Qur'an sendiri tanpa bantuan orang dewasa .


Memang anak laki-lakinya itu memiliki kepintaran di atas rata-rata begitupun Zafarani gadis cilik yang cerdas dan pintar.

__ADS_1


Edo merasa beruntung memiliki keluarga kecil yang lengkap , Edo berjanji akan menjaga mereka dengan sepenuh jiwa dan raga.


bersambung...


__ADS_2