
Singapura..
Rencananya Edo akan mengajak anak dan istrinya pulang Indonesia, sungguh Edo tidak merasa aman di sini dia ingin pulang kalau di Indonesia banyak yang menjaga anak dan istrinya jika berada di Indonesia,
Edo berjalan menghampiri Istrinya yang sedang menyiapkan makan untuk Zafar dan Zafarani "Sayang besok kita akan pulang , apa kamu tidak rindu ibuk dan Ayah?" tanya Edo.
Lisa menoleh "tentu saja aku sangat rindu mas".
Edo mecium Zafar dan Zafarani "Sayang kita pulang ke rumah Opa Oma dan akung uti , " .
"Wahhh horeeee...." ucap girang Zafarani.
Sudah hampir empat tahun mereka tinggal di Singapura dan Edo sudah dinyatakan sembuh total , dia ingin kembali ke Indonesia.
Edo berangkat ke kantor untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sudah dia kerjakan Sebelum pulang ke Indonesia dia harus menyelesaikan semua, perusahaan di Singapura akan di pimpin ponakan Edo yaitu Bastian.
Bastian adalah anak dari adik papanya. Jadi dia sangat percaya kepada Bastian . Edo yakin Bastian akan mengembangkan perusahaan Singapura lebih baik lagi karena dia masih sangat muda dan berbakat.
.
.
Apartemen
Lisa menyiapkan barang yang akan di bawa ke Indonesia dan dia tidak banyak membawa barang-barang , karena selama di Singapura dia jarang belanja baju atau pun yang lain, Lisa tipe wanita hemat bila tidak penting untuk di beli untuk apa di beli.
Barang-barang kembar juga sudah di siapkan semua, Lisa di bantu pengasuh kembar untuk membereskan semuanya sementara bibi Ina masak di dapur.
"Huh capek juga, mbak ayo kita makan siang dulu" ajak kedua pengasuh kembar dan asisten rumah tangganya.
"Siap non" Jawab mereka serempak.
Kembar sudah bisa makan sendiri jadi Lisa tidak perlu repot-repot menyuapi anak-anaknya karena mereka sudah mandiri sejak kecil.
__ADS_1
Betapa mengemaskan Zafar dan Zafarani, mereka tidak pernah bertengkar Zafar sangat menjaga Zafarani. Zafar tipe anak laki-laki pendiam dan cool seperti papinya sedangkan Zafarani tipe yang cerewet banyak tanya dan kadang mudah menangis terkadang mudah tertawa tergantung situasi hatinya.
”Sayang habis makan kita sholat berjamaah ya ? " ucap mami Lisa.
"Iya mi" jawab singkat Zafar.
Lisa dan kedua anaknya pergi ke kamar maminya untuk melaksanakan jamaah sholat duhur bersama.
Hari ini Zafar belajar jadi imam dengan bacaan surat pendek yang sedikit lancar membuat Lisa terharu dan bangga.
Lisa mengambil ponselnya menulis pesan ke suaminya "Assalamu'alaikum Sayang sudah makan? jangan lupa sholat ya ," isi pesan Lisa dengan emoticon Love.
"Waalaikumsalam cintaku, Sudah semua ibu ratu" balas Edo.
Setelah itu Lisa tidak membalas pesan suaminya dia ingin tidur siang dengan anak-anaknya.
Jam menunjukkan pukul 15:00 Lisa membangunkan anak-anak untuk mandi dan sholat.
Lisa turun kebawah setelah selesai dengan ibadahnya. Dia akan masak makan malam spesial nasi liwetan alas daun pisang.
"Akhirnya selesai juga bik , Lisa mandi dulu keburu mas Edo pulang," Lisa segera pergi meninggalkan dapur.
"Baik non" ucap Bik Ina.
Lisa ingin mandi buru-buru tapi dia melihat bathup rasanya dia ingin berendam sejenak melepaskan lelah karena seharian dia harus beres-beres dan memasak.
Ya ..siapa yang gak mau berendam kalau bathupnya gini ...
Pukul 17;00 Edo datang , dia binggung kenapa rumah sepi tapi di seluruh ruangan tercium bau yang sangat sedap, Edo berjalan ke dapur dia mencari istrinya.
"Loh bibi ternyata, mana Istriku dan anak-anak bi?" tanya Edo .
"Tadi sehabis masak non Lisa naik ke atas katanya mau mandi, kalau kembar di kamar Tuan" Jawab bi Ina.
__ADS_1
Edo langsung naik ke atas ke kamar dia dan istrinya, Membuka pintu yang tidak di kunci Edo melihat sekeliling tapi tidak menemukan istrinya. Edo ingin mandi karena sangat gerah, dia melepaskan semua bajunya dan menaruh di tempat baju kotor.
Edo masuk dan melihat istrinya yang berendam di bathup sambil memejamkan mata , "Hemmm mangsa sedang diam kesempatan emas ini, mencoba sensasi bercocok tanam di bathup" batin Edo.
Edo menggeser pelan-pelan tubuh istrinya agar dia berada di belakang istrinya. Setelah dia rasa posisinya pas di langsung memeras pabrik susu kualitas super membuat Lisa langsung bangun dan melenguh. Lisa meraba dadanya dia menemukan tangan suaminya dia hafal tangan suaminya yang setiap hari dia cium.
"Mas sudah pulang?" tanya Lisa.
"Hemmm aku mau sayang" dengan suara khas orang sang*.
Lisa berbalik lalu mencium suaminya dia naik ke atas pangkuan suaminya dan melesatkan timun lunak suami ke goa surgawi. Membuat Edo merem melek atas perbuatan Istri nya yang sholehot.
Mereka bercum*u mesra, Edo menikmati indahnya pabrik susu yang turun naik membuatnya meremas dan mengulumnya dengan penuh gairah.
Setelah 20 menit akhirnya mereka menuntaskannya . Lalu mereka mandi junub dan siap-siap sholat Maghrib.
"Makasih sayang atas servisnya yang tambah hari tambah luar biasa" Edo mengacungkan dua jempol.
"Sama-sama suamiku" jawab Lisa.
Mereka turun ke bawah dan makan bersama , makam malam hari ini sangatlah istimewa karena hari ini hari terakhir di negeri orang . Mereka sangat bahagia tertawa riang dengan penuh rasa syukur.
Rasa bahagia adalah sebuah pilihan. Keputusan untuk merasa senang atau sedih berada di tangan masing-masing, hal itu bergantung dari cara kamu menyikapi situasi dan apa yang terjadi dalam kehidupan kita.
Bersambung
Zafar dan Zafarani
Papi Edo
Mami Lisa.
__ADS_1