Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 28


__ADS_3

Dengan terus mempertahankan perhatian dan juga kesetiaan, juga dapat sekaligus mempertahankan sebuah kepercayaan. Nggak bisa dipungkiri, rasa percaya dapat timbul dari sebuah kenyamanan kepada pasangan. Dan rasa percaya itu akan timbul perasaan cinta dan cinta dapat tumbuh seiring berjalannya waktu.


Namun layaknya sebuah perasaan, kepercayaan juga dapat hilang kapan saja. Maka dari itu, jagalah kepercayaan itu sebagai bukti keseriusan dalam sebuah hubungan. Dengan begitu, rasa cemburu atau prasangka buruk lainnya akan lebih mudah sirna dalam sekejap mata.


Apartemen Edo


Lisa bangun jam 04.00 kegiatan seperti biasa memasak sarapan pagi dan bekal makan siang untuk suaminya dan Jo. Pernikahan mereka sudah berjalan 8 bulan mereka belum sempat ke Malang karena padatnya pekerjaan. Setelah selesai masak Lisa segera membangunkan Edo lalu mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah selesai mereka segera sarapan bersama.


Edo memulai pembicaraan "Hari kita akan ke dokter, untuk memulai program hamil" ucap Edo.


"Iya mas" jawab singkat Lisa , mood Lisa hari ini tak begitu bagus, entah kenapa Lisa juga tidak tahu.


Setelah selesai sarapan mereka segera turun ke parkiran apartemen. Perjalanan dari apartemen ke rumah sakit sekitar 30 menit karena hari ini macet parah ada perbaikan jalan.


Mereka pertama menuju ke ruangan urologi untuk memeriksa keadaan si timun lunak dan kualitas isi timun lunak dan Alhamdulillah hasilnya baik walaupun kesempatan untuk bisa membuahi 50:50 . Edo cukup terkejut mendengar penjelasan dokter membuat harinya sedikit mendung.


"Jangan bersedih mas karena anak itu ketentuan dari Allah , bila kunfayakun kamu punya anak sekarang terjadi ya terjadilah, jangan putus asa karena Allah tidak menyukai hambanya yang berputus asa karena ketetapannya" ucap Lisa dengan bijak.


Edo tidak menjawab nasehat Lisa dia hanya terdiam saja. Edo mengajak Lisa untuk pulang karena moodnya sudah berantakan. Perjalanan rumah sakit ke apartemen sungguh terasa lama karena Edo moodnya kurang bagus dan mereka hanya terdiam membisu.


Edo jalan duluan ke apartemen dan Lisa tertinggal di belakang, Edo tidak lagi memperhatikan Lisa . Semenjak priksa Edo menjadi pendiam tak banyak bicara berangkat kantor pagi-pagi dan pulang malam hari tanpa mempedulikan Lisa.


Lisa hanya bersabar pikir Lisa Edo ingin sendiri tapi makin hari Edo semakin jauh tidak perhatian seperti dulu , rumah tangganya menjadi hambar dan hampa tidak ada tawa dan cinta lagi.


Lisa ingin sekali berbicara dengan Edo tapi beberapa hari ini Edo tidak pulang dan dia tanya kepada Jo kalau Edo belakangan ini sibuk mengerjakan proyek baru yang ada di luar negri .


tut... tut .. tut...


"Halo ya nona? jawab Jo.


"Assalamualaikum Jo, kenapa mas Edo tidak pulang ?" tanya Lisa,


"Maaf nona sekarang tuan berada di Inggris mengurusi proyek yang ada di sini mungkin akan lama di sini" jawab Jo.


"Baiklah salam untuk mas Edo, bila ada waktu tolong menghubungi ku, Assalamualaikum " Ucap Lisa sambil menahan rasa sesak di dada.


"Waalaikumsalam" jawab Jo .


Beberapa hari ini Lisa menyibukkan dirinya di restauran tidak pulang ke apartemen di lebih memilih tinggal di restauran.


Tok .. tok ...tok

__ADS_1


"Masuk tidak di kunci? jawab Lisa.


"Maaf mbak ada kiriman surat" jawab Nana asisten Lisa.


"Terimakasih Nana ” ucap Lisa.


Lisa membuka isi amplop coklat yang di berikan Nana. Isi amplop tersebut ternyata "Surat perceraian" Lisa syok melihat isi amplop tersebut . Lisa merasa sesak di dada sangat sesak sehingga susah untuk bernafas. Hingga Lisa jatuh pingsan.


Nana langsung membawa Lisa ke rumah sakit karena tak kunjung sadarkan diri. Setelah 15 menit Lisa bangun dia berharap ini semuanya hanya mimpi tapi itu bukan mimpi tapi ini kenyataan pahit yang harus di terima Lisa.


Apa salah Lisa sehingga dia tiba-tiba harus di ceraikan .


pov Edo.


"Jo urus surat perceraian ku dengan Lisa" perintah Edo kepada Jo.


"Kenapa tuan , nona muda sangatlah baik dan sempurna , kenapa tuan harus menceraikan nona Lisa" ujar Jo.


"Aku tidak bisa punya anak Jo kasian Lisa biar dia bahagia dengan laki-laki lain karena apa gunanya aku" jawab Edo dengan suara bergetar.


"Baik tuan bila itu sudah menjadi keputusan tuan.


Edo sudah tidak bisa mempertahankan rumah tangganya karena takut menyakiti Lisa karena Edo tidak bisa memberikan keturunan.


Kembali ke rumah sakit...


Lisa di temani Nana saat ini, Lisa sudah di pindahkan ke rawat inap tekanan darahnya rendah membuat Lisa pingsan.


tok ... tok...


Dokter datang memeriksa Lisa " Selamat nona Lisa anda hamil untuk usia kandungan nanti biar dr SpOG yang usg nona Lisa" ucap dr tersebut.


Lisa syok tidak menjawab ucapan dr tersebut hanya Nana yang menjawab dan mengucapkan terimakasih.


"ujian apa ini Ya Allah di saat aku hamil aku di ceraikan suamiku tanpa alasan, berikan aku kesabaran Ya Allah" batin Lisa.


Hari ini Lisa di periksa oleh dr SpOG "Selamat Ibu Lisa usia kandungannya 8minggu bayinya sehat dan ini ada dua calon bayi yang bisa kita lihat di monitor" ucap dr kandungan tersebut.


"Jadi anak saya kembar dokter? " tanya Lisa dengan mata berkaca-kaca.


"Iya Bu" dr tersebut tersenyum kepada Lisa.

__ADS_1


Lisa tidak boleh diam saja dia akan menelfon papa Edo.


tut... tut .. tut..


"Assalamualaikum ” jawab seseorang di balik telfon yang ternyata mama Edo.


"Ma maaf Lisa ganggu mama , apa mama dan papa bisa pulang ke Indonesia, Lisa ingin berbicara dengan mama dan papa" ucap Lisa yang menahan tangis.


"Baiklah nak sebenarnya mama saat ini baru sampai di Indonesia, karena mama kangen kamu sayang" ucap mama Edo.


"Baiklah ma, Lisa berada di rumah sakit Medistra, tolong mama papa kesini" ucap Lisa.


Lisa tidak ingin memberi kabar kepada ayah ibunya karena takut membuat kesehatan ibunya menurun karena ibunya mudah panik dan mempunyai darah tinggi.


Setelah 1jam menunggu papa dan mama Edo sampai di rumah sakit.


"Sayang kamu kenapa?" tanya mama Edo.


"Lisa nggak apa-apa mas , Lisa pingsan karena darah rendah, oh ya ma pa Lisa punya ini" ucap Lisa sambil memberikan hasil USG



"Kamu hamil sayang, ini dua ya ?" tanya mama Edo dengan antusias.


"Iya ma kembar usianya 8minggu" ucap Lisa.


"Terimakasih nak" ucap Papa Edo sambil mencium kening Lisa dan mama Edo memeluk sambil menangis.


"Tapi ada hal yang kurang baik yang harus Lisa sampaikan ma pa" Lisa menghela nafas panjang "Mas Edo menceraikan Lisa entah alasan apa ma pa" ucap Lisa dengan tegar.


mama Edo melerai pelukannya "Apa menceraikan kok bisa, bukanya dia bilang sangat mencintaimu" ucap mama Edo sambil menahan amarahnya. Papa Edo hanya mendengarkan dan menenangkan mama Edo.


"Awalnya gara-gara mas Edo ke dr dan dr bilang kita tidak bisa punya anak gara-gara kecelakaan tragis itu dan mas Edo menyalahkan dirinya sendiri dan berbuah 180° tidak seperti dulu lagi dan menyalahkan dirinya sendiri" ucap Lisa.


"Apa kenapa dia seperti anak kecil yang hanya percaya dr dia itu pintar saking pintarnya kadang juga sangat bod*h" ucap Mama Edo yang sudah tersulut emosi.


"Apa kamu sudah menandatangani surat itu nak?" tanya papa Edo.


"Belum pa " jawab singkat Lisa.


"Baiklah papa yang akan urus suami mu itu kadang-kadang sifatnya masih seperti anak kecil yang membuat keputusan seenak jidatnya, kamu tidak perlu khawatir dan tidak perlu memberi tahu ayah ibumu".

__ADS_1


Cinta tapi tidak ada kepercayaan ya akan terasa hampa, Semua masalah bisa di hadapi dengan baik-baik tidak perlu ada kata perceraian itu sangat ke kanak-kanakan .


Bersambung


__ADS_2