
Setelah berbincang cukup lama Edo pamit untuk istirahat karena , Edo memikirkan permintaan Papanya untuk menikahi sahabat papanya . Menikahi Lisa , Lisa juga sahabat masa kecil Edo.
"Apakah keputusan ku mengiyakan perjodohan ini sudah benar, Semoga ini jodoh yang terbaik yang si kirimkan Allah untukku" Batin Edo.
Edo memutuskan untuk melamar anak dari sahabat papanya demi kebahagiaan papanya. Besok rencananya Edo dan Papa Ridwan akan berkunjung ke rumah sakit menjenguk Ