
5 bulan pernikahan...
Pagi tepat jam 04.00 alarm Lisa berbunyi , Lisa siap-siap cuci muka hari ini dia libur sholat. Lisa segera masak di dapur menu hari ini bubur ayam dan perkedel kentang, dia juga menyiapkan susu hangat untuk suaminya.
Jam 04.30 Lisa membangunkan Edo untuk sholat subuh. Edo bangun lalu mandi setelah itu melaksanakan sholat Subuh.
"Pagi istriku" ucap Edo sambil mecium kening Lisa.
"Pagi juga mas, ayo sarapan , " Lisa tersenyum hangat.
Setelah selesai makan Edo berganti baju kasual , celana jins navy dan baju berkerah putih. Edo menghampiri Lisa di ruang ganti , Lisa hanya menggunakan bathrobe sambil memilah-milah baju mana yang akan dia kenakan. Edo datang memeluk Lisa dari belakang , Lisa kaget bukan main.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Lisa .
"Aku kaget kirain apa geli-geli takut cicak merayap " jawab Lisa . Edo mecium tengkuk Lisa hembusan nafas yang halus suaminya membuat Lisa merinding sampai ke ubun-ubun.
"Hari ini aku mau ke rumah sakit untuk cek kondisi sie mentimun lunak" ucap Edo.
"Mentimun lunak , apa itu mentimun lunak ," Lisa binggung apa itu mentimun lunak.
Edo menunjuk ke bawah "ini mentimun lunak tak bertulang" ucap Edo geli sendiri atas istilah yang dia buat.
"Isss ... bisa aja, aku ikut ya mas, ?" tanya Lisa.
"Siap Bos" ..
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit mereka sampai di rumah sakit . Mereka langsung menuju dokter spesialis andrologi, Edo pelanggan VVIP jadi tidak perlu daftar ke loket cukup lewat handphone saja. Lisa menunggu di luar karena banyak laki-laki di dalam ruangan tersebut.
"Bagaimana dr , apa mentimun lunak ini siap tempur? " tanya Edo.
"Cukup bagus perkembangannya sebenarnya dia gagah perkasa, dia cuma pingsan akibat trauma , melihat responnya saat kamu membayangkan istri mu cukup bagus" ucap dr andrologi.
"Kira-kira sudah bisa bertempur lama dr?" tanya Edo lagi penasaran,
"Latihan pelan-pelan dulu nanti lama-lama juga dia akan bertempur tanpa lelah" ucap dr mimik yang serius.
”Iss gimna yang mau latihan istri saya masih segel dr, ya saya akan coba nanti terimakasih dr" ucap Edo bangkit dari kursi dan bersalaman dengan dr.
__ADS_1
Setelah dari rumah sakit Edo mengajak istrinya jalan-jalan ke mall untuk membeli keperluan dapur dan makan siang .
"Mau makan apa dek?" tanya Edo dengan lembut .
"Lisa pengen ramen mas, " ucap Lisa dengan senyum khasnya.
Edo menggangguk "Baiklah kita makan lanjut belanja " .
Mereka berjalan ke restauran Jepang tidak di sangka di sana mereka bertemu dengan Randi mantan bos Lisa , Randi berjalan masuk juga dengan Roni asisten Randi.
"Bos itu sepertinya nona Lisa dengan rekan bisnis Bos? " tunjuk Roni dengan dagunya.
Randi menoleh sesuai petunjuk Roni, "Semakin cantik saja Lisa sekarang" ucap Randi kepada Roni.
"Andaikan Bos waktu itu jadi menikah dengan nona Lisa pasti Bos sudah bahagia , Karena nona Lisa orang yang baik, penyayang, buktinya Bos membatalkan pernikahan dia hanya diam,tidak mengolok-olok atau balas dendam misalnya " ucap Roni panjang lebar.
"Beda sekali dengan Denada kasar, manja dan boros " iss ... Randi sungguh menyesal karena meninggalkan Lisa. Randi tidak melihat kalau Lisa datang dengan Edo karena Edo tertutup tembok sekat restauran.
Lisa dan Edo makan dengan hikmat sesekali Edo membersihkan mulut Lisa yang terkena kuah ramen,
"Apa terlalu lezat istriku sampai makannya berantakan" Ucap Edo.
"Makan yang banyak biar tambah gemuk, lihat badan mu kecil sekali" Edo membelai lengan Lisa.
"Ini tidak kecil mas , ini ramping dan seksi" Lisa menyanggah kata-kata suaminya.
