Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 14


__ADS_3

"Silahkan masuk Pak, saya panggil mbak Lisa sama Ayah dulu" ucap adik Lisa.


"Baiklah terimakasih" .. Randi duduk di sofa ruang tamu. Setelah menunggu 5 menit Lisa yang membawa nampan minum dan di iringi ayahnya menemui Randi di Ruang tamu.


"Silahkan di minum mas " ucap Ayah Lisa.


"Terimakasih Pak" Randi meminum minuman yang di sajikan oleh Lisa.


Lalu Lisa duduk di samping Ayah Lisa kemudian di susul oleh Ibu Lisa yang membawa makanan ringan .


”Silahkan mas-mas adanya begini semoga suka," Ibu Lisa mempersilahkan Randi dan Roni. mereka semua menikmati hidangan sebelum percakapan serius itu di mulai.


 


Randi mengambil nafas dalam-dalam "Maaf Pak Bu saya Randi atasan Lisa di kantor, maaf kedatangan saya menganggu , saya berniat untuk melamar putri Bapak dan Ibu? " ucap Randi .


"Terimakasih banyak sebelumnya mas Randi bersedia untuk berkunjung ke gubuk kami , sedianya mas Randi kesini membawa kedua orang tua nak Randi?" ayah Lisa berbalik bertanya.


"Orang tua saja jauh di luar negeri dan saya di sini sendiri" Randi menjawab pertanyaan ayah Lisa.


"Jadi apakah kedua orangtua mas Randi tidak bisa hadir walaupun , mas Randi berniat untuk menikah? Ayah Lisa sangat penasaran kenapa kedua orang tua Randi tidak pulang untuk melamarkan anaknya bila memang bersungguh-sungguh.


"Mungkin kalau sudah resmi menikah saya akan boyong istri saya ke sana Pak Bu" Randi menangkap keraguan di antara ayah Ibu Lisa.


"Kalau begitu bagaimana denganmu mbak Lisa, kalau Bapak sama Ibu terserah mbak saja"? tanya ayah Lisa kepada Lisa.


"Bismillahirrahmanirrahim atas ijin ayah dan ibu bila ada niat yang serius dari Bapak Randi, insyallah saya mau Pak Randi" jawab Lisa dengan malu-malu.


"Alhamdulillah begitulah jawaban anak saya mas Randi, anak saya menerima nak Randi bila nak Randi memang bersungguh-sungguh dengan Lisa" ucap Ayah Lisa dengan tegas dan mantap.


"Baiklah Bapak dan Ibu kira-kira satu minggu lagi saya kesini membawa berkas-berkasnya Pak Bu, menikah lebih cepat lebih bagus kan Pak Bu , menghindari zinah " Ucap Randi dengan mantap.

__ADS_1


"Baiklah mas Randi yang terbaik memang seperti itu " ucap Ayah Lisa.


"Kalau begitu saya pamit Pak Bu penerbangan saya nanti jam 16.00 , saya terimakasih atas di terimanya lamaran saya, saya pamit Assalamualaikum " ucap Randi berpamitan kepada orang tua Lisa serta Lisa.


"Waalaikumsalam" jawab serempak Lisa dan kedua orang tua Lisa.


Randi di mobil ..


Randi menuju bandara penerbangannya 30 menit lagi,


"Maaf Pak Randi apa anda yakin menikahi nona Lisa, apakah nyonya akan setuju?" Roni bertanya kepada tuannya yang duduk termenung di kursi penumpang.


haahh .... Randi menghembuskan nafas kasar "Entahlah mungkin tidak , sebenarnya cukup kasian Lisa, Lisa gadis baik tidak sepantasnya aku memanfaatkan dia tapi di sisi lain aku juga tidak mau harus di jodohkan dengan wanita itu dia adalah pembunuh kakak ku gadis licik itu " ucap Randi rahangnya mengeras dan mengepalkan tangannya.


"Baiklah bila memang itu sudah menjadi keputusan Bapak saya mengikuti mau Bapak" ucap Roni.


Setelah perbincangan antar Bos dan anak buah itu mereka sampai di Bandara Abdul Rachman Saleh. Perjalanan memakan waktu 1jam 25 menit Randi sampai di Bandara Soekarno–Hatta Jakarta setelah sampai Randi dan Roni menuju apartemen Randi. Hari sangat melelahkan satu Minggu lagi Randi akan mempersunting Lisa gadis cantik , Sholehah penyelamatan Randi dari maut satu tahun lalu.


 


Lisa saat ini sedang berada di kamar , Lisa selesai melaksanakan sholat ashar di lanjutkan mengaji 1 juz . Lisa masih menggunakan mukena berbaring di atas sajadah.


"Apa keputusan ku benar Ya Allah menerima Pak Randi , bila memang di jodoh yang terbaik bagi hambamu ini maka perlancarlah bila bukan mohon petunjuk Mu Ya Robbie" Batin Lisa. Tak terasa Lisa terlelap di atas sajadah dan dia masih menggunakan mukena.


"Bila tidak ada pundak untuk bersandar masih ada sajadah untuk bersujud" .


 ------


Dua hari kemudian Randi mengabari Lisa kalau berkas-berkas mereka sudah siap, tiga hari lagi Randi kesana untuk menyelesaikannya semua persyaratan untuk menikah, Randi sudah memesan gedung untuk resepsi dan Lisa meminta akad nikah di rumah akad nikah sederhana yang di hadiri sanak saudara saja sebagai saksi serta Ayah Lisa yang akan menikahkan anak kandungnya.


Hari yang di tunggu tiba semua sudah duduk di tempat masing-masing pak penghulu sudah tiba . Akad nikah akan dilaksanakan jam 08.00 pagi . Lisa sudah berdandan dengan cantik baju muslim sederhana tapi tampak elegan dengan nuansa putih bersih. semua sudah siap tinggal menunggu mempelai laki-laki nya . Jam menunjukkan pukul 08.30 , semua sudah gelisah karena sudah lewat 30 menit tapi Randi belum juga datang.

__ADS_1


"Mbak Lisa coba hubungi Randi kenapa belum datang juga" ucap Ayah Lisa.


"Enggeh Pak , ini Lisa hubungi tapi tidak di angkat" jawab Lisa perasaannya sudah tidak enak karena Randi belum juga datang.


Setelah panggilan ke lima akhirnya di angkat juga.


"Assalamu'alaikum mas Randi sudah sampai mana?" tanya Lisa.


”Maaf Lisa" ucap Randi lalu sambungan telfon terputus.


tut... tut... tut...


"Coba aku hubungan Pak Roni saja , mungkin di tau" batin Lisa.


Lisa : Assalamu'alaikum Pak Roni?


Roni : Waalaikumsalam iya ada nona Lisa?


Lisa : Apakah pernikahan ini jadi di lanjutkan, tadi saya menghubungi Pak Randi dan beliau cuma bilang maaf , apakah bisa di jelaskan? kami semua menunggu kabar.


Roni : Hari ini saya di tugaskan di kantor untuk menghandle semua meeting tadi malam Pak Randi sempat menghubungi saya , beliau bilang kalau akan pergi ke Malang penerbangan malam, setelah itu Pak Randi tidak ada kabar.


Lisa : Bisakah anda hubungi beliau saya tunggu 30 menit , saya meminta tolong.


Roni : Baiklah .


Lisa : Assalamualaikum


Roni : Waalaikumsalam


Setelah menunggu 15 menit Roni menelfon Lisa mengabari bahwa Randi membatalkan pernikahannya dan Rendi sekarang berada di Amerika karena kedua orangtuanya pindah kesana dan orangtuanya memaksa untuk pulang. Lisa Sesudah menerima telfon Roni lalu menceritakan kepada kedua orangtuanya lalu Ibu Lisa jatuh pingsan.

__ADS_1


Bersambung


Maaf BESTie ku banyak typo


__ADS_2