Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
55


__ADS_3

Hari ini Edo sudah rapi dengan setelan jas formalnya. Terlihat tampan dan menggoda.


"Masyallah suamiku tampan pakek banget" Lisa memakaikan dasi Edo.


"Jelas tampan siapa dulu yang merawat, Istriku tercinta.. pastinya" Edo mengecup pucuk kepala istrinya.


Mereka berjalan ke tangga untuk turun sarapan bersama di sana sudah ada ibuk Lisa , mama Edo , Zafar dan Zafarani .


"Selamat pagi semua " ucap Lisa dengan senyum yang merekah,"Alhamdulillah kita bisa sarapan bersama Lisa sangat rindu suasana ini" ucap Lisa sambil mengambilkan makanan untuk suaminya.


"Pagi mi " Zafarani menjawab sapaan Maminya "Rani juga senang mi bisa kumpul tinggal Akung sama Opa yang gak ada".


"Ayo makan semua nanti keburu dingin " ujar mama Edo yang mengambil makanan yang tersedia di meja makan.


Mereka sarapan dengan tenang dan tentunya sangat bahagia. Semoga ini kebahagiaan selamanya bukan kebahagiaan sementara saja.


Setelah sarapan Edo pamitan dan anak-anak pamitan berangkat ke sekolah "Sayang aku berangkat jangan capek-capek,aku titip Lisa ma buk jewer saja kalau bandel-bandel"


"Iss apaan mas ini , Lisa bukan anak kecil " ucap Lisa sambil menyalami suaminya dengan takzim.


"Assalamu'alaikum Mi, Uti Oma kami berangkat" ucap Kembar serempak berpamitan dan bersalaman


Lisa segera naik ke atas untuk melihat Husain, Hasan dan Harun mereka habis mandi dan terlihat sangat tampan "Assalamu'alaikum jagoan mami , Masyallah gantengnya jagoan mami dan wangi pula" Puji Lisa kepada anak-anaknya "Oh ya mbak apa sudah di beri ASIP (ASI perah)?" tanya Lisa kepada para pengasuh triplets.


"Sudah Buk tapi sepertinya Harun belum puas jadi agak uring-uringan, mungkin minta DBF (breastfeeding alias menyusui langsung ) " Jawab pengasuh Harun.


"Terimakasih mbak tolong angkat Harun dan Husain sekalian mbak, bawa ke sini biar aku susuin" Lisa meminta tolong untuk mengangkat Harun dan Husain agar mudah menyusulnya mereka kloter pertama dan Hasan sudah tidur duluan jadi nanti kloter terakhir.


Mereka menyusu dengan lahap dan sedikit agak rakus maklumlah bayi laki-laki memang menyusunnya sangat kuat dan lama. Setelah selesai Harun dan Husain sekarang giliran Hasan minum sepuasnya.


Pada beberapa minggu pertama setelah lahir bayi perlu menyusu 8 hingga 12 kali dalam sehari. Idealnya, si Kecil harus mendapatkan ASI setiap dua jam sekali, baik di pagi, siang, sore, atau malam hari.

__ADS_1


Setiap sesi setidaknya berlangsung sekitar 20 sampai 30 menit, atau hingga bayi memberi tanda sudah kenyang.


Posisi menyusul bayi kembar yang nyaman membuat asi lancar



Setelah selesai menyusui mereka tertidur sangat pulas karena kekenyangan . Jangan lupa bayi di sendawakan agar tidak gumoh kata orang jawa.



"Alhamdulillah mbak sudah tidur, apa mbak-mbak sudah sarapan" tanya Lisa sambil membenahi posisi tidur anak-anaknya.


"Alhamdulillah sudah buk sebelum trio H bangun" Ucap salah satu pengasuh Trio H.


Lisa pamit ke bawah , Lisa merasa lapar setelah menyusul "Bi saya lapar apa ada makanan?" .


"Banyak Nyonya tadi Tuan suruh masak ekstra kalau kalau nyonya habis menyusui lapar lagi" jawab Bibi Ina sambil menyiapkan makanan.


"Alhamdulillah" Lisa makan dengan lahap dan meminum susu almond.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Perusahaan Rajasaka


Edo sedang sibuk dengan semua dokumen yang menumpuk di depannya. Lelah pasti tapi dia begitu semangat karena keluarganya sudah berkumpul kembali


tok .. tok .. tok


”Masuk" jawab Edo "Ada apa Jo apa kmu tidak tahu pekerjaan ku seperti gunung yang beranak" Ucap Edo tanpa melihat kearah Jo.


"Maaf Tuan ada nona Dian di bawah" Jo sedikit tak enak karena menggangu pekerjaan Tuannya.

__ADS_1


Edo menghela nafas panjang "Ada apa lagi perempuan itu sungguh menyebalkan, kenapa tidak membiarkan aku hidup hidup dengan tenang" Gerutu Edo yang tidak suka dengan kehadiran Dian.


"Maaf tuan nona Dian mengancam apa bila tuan tidak menemuinya maka akan memberitahu ke semua orang kalau dia istri tuan dan memberi tahu bawah Nyonya Lisa merebut Tuan darinya dan dia juga membawa bayinya kemari " Jo menjelaskan tujuan Dian ke kemari.


"Baiklah suruh naik dia" ucap Edo dengan muak dan jengkel.


Dian di persilahkan masuk dia percaya diri membawa Tes DNA yang menurutnya dapat membodohi Edo.


"Aku pasti bisa bersama dengan mu lagi Edo, tinggal sedikit lagi hahahhaah" batin Dian.


Dian langsung masuk tanpa mengetuk pintu membuat Edo semakin jengah dengan sikap Dian yang sesuka hatinya.


"Apakah kamu tidak bisa mengetuk pintu? Ucap Edo dengan dingin dan acuh.


Dian tidak peduli dengan sikap Edo yang acuh"Sayang aku bawa anak kita, apa kamu tidak mau melihatnya, kamu hanya menyayangi istri baru dan anak-anak barumu" . Dian pura-pura sedih "Kalau tidak percaya ini tes DNA putri kita jelas-jelas dia anak kita"…


"Anak apa kamu baru bangun dari tidur mu, menyentuh mu saja tidak pernah bagaimana aku punya anak dengan mu" Edo bertanya dengan tatap yang tajam dan menusuk.


Tatapan Eso membuat Dian sedikit grogi "Apa kamu kira aku bohong" Jawab Dian sedikit terbata-bata.


"Menurut mu?" Edo berjalan ke kaca besar yang memperlihatkan pemandangan gedung-gedung pencakar langit yang berdiri sangat kokoh.


Dian berjalan mendekati Edo mencoba menggoda Edo menunjuk belahan dadanya yang menonjol dan seksi "Ini anak mu sayang, tolong tanggung jawab, beri kami nafkah, aku rela jadi yang kedua dan menghangatkan ranjang mu" goda Dian.


Penampilan Dian saat menggoda Edo ...



"Wah menarik juga tawaran mu" Ucap Edo dengan menyeringai.


Dian tersenyum merasa menang telak karena berhasil menggoda Edo yang lemah imannya.

__ADS_1


Bersambung....


nantikan kelanjutannya maaf kalau tidak berkenan di hati ..


__ADS_2