"Pintar menggoda ya sekarang istriku ini" ucap Edo sambil mencium tangan Lisa.
Setelah selesai makan mereka belanja bersama, belanja baju dinas dan kebutuhan dapur. Setelah selesai mereka segera pulang. Hari ini jalan macet jadi Edo dan Lisa singgah di masjid untuk melaksanakan sholat dzuhur.
Perjalanan ke apartemen membutuhkan waktu selama 1jam karena hari ini malam minggu jadi macet total. Setelah sampai di apartemen Lisa segera membereskan belanjaannya dan Edo naik ke atas untuk mandi .
Lisa naik ke atas mencari suaminya ternyata masih di kamar mandi , Lisa segera menyiapkan pakaian rumahan yang lebih santai. Tanpa sengaja Lisa melihat Edo yang sedang ganti baju Lisa melihat perut suaminya yang seperti roti sobek membuat Lisa menelan ludah kasar.
"Astaghfirullah pengen pegangan iss ... kenapa otak ini jadi eror apa perlu di ruqyah, lihat perut mas Edo aja bisa panas dingin gin, Ya Allah ampuni hamba" batin Lisa sambil memukul-mukul kepala yang eror.
"Kenapa di pukul dek kepalanya" ucap Edo sambil menggenggam tangan Lisa.
__ADS_1
Dengan muka merah seperti tomat " Mas boleh aku pegang perut mu, upss... tidak-tidak jangan dengarkan mulut ku ini," Lisa berjalan sambil memukul-mukul mulutnya yang tidak punya rem itu.
"iss bodoh ... bodoh .. apa-apaan kamu Lisa gak punya harga diri huwaaaaa... ibu tolong anak mu tergoda suaminya sendiri dosak
kah aku ibu" batin Lisa merutuki kebodohannya.
Edo tersenyum sambil geleng-geleng kepala, melihat tingkah polos istrinya. Edo menunggu istrinya keluar kamar mandi tapi di tunggu 30 menit tidak keluar-keluar . Edo mengetuk pintu kamar mandi.
Tok .. tok ... tok ..
"Dek kamu lama sekali, kamu tidak apa-apa?" tanya Edo dengan cemas .
tok ... tok ... tok ..
"Dek ... dek ... dek bukak mas buka paksa ini kalau kamu gak mau keluar.
Lisa keluar dengan tisu yang di letakkan ke hidung , Lisa mimisan setelah melihat perut sixpack Edo, karena salam 5 bulan menikah baru kali ini Lisa melihat bagian Tubuh Edo.
"Kamu kenapa, kok bisa berdarah apa kamu terjatuh ayo kita ke rumah sakit ?" ucap Edo dengan muka cemas yang tak bersahabat.
"Tenang mas Lisa nggak apa-apa cuma mimisan biasa, " ucap Lisa.
"Bisa gimana wong banyak gini darahnya" Edo panik sekali.
"Ini gara-gara mas sih aku jadi mimisan , gara-gara lihat roti sobek mas" huwaaaaaa ..... Lisa menangis.
Edo tertawa terbahak-bahak tidak menyangka istrinya sepolos itu cuma gara-gara lihat perut sixpack dia sampai mimisan.
"Apa sudah tidak apa-apa dek, kamu lihat perut mas aja mimisan apa lagi kamu lihat terong lunak apa kamu akan pingsan?" tanya Edo masih sambil tertawa.
"Isss nggak lucu mas , Entah mas aku awalnya mupeng pengen pegang tapi aku malu sendiri" ucap Lisa.
"Sini ngapain malu, aku kan suamimu, ayo pegang ini milik mu hanya untuk mu " ucap Edo sambil memegang tangan Lisa di arahkan ke perut Edo.
Mata Lisa berbinar melihat perut Edo dan memegangnya Lisa mengelus-elus perut Edo.
"Sesenang itukah kamu dek Sampai mata mu berbinar" ucap Edo. Lisa tidak menjawab pertanyaan Edo dia tetap menyentuh dan menusuk-nusuk dengan jarinya "Apa ini asli kenapa sangat keras " Lisa berbicara sambil mendongak melihat suaminya. Terlihat manis dan seksi di mata Edo bibir merah Cherry yang menggoda iman Edo langsung memangut bibir Lisa karena sudah tidak tahan membendung hasratnya . Setelah beberapa saat Edo menghentikan ciuman panasnya dia ingat hari ini Lisa sedang kedatangan tamu bulanan.
__ADS_1
"Istriku kamu membangunkan timun Lunak" ucap Edo sambil berbisik ke telinga istrinya .
bersambung