Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 24


__ADS_3

Mansion Randi ...


pagi-pagi Denada sudah teriak-teriak memanggil maid minta di layani. Membuat isi rumah menjadi neraka semenjak Denada datang menjadi nyonya rumah.


"Apa kalian tuli , di panggil dari tadi tidak datang?" ucap Denada dengan angkuhnya.


Semua maid hanya menunduk tidak berani menjawab.


"Ada apa ini pagi-pagi sudah seperti di hutan teriak-teriak, apa sama sekali tidak punya etika" Jawab Randi dari belakang Denada.


"ihhh ini low sayang mereka di panggil pelan gak dengar aku kan mau minta tolong " ujar Denada sambil bergelayut manja ke tangan Randi. Bertingkah manja dan lembut hanya di depan Randi.


"Ya sudah layani dia , aku mau ke dalam lihat Luis" ucap Randi sambil berjalan meninggalkan Denada.


"Awas ya kalian " ucap Denada kepada maid yang tidak salah apa-apa. Denada pergi ke kamar utama dia sedang bercermin terlihat seksi dan hot menurut dia. Buah semangka dia sintal dan kencang karena dia tidak mau menyusui anaknya, dia tidak mau semangkanya rusak gara-gara memberikan asi. Tapi Edo tidak tahu alasan yang sebenernya yang dia tahu asi Denada tidak bisa keluar jadi tidak bisa menyusul.


 


Apartemen Edo...


Setelah selesai sarapan Lisa segera mencuci piring bekas mereka makan, Lisa melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa syukur dan cinta terhadap suaminya.


"Sayang , apa perlu kita pindah ke mansion , biar di sana kamu ada yang melayani?" tanya Edo.


"Tidak perlu mas di sini lebih enak lebih privasi jadi lebih nyaman , aku ingin melayani mas dengan tangan ku sendiri" Jawab Lisa dengan senyum tulusnya.


Edo semakin kagum dengan istrinya yang baik dan sangat perhatian. Hari ini Edo rencananya ingin mengajak istrinya melihat restauran yang di jadikan mahar pernikahan.


Perjalanan dari apartemen ke restauran memakan waktu sekitar 20 menit karena lokasinya sangat dekat dengan apartemen dan dekat juga dengan kantor utama.


"Mau ke mana mas , inikan restauran apa kita mau makan lagi, aku rasa hari ini kita sarapan cukup banyak" ucap Lisa yang semakin hari semakin cerewet.


"Ini restauran kamu dek, yang aku buat mahar pernikahan kita, harusnya restauran di Malang tapi sepertinya kita lebih lama di sini, dari pada kamu bosan di apartemen jadi kamu bisa mengurus restauran ini" Ucap Edo sambil berjalan menggenggam tangan istrinya.

__ADS_1


Semua menunduk kita Edo datang , "Selamat datang tuan muda dan nona muda, saya Leon manager restauran " ucap salam kepada Edo dan Lisa.


"Leon sekarang istriku yang akan mengelola restauran ini, jadi semua uang keuntungan restauran kirim ke rekening istriku" ucap Edo.


"Baik tuan , restauran sangat berkembang pesat saat ini sehingga membutuhkan menu baru yang spektakuler untuk menambah popularitas restauran ini " ujar Leon.


"Restauran ini kan konsepnya Indonesia bagaimana kalau kita menyediakan nasi liwetan yang beralaskan daun pisang jadi menunya bisa menjangkau semua kalangan nggak harus kalangan menengah ke atas " ucap Lisa memberikan Ide.


"Bagus juga ide nona muda apa lagi restauran ini dekat kantor dan rumah sakit apabila kita membuat menu merakyat pasti banyak pengunjung, kalau untuk kalangan menengah ke tas masih ada ruangan VVIP" ucap Leon dengan bersemangat .


Bagaimana Leon hebat kan istriku belum apa-apa sudah memberikan ide cemerlang, istriku ini juga jago masak dia akan membagikan resep andalannya ke chef Arjuna" Ujar Edo .


"Baik tuan" Leon mengganggukkan kepala.


Lisa dan Edo berjalan ke ruangan pimpinan restauran. Ruangan itu terletak di lantai dua.


