Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
Episode 29


__ADS_3

Setelah tiga hari di rumah sakit Lisa di perbolehkan pulang dan saat ini Lisa pulang ke mansion orang tua Edo. Karena mama Edo tidak mengijinkan Lisa tinggal di apartemen sendiri.


”Sayang ini kamar Edo , kamu istirahatlah dulu, jangan memikirkan anak nakal itu, " ucap mama Edo sambil membelai pipi Lisa.


"Iya ma, " Lisa tersenyum manis ke mama Edo.


"Ini kamar mas Edo nyaman sekali , nak kamu harus sehat-sehat sampai kamu lahir , buktikan ke papa mu , kalau papamu itu salah" batin Lisa sambil mengusap-usap perut yang sedikit buncit karena hamil kembar.


4 bulan kemudian.....


Edo tetap belum ada kabar selama enam bulan orang tuanya sudah menyuruh Edo untuk pulang menemui istrinya tapi alasan Edo banyak yang harus di selesaikan di Inggris.


Entah apa alasannya sehingga Edo berbuat seperti ini, Lisa sudah tidak peduli lagi yang dia pedulikan adalah anak dalam kandungannya. Karena dua nyawa itu lebih penting di bandingkan dengan apapun di dunia ini.


Lisa hanya bisa berkirim kabar dengan ayah dan ibunya tidak ingin ibunya merasa khawatir dengan dirinya saat ditanya Edo Kemana Lisa selalu menjawab bahwa Edo sekarang ada di Inggris mengurus proyek yang ada di sana.


Inggris..


Edo sedang berada di proyek baru yang hampir rampung, dirinya menyibukkan dengan gila kerja. Alasan kenapa Edo tiba-tiba mengirim surat cerai itu hanya Edo dan Tuhan yang tahu. Edo semakin jauh dengan penciptanya dia selalu menyalahkan takdirnya.


tok .. tokk...


"masuk" ucap Edo dengan dingin.


"Tuan muda , Tuan Besar menelfon dari Indonesia," ucap Jo.


Dengan berat hati Edo menjawab telfon dari papanya "iya pak?" .


"Tolong kamu pulang , kalau memang kamu sudah tidak ingin bersama istrimu lepaskan dia baik-baik jangan seperti anak kecil yang lari dari tanggung jawab." papa Edo menasehati.


"Tiga bulan lagi proyek ku selesai aku akan pulang" jawab Edo langsung memutuskan panggilan telfonnya.


Mansion orang tua Edo..


Kandungan Lisa semakin besar tinggal sebentar lagi dia melahirkan hasil USG menunjukkan anak Lisa kembar laki-laki perempuan. Tentunya Lisa sangat senang tapi di sisi lain dia sedih.


Beberapa hari ini Lisa sholat istikharah dan keputusan terakhir dia akan menandatangani surat cerai yang waktu itu di kirimkan Edo ke Lisa.


"Tiga bulan lagi mas aku akan melepaskan mu" batin Lisa.


Hari berganti hari , bulan berganti bulan hari itu telah tiba Lisa waktunya melahirkan .

__ADS_1


"Mama tolong Lisa " Lisa teriak dari dapur ketubannya pecah.


"Ada apa sayang, " Mama Edo panik mendengar teriakan menantunya.


"Ma ketubannya pecah ini gimana" ucap Lisa dengan gemetar.


"Jangan panik sayang, Lisa tunggu sini mama Panggil papa dulu" yang panik bukan Lisa tpi malah mama Edo.


Mereka segera membawa Lisa ke rumah sakit, Sampai di sana saat di priksa ternyata masih bukaan satu dan ketuban mulai mengering akhirnya mau tidak mau di lakuin operasi Caesar . Menunggu selama 1jam akhirnya lahirlah bayi perempuan dan laki-laki yang sehat dan lucu .


Setelah menunggu beberapa saat Lisa dan kedua bayinya di pindahkan ke ruang rawat keduanya di rawat di satu ruangan karena bayinya sehat dan ibunya juga tinggal pemulihan.


Mereka di berikan nama Zafar Izzuddin Kamil. Artinya pembawa agama yang mulia penuh kejayaan serta sempurna dan Zafarani Izzati Kamila. Artinya anak perempuan yang harum, mulia dan sempurna.


ini baby Zafar dan Zafarani



Mereka membuat kedua orang tua Edo menangis haru dan sangat berterimakasih kepada Lisa sudah melahirkan cucu yang sehat dan mengemaskan.


"Pa ma apa mas Edo belum bisa dihubungi , ?" tanya Lisa .


"Sudah papa hubungi nak dia bilang akan pulang Minggu depan kamu sabar ya" ujar papa Edo yang mengendong baby Zafar dan mama Edo mengendong baby Zafarani.


"Keputusan ada di kalian berdua" Ucap papa Lisa dengan sedih.


Seminggu kemudian Edo datang dari Inggris dan Lisa ingin bertemu dengan Edo di restauran yang di berikan kepada Lisa. Lisa sudah mengubah hak milik restauran itu menjadi milik Edo lagi,dia tidak ingin harta Edo.


"Assalamu'alaikum mas apa kabar, ayo duduk " Lisa berucap lembut.


Sikap Edo dingin tak berperasaan tapi sungguh hatinya merindukan istrinya Edo langsung duduk tanpa berbicara.


Lisa menghela nafas panjang " Ini surat yang kamu kirim aku sudah urus dan ini akta cerai mu dan ini punya ku, ini surat kepemilikan restauran serta ATM yang kamu berikan dan satu lagi ini ATM yang isinya hasil dari restauran, aku serahkan kepadamu mas karena aku kesini tidak membawa apapun" ucap Lisa.


Edo tak bergeming dia tetap diam membisu Lisa menganggap diamnya Edo tanda setuju.


"Satu permintaan ku ini ada amplop coklat bukalah kalau mas Edo sampai di apartemen" ucap Lisa sambil meninggalkan Edo. Edo tiba-tiba meneteskan air mata.


Setelah 20 menit Edo sampai ke Apartemen dan dia segera beres-beres. Dia merebahkan tubuhnya di sofa kamar dia penasaran apa isi amplop tersebut.


Setelah membukanya ada foto bayi laki-laki dan perempuan serta tes DNA yang menyatakan itu anak kandung Edo.

__ADS_1


Edo kaget bak di sambar petir. tidak menyangka istrinya hamil dan melahirkan bayi kembar, karena prediksi dr Edo tidak bisa mempunyai keturunan.


Edo panik dan menghubungi Lisa tapi tidak aktif dan menghubungi kedua orangtuanya tapi tidak diangkat juga. Edo kalang kabut , Edo menyesal telah menyakiti istrinya dan anak-anaknya.


.


.


.


Kembali ke Lisa , Lisa sekarang sudah di bandara mau menuju ke Malang pulang kampung halaman dan dia inginmenceritakan semuanya kepada orangtuanya.


"Ma pa Lisa berangkat dulu kalau kangen mama dan papa kunjungi kami ya" Ucap Lisa memeluk mama Edo.


Mama Edo menggangguk dan melepas mantan menantunya dan kedua cucunya, andaikan Edo tidak egois pasti mereka akan bahagia dengan Lisa dan anak-anaknya tapi nasi sudah menjadi bubur


........


Edo segera menaiki mobilnya menuju mansion kedua orangtuanya, sesampainya di mansion papa mama Ed sedang mengobrol di ruang keluarga.


"Pa ma " teriak Edo.


"Kenapa kamu teriak-teriak ini bukan hutan, Bisakah kamu mengucapkan salam daripada berteriak tidak jelas" ucap papa Edo dengan marah.


"Mana Lisa pa dan anak-anakku," tanya Edo.


"Mereka sudah pergi dari tadi , untuk apa mereka di sini kalau tidak dianggap" ucap papa Lisa dengan lantang seolah-olah menyindir anaknya.


"Aku tidak tahu Lisa hamil kata dokter aku tidak bisa punya anak aku ingin bercerai karena ingin membebaskan Lisa dari laki-laki mandul seperti ku" ucap Edo sambil mengais.


"Tapi cara kamu salah Edo membuat kami kecewa dengan sikap ke kanak-kanakan mu" mama Edo menyela pembicaraan.


Edo hanya menunduk menyesal , menyesal tanpa guna. Sebenarnya Edo sangatlah mencintai Lisa tapi cara Edo mencintai Lisa salah sehingga menyakiti Lisa begitu dalam.


***Bersambung.


Maaf banyak typo BESTie selamat membaca.


bonus foto Lisa dengan baby***


Zafar

__ADS_1



__ADS_2