Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 49


__ADS_3

Hari ini mereka semua pulang ayah ibu dan adik-adik pulang ke Malang dan keluarga kecil Edo serta kedua orang tua Edo pulang ke Jakarta.


"Lelahnya " Lisa duduk di sofa kamar.


Edo segera menghampiri Istrinya dan mencium pucuk kepalanya serta membelai perut istrinya yang sedikit membuncit "Hai jagoan papi sehat-sehat terus papi dan kakak-kakak tidak sabar menunggu mu lahir" ucap Edo di depan perut istrinya.


”Sayang " panggil Lisa.


"Hemm " Edo mengikis jarak antara mereka dan mencium bibir istrinya sekilas .


”Apa kamu mencintaiku?"tanya Lisa.


"Tentu aku sangat mencintaimu dan anak-anak kita" Edo memeluk istrinya dari belakang.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu apa kamu meragukannya" selidik Edo kepada Lisa.


"Hemmm aku percaya , bila kamu mencintai seseorang akan mengorbankan segalanya untuk seseorang yang kamu cintai" Lirik Lisa.


"Apa Istriku ini sedang menyidir ku? Edo pergi ingin turun kebawah.


Mood Lisa hari ini sedang tidak baik-baik saja mengingat kemarin-kemarin Dian selalu menggangu keluarga kecilnya.


"Iss dasar perempuan gatel , minta digaruk sama parut emang wanita satu ini" Ucap lirih Lisa.


Ting ...


Pesan masuk di ponsel Edo. Lisa penasaran siapa kira-kira yang mengirimkan pesan.


Lisa membuka ponsel suaminya "Astaghfirullah apa-apaan nie cewek ngirim foto kayak gini, minta di uleg apa ni" Lisa menggerutu sendiri , dirinya sudah sebal di tambah pesan dari Dian bikin Lisa murka.



『••✎••』Hai Edo sayang bagaimana penampilan ku, tolong temani aku ♥ ♥ ini nomer baru ku Dian jangan di blokir lagi sayang" .


"Astaghfirullah , Astaghfirullah bener-bener ya, beginilah nasib kalau punya suami ganteng kaya raya dan baiknya gak ketulungan sebel banget" Lisa mengentak-hetakan kakinya dan segera pergi ke kamar mandi.


.


.


.


Sedangkan Edo ke dapur membuatkan susu untuk ibu hamil yang super sensitif itu.

__ADS_1


Edo naik ke atas mencari istrinya ke penjuru ruangan yang di kamar tapi istrinya tidak ada , Edo coba memeriksa kamar mandi ternyata istrinya sedang berendam dengan santainya.


Edo segera melepaskan semua bajunya dan menyusul istrinya. Edo memeluk dari belakang dan membelai perutnya tapi Lisa cuwek seolah tak peduli.


"Apa Istriku sedang ngambek ? bisik Edo.


Lisa diam dan memalingkan wajahnya persis seperti anak kecil yang meminta mainan tapi tidak di turutin.


Edo mengikis jarak antara mereka lalu mencium dengan kelembutan . Membelai tubuh istrinya yang sedikit berisi tapi mengemaskan. Membuat Lisa melenguh nikmat .


"Iss curang " Lisa memukul dada suaminya dia menangis tersedu-sedu.


"Hai .. hai .. sayang kenapa ? ada apa? apa aku menyakitimu?" Edo memeluk Lisa dengan erat.


Lisa menggangguk dan tetap saja menangis.


Edo membawa istrinya ke bawah shower dan membilas seluruh badannya lalu mengendong Lisa ala bridal style ke tempat tidur dengan telaten Edo menganti handuk Lisa dengan baju rumahan Edo tak lupa berganti baju juga.


Edo menyodorkan susu hamil kepada Lisa "Minum susunya sayang?".


Lisa meminum susunya sambil sesenggukan tapi tetap dia habiskan.


Edo membaringkan Lisa di tempat tidur lalu membelai rambutnya. Tanpa terasa Lisa terlelap dalam belaian Edo.


Edo mengambil ponselnya di atas nakas membuka pesan dari Jo dan melihat pesan yang sudah di baca dari seseorang yang tidak dia kenal . Dia membuka lagi pesan tersebut.


Edo langsung memblokir nomer tersebut dan mendekati istrinya yang terlelap dalam tidurnya lalu Dia Mencium pucuk kepala istrinya yang mengemaskan ketika marah.


.


.


.


Edo turun ke bawah untuk menemui Zafar dan Zafarani yang sedang bermain di ruang bermain.


"Papi ?" teriak Zafarani berlari menghampiri papinya.


Edo merentangkan tangannya "Jangan lari-lari sayang" Edo memeluk Rani dengan erat.


"Papi Rani mau ice cream ?" pinta Rani.


"Baiklah ajak kak Zafa juga , kita beli ice cream juga buat mami dan dedek bayi yang ada di perut" ucap Edo.

__ADS_1


"Yee hore , kak Zafa ayo kita beli ice cream?" teriak Rani ke kakaknya.


"Iya" ucap Zafa dengan datar dan cool.


Mereka bertiga pergi ke kedai ice cream dekat dari perumahan. Tanpa di sadari dari kejauhan ada seseorang yang mengawasi mereka .


Mobil box hitam melaju dengan kencang lalu berhenti di samping Zafa . Seseorang keluar dari mobil ingin menculik Zafa . Tapi Zafa cukup pintar dia segera menyemprotkan cairan cabe yang di selalu bawa di kantongnya untuk berjaga-jaga.


"Ahh .. anak sialan" penjahat tersebut mengucek matanya yang perih.


Zafa menendang telur milik penjahat tersebut  🥚 🍳 prak "Ah ... sial " tiba-tiba penjahat itu pingsan.


Edo langsung menyuruh pengawalnya membawa penjahat tersebut ke rumah kosong untuk di interogasi.


"Apa kamu baik-baik saja sayang" Edo berjongkok mensejajarkan tingginya dengan anaknya.


”Aku baik-baik saja papi, ayo kita beli ice cream lalu pulang pasti mami menunggu kita" ucap Zafa dengan tenang, memang Zafa ajaib dia sangat pintar dan terlihat dewasa daripada usianya.


Edo hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap tingkah Zafa yang seperti kakeknya .


"Wahhh kakak hebat jempol 10 untuk kakak " Rani sangat kagum dengan kakaknya.


Mereka segera membeli ice cream dan segera pulang takut Lisa mencari mereka.


.


.


.


Apartemen Dian...


"Sial'an kamu memblokir nomer ku lagi Edo, awas kamu Edo akan ku hancurkan keluarga mu, beraninya kamu bahagia di atas penderitaan ku"


prang...... Dian melempar vas bunga ke lantai Sampai pecah berkeping-keping


tut . tut ..


☎️ "Tolong kamu culik anak laki-laki, nanti fotonya aku kirim ke kamu dan kalau bisa kamu buang yang jauh" Ucap Dian dengan menyeringai.


☎️ "Bayarnya? ucap seseorang di balik telfon.


☎️ "Aku transfer jangan khawatir" ucap dian mematikan sepihak.

__ADS_1


Kamu menyepelekan ku Edo. Aku bukan Dian yang dulu. Aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan dengan cara apapun.


Bersambung...


__ADS_2