Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 44


__ADS_3

Hari yang di tunggu akhirnya datang mereka Keluarga kecil Edo akan pulang ke Indonesia.


Mereka sangat merindukan tanah kelahirannya. Hari ini mereka menggunakan penerbangan malam , agar sampai Indonesia pagi jadi bisa istirahat dulu sebelum bertemu dengan orang tua Edo.


Rencananya mereka ke Jakarta dulu dua minggu kemudian akan lanjut ke Malang ke rumah orang tua Lisa. Perjalanan Jakarta- Singapura memerlukan waktu penerbangan sekitar 1 jam 30 menit.


Setelah menempuh perjalanan 1jam 30 menit akhirnya mereka sampai di Jakarta. Edo mengajak keluarga kecilnya pulang ke rumah terlebih dahulu rencananya nanti malam mereka akan berkunjung ke rumah papa mama.


"Alhamdulillah sudah sampai rumah, rindu kamar ini" ucap Lisa sambil merebahkan dirinya di kasur yang empuk.


Edo hanya tersenyum melihat tingkah istrinya. Edo masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih,


Lisa terlelap tanpa bersih-bersih mungkin dia terlalu lelah di gempur hingga pagi dan dia langsung otw pulang ke Indonesia.


Edo keluar hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya. Melihat istrinya yang terlelap membuatnya merasa kasian karena semua ini adalah ulahnya.


"Sayang bangun mandi nanti lanjut tidur" ucap Edo,


Lisa menggeliat "Badan ku rasanya seperti mau patah suamiku" .


tanpa ba bi bu Edo mengangkat istrinya ala bridal style menuju kamar mandi , Edo tadi sudah menyiapkan air hangat untuk berendam.


Edo melepaskan semua pakaian istrinya dia harus memendam hasratnya agar tidak tergoda istrinya karena dia tidak ingin istrinya kelelahan dan sakit.


"Ya Allah nikmatnya" ucap Lisa dengan mata terpejam.


"Sayang aku ke bawah dulu ya " Edo mengecup dahi istrinya.


Edo turun ke bawah untuk melihat anak-anaknya , mereka sedang bermain di sofa ruang keluarga, Zafar dan Zafarani seperti tidak punya lelah . Baterai mereka selalu full .



"Sayang " Zafarani segera berlari memeluk papinya .


"Papi Rani seneng di sini" Ucap Rani yang tertawa di pelukan papinya. Rani panggilan sayang untuk Zafarani .


Edo membawa Zafarani ke depan televisi. Jam menunjukkan pukul 06:30 mereka akan menonton televisi sambil menunggu Lisa selesai mandi.


Lisa turun ke bawah menuju dapur , di sana ada chef khusus yang di pekerjaan Edo.


"Chef masak apa?" tanya Lisa.


"Masak nasi goreng seafood nyonya dan sandwich" ucap chef tersebut.


"Hemm baunya harum chef "Lisa membantu menata semua masakan untuk di letakkan di meja makan.


Lisa tidak sungkan-sungkan membantu para pekerja di rumahnya selagi di mampu melakukannya Kenapa harus merepotkan orang lain .


Semua pekerjaan sangat menyukai nyonya yang sangat baik dan humble kepada siapa saja tidak sombong sama sekali .

__ADS_1


Lisa sudah selesai dengan kegiatannya, dia mau menyusul suami dan anak-anaknya di ruang keluarga.


"Ayo makan sayang semuanya" ucap Lisa.


"Iya mami" jawab Zafar, Zafarani segera berlari dahulu ke meja makan "Sayang jangan lari-lari berjalan saja oke".


"Maaf siap mami" ucap Zafarani dengan memberi hormat,


Mereka semua makan dengan tenang , setelah selesai makan mereka semua masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat .


Lisa naik ke tempat tidur dia sangat lelah ingin merebahkan tubuhnya yang lelah.


Edo duduk di sofa sambil membuka laptop dia memeriksa pekerjaan yang di kirimkan Jo lewat email.


"Sayang" panggil Lisa.


"Hemmmmmm, kenapa Istriku" jawab Edo.


"Apa kamu tidak lelah, ke sinilah berbaring di samping ku,'" ajak Lisa.


"Baiklah demi ratuku" Edo melangkah menghampiri Istrinya lalu duduk di samping istrinya, Lisa tiba-tiba bangkit dan dia memijat punggung dan kaki suaminya. "Biarkan aku berbakti pada imam ku" ucap Lisa.


Edo tersenyum dan mengecup pucuk kepala istrinya "Bismillahirrahmanirrahim jadi istri Sholehah dan terimakasih Ya Allah" batin Edo.


Lalu mereka tertidur dengan posisi saling berpelukan..


Ginilah ya ilustrasinya.....



tring ...


tring ... tring ... tring ...


panggilan masuk sampai tiga kali..


Edo terbangun lalu menggangkatnya..


"Assalamu'alaikum siapa?" tanya Edo.


"Aku Dian " ucap Dian sambil terisak.


"Ada apa, ?" jawab Edo cuwek.


"Tolong aku Do, aku butuh bantuan mu, aku takut" Dian menangis sejadi-jadinya.


Edo menghela nafas panjang sebenarnya dia malas menanggapi Dian"Baiklah kamu di mana sekarang" .


"Aku di hotel X di jalan angkasa pura kamar nomer 15" Dian masih menangis.

__ADS_1


tut


Edo mematikan telfonnya sepihak. Dia akan menelfon anak buahnya yang hampir mirip dengannya untuk menemui Edo. Edo tau sifat Dian seperti apa pasti dia akan menjebak dirinya dan menghancurkan rumah tangganya.


tut ... tut..


"Hallo tuan muda?" tanya Leo. Leo adalah salah satu anak buah Edo dan Jo yang bertugas mengawal dirinya dan mengawasi para musuh dalam menjalankan perusahaannya.


"Leo tolong kamu pergi ke hotel X pergi ke kamar 15 di sana ada Dian entah apa yang dia lakukan , pakai topi dan masker jangan lupa" Edo menjelaskan kepada Leo.


"Baik tuan" jawab Leo.


.


.


Hotel X


Setelah Edi menggangkat telfon Dian, Dian sangat senang, dia segera mandi dan akan memakai lingerie seksi untuk menarik mangsa, mangsa yang sangat legit.


"Bagus kamu sudah masuk dalam jebakan ku Edo, aku tidak akan gagal ,ku pastikan kamu akan terperangkap di dalam kamar indah ini dengan ku sampai pagi"


batin Dian.


Dian memasukkan obat perangsang ke dalam minuman yang akan di berikan ke Edo. Dian sudah tidak sabar menikmati tubuh Edo. Dia penasaran dengan Edo . Dulu Dian dan Edo belum pernah menghabiskan malam bersama, Mereka sehabis pemberkatan di gereja langsung berangkat honeymoon tapi tidak disangka terjadi kecelakaan yang membuat Edo koma dan impoten, ya Dian meninggalkan Edo karena dia malas menunggu dan mengurus Edo yang koma menurut dia Edo sudah tidak berguna lagi.


Tapi sekarang Edo sudah gagah lagi dan membuat Dian ingin memiliki Edo lagi .


.......


Leo segera pergi ke Hotel X sesuai perintah tuannya. Dia memakai setelan jas, kaca mata hitam dan masker, menata rambut seperti gaya rambut Edo memakai parfum yang sama sehingga mereka berdua terlihat mirip sekali.


Leo tidak lupa membawa obat penawar , jaga-jaga kalau Dian memberikan obat perangsang.


Leo sudah sampai di hotel langsung menuju ke kamar nomer 15 . Leo memencet bel tapi tidak ada balasan dia coba untuk membuka pintu ternyata tidak di kunci. Leo segera masuk dan hap ...Dian memeluk Leo yang disangka Dian itu Edo dari belakang , Dian menggunakan lingerie seksi terbuka dan terawang .


Leo membelai tangan Dian, membuat Dian meremang dan menggila , Dian sudah minum obat perangsang membuat dia seperti cacing kepanasan.


Dian megesek-gesekan tubuhnya ke tubuh Leo bagian belakang membuat Dian mendesaaah dan meliuk-liuk bak cacing kepanasan.


"Ahh.. Edo aku mencintaimu puaskan aku tinggalkan istri culun mu itu ah... aku akan jadi yang terbaik untukmu " ucap Dian.


Leo merekam semua yang di bicarakan Dian, agar dia bisa laporan kepada tuannya.


Lampu yang remang-remang membuat Dian semakin menggila dan bau parfum Leo membuat dia sangat menginginkan Leo. Tapi Leo sama sekali tidak tergoda dia hanya dia mematung, ..


Leo membawakan Dian laki-laki yang akan memuaskan hasratnya . Hal tersebut di rekam dan akan menjadi bukti bila suatu saat Dian macam-macam dengan tuanya.


Dian melewati malam panas dengan laki-laki bayaran yang di bayar Leo tanpa sepengetahuan tuannya karena Leo tidak mau menjadi pemuas perempuan seperti Dian.

__ADS_1


Senjata makan tuan ya itu diungkapkan untuk menasihati atau menegur seseorang karena telah merencanakan sesuatu untuk mencelakakan orang lain, tetapi malah berbalik menyerang dirinya sendiri. Itulah yang terjadi pada Dian karena berniat menjebak Edo.


Bersambung.


__ADS_2