”Ini ruangan kamu sayang" ucap Edo sambil memeluk Lisa dari belakang.


"Bagus mas , luas dan nyaman, apa tidak apa-apa aku mengelolanya , aku terkesan matre menikah dengan mu jadi memiliki segalanya," ucap Lisa dengan polosnya.


"Terimakasih suamiku" Lisa berbalik dan memeluk Edo .


Setelah selesai dari restauran Edo mengajak Lisa ke mall untuk beli baju ke butik langganannya ,dia ingin memesan jas dan gaun untuk pesta rekan bisnisnya.


"Kenapa harus beli sih mas, jas sama gaun di rumah aja sudah satu almari , mubasir tauk" ucap Lisa sambil cemberut.


"Kalau cemberut gini kamu tambah cantik Istriku" bisik Edo.


"Mas jangan bisik-bisik aku geli" Lisa memukul pelan tangan Edo.


Edo tertawa hidupnya sekarang penuh kebahagiaan , penuh canda tawa dan cinta dari istrinya "Iya sayang kita beli nanti kalau sudah penuh almari kita bisa lelang, hasil lelang bisa di sumbangkan ke panti , jadi gak mubasir kan ?".


"Wah .. keren memang suami ku paling best sejagat raya" ucap Lisa sambil mengacungkan kedua jempolnya.

__ADS_1


Edo tersenyum sambil mengelus kepala Lisa dan mencium kening Lisa, " terimakasih istriku" .


Setelah selesai membeli baju mereka pergi makan siang di salah satu restauran di mall.


"Edo " panggil seseorang dari jauh dia adalah Denada istri dari Randi teman kuliah Edo dulu.


"Iya "Jawab Edo dengan cuwek.


"Iss kamu tambah ganteng aja, kamu jadi pengusaha sukses ya sekarang?" tanya Denada dengan nada menggoda.


"Alhamdulillah den" jawab Edo alakadarnya.


"Ehem ehem di sini juga ada orang lho mbak tolong jangan maju-maju tar gelinding tuh semangka" ucap Lisa.


"Eh maaf gak lihat ada orang " Denada langsung nyelonong saja duduk di meja Edo dan Lisa.


"Iss .... katanya Lulusan luar negeri tapi etikanya Nol, main nyelonong aja kayak bus damri kejar setoran" ucap Lisa dengan sewot.


"Ihh ...apaan sih kamu dari tadi nyerocos aja kayak petasan tahun baru, aku ini temanya Edo teman dekat pastinya kamu siapa pembatunya" ucap Denada dengan nada manja.


Edo hanya tersenyum saja mendengar perdebatan di antara mereka berdua, ternyata istrinya galak juga kalau suaminya di ganggu betina lain.


"Denada kenalkan ini istriku Lisa , aku dengan kamu sudah menikah dan mempunyai anak jadi kita bukanlah teman dekat, karena tidak ada kata teman dia antara laki-laki dewasa dan perempuan dewasa" ucap Edo dengan bijak.


"Kamu masih yang paling best Edo, dulu aku suka kamu tapi kamu cuwek sama aku , ya... jadinya aku nikah sama orang lain" ucap Denda sambil membusungkan dadanya menonjolkan semangkanya.


"Mbak Denada kenapa sih dari tadi kayak cacing kepanasan mana pakai baju kurang bahan, Tolong ya mbak Denada terhormat saya sama suami saya mau makan, mbak Denada kalau mau pamer body seksi sana depan suami mbak, menggangu saja" Ucap Lisa dengan kesal.


"Edo beranjak, ayo sayang sepertinya dia ingin bangku kita sebaiknya kita pulang saja makan di rumah lebih nyaman" ucap Edo sambil berjalan meninggalkan Denda.


"Awas ya Edo kamu , ternyata kamu lebih kayak daripada Randi harusnya kamu dulu yang aku jebak, lihat saja kamu akan jadi milik ku Edo, kita tunggu tanggal mainnya" Batin Denada dengan percaya diri.


Bersambung

__ADS_1


maaf BESTie kalau ada salah penempatan kata dan banyak typo



__ADS_2