Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 15


__ADS_3

Setelah menunggu 15 menit Roni menelfon Lisa mengabari bahwa Randi membatalkan pernikahannya dan Rendi sekarang berada di Amerika karena kedua orangtuanya pindah kesana dan orangtuanya memaksa untuk pulang. Lisa Sesudah menerima telfon Roni lalu menceritakan kepada kedua orangtuanya lalu Ibu Lisa jatuh pingsan.


Ibu Lisa segera di bawa ke rumah sakit karena tak kunjung sadarkan diri. Lisa menempuh perjalanan sekitar 15 menit, sesampainya di UGD Ibu Lisa segera di tangani dokter jaga.


"Keluarga Ibu Liliana Sari " Panggil Perawat.


Ayah Lisa dan Lisa segera berlari " iya kami " jawab serempak .


"Bagaimana keadaan istri saya dr ?" tanya Ayah Lisa kepada dr .


"Ibu tekanan darahnya sangat rendah dan ibu terlalu banyak pikiran, tapi sekarang kondisinya sudah stabil" ucap dr yang merawat istrinya.


"Alhamdulillah kalau begitu apa boleh saya ke dalam dr?" tanya Ayah Lisa.


"Silahkan" dr mempersilahkan Ayah Lisa dan Lisa masuk .


”Buk maafkan Lisa, karena Lisa Ibuk jadi begini dan seluruh keluarga jadi malu" Lisa menundukkan kepalanya sambil menahan air matanya.


"Ini bukan salah kamu nduk" Ayah Lisa berbicara sambil memeluk anaknya yang rapuh itu.


Ibu Lisa akhirnya sadar juga , Ibu Lisa tidak marah , beliau hanya syok saja karena di lamar secara mendadak dan di batalkan secara mendadak juga, membuat Ibu Lisa menjadi syok dan juga ibu Lisa mempunyai riwayat darah rendah.


Ibu Lisa harus di rawat inap karena kondisinya belum pulih,


"Buk Ayah cari makan di kantin dulu ya, sebentar lagi Sekar sama dek Putra kesini bawa baju Ibuk?" ucap Ayah Lisa.


"Enggeh Yah" (Ibu Lisa) .

__ADS_1


"Mbak Lisa jagain Ibuk, Ayah cuma sebentar?" pesan Ayah Lisa.


"Enggeh Ayah" jawab Lisa.


Di kantin Rumah sakit.....


Herman Ayah Lisa sedang duduk termenung di salah satu bangku kantin rumah sakit memikirkan anaknya yang gagal menikah dan membuat istrinya harus di rawat.


"Ya Allah apakah salahku, sehingga anak ku bernasib seperti ini, berikan petunjuk Mu" batin Ayah Lisa.


Ayah Lisa masih termenung entah apalagi yang di fikirkan, sehingga tidak sadar jika ada orang di depannya. Orang itu tetap memandangi Ayah Lisa .


"Assalamualaikum Herman?" Ucap Ridwan.


"Waalaikumsalam " Herman tersadar dari lamunannya.


"Apa kamu lupa dengan ku Herman , Aku Ridwan sahabat susah sedih mu?" ucap Ridwan.


"Alhamdulillah aku baik saudara ku, kenapa kamu di rumah sakit dan melamun di sini? berbagilah bila memang itu berat" tanya Ridwan dengan penuh tanda tanya karena sahabatnya itu terlihat sangat murung.


Herman menghela nafas dalam "Istriku masuk rumah sakit karena pingsan tak kunjung sadarkan diri karena anak pertama ku gagal menikah, pihak laki-laki melamar tiba-tiba dan membatalkan secara sepihak tanpa kabar hanya asistennya yang mengabari anak ku" ucap Herman,


"Kamu yang sabar saudara ku, ayo kita jenguk istri mu, Ajak Ridwan.


Kedua sahabat itu berjalan ke ruangan tempat Ibu Lisa di rawat. Di sana ada Sekar dan Putra juga serta Lisa. Setelah berbincang cukup lama Ridwan akhirnya pamit tidak lupa Ridwan meminta nomer dan alamat Herman.


Mansion Ridwan...

__ADS_1



Ridwan sampai ke mansion di sambut bak raja semua menundukkan kepalanya menyambut tuan rumah. Di Mansion Ridwan ada 25 pekerja dan 1 kepala pelayan yang bernama Lukman. Ridwan masuk ke dalam kamar di ikuti kepala pelayan.


"Pak Man , apa Edo sudah pulang ?" Ridwan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 11.00 siang.


"Belum tuan mungkin nanti setelah Dzuhur , Biasanya tuan muda ke panti asuhan terlebih dahulu," jawab Lukman.


"Baiklah tolong siapkan makan siang untuk kami " Perintah Ridwan.


Lukman menunduk dan pergi ke dapur untuk memberitahu chef untuk menyiapkan makan siang tuanya. Biasanya tuanya lebih menyukai makanan sehat tidak banyak lemak tapi sekali seminggu tuanya akan meminta hidangan yang berbumbu dan bersantan.


"Assalamu'alaikum Pak Man, apa papa sudah pulang?" tanya Edo dari arah pintu masuk .


"Waalaikumsalam Tuan muda, tuan besar sudah sampai dari tadi, " jawab Lukman.


"Baiklah aku ke atas dulu mau bersih-bersih dan sholat Dzuhur," Edo meninggalkan Lukman lalu berjalan menuju kamarnya. Setelah satu 1 jam Edo turun ke bawah di sana papanya sudah menunggu untuk makan siang bersama. Edo lalu menyalami ayahnya dengan takzim. Mereka berdua makan bersama tidak ada perbincangan di antara mereka berdua hanya dentingan sendok yang terdengar. Setelah selesai makan papa Ridwan mengajak Edo ke ruang kerja.


"Edo apakah kamu ingat dengan om Herman sahabat papa dulu, yang menolong kita dari kebakaran dan kebangkrutan usaha kita dulu?" tanya Papa Ridwan.


"Iya pa Edo ingat, memang kenapa apa Papa sudah menemukan om Herman" ? tanya balik Edo.


"Iya tadi Papa ketemu Herman di Rumah Sakit saat Papa kontrol kinerja pegawai di Rumah sakit kita, dia sedang tidak baik-baik saja istrinya sakit dan anaknya gagal menikah" ucap Ridwan dengan sedih.


"Kapan-kapan kita jenguk bersama Pa, tenang saja om Herman orang kuat dan hebat pasti dapat melaluinya dengan baik" Edo menyemangati Papanya.


Setelah berbincang cukup lama Edo pamit untuk istirahat karena , Edo memikirkan permintaan Papanya untuk menikahi sahabat papanya . Menikahi Lisa , Lisa juga sahabat masa kecil Edo.

__ADS_1


"Apakah keputusan ku mengiyakan perjodohan ini sudah benar, Semoga ini jodoh yang terbaik yang si kirimkan Allah untukku" Batin Edo.


Bersambung


__ADS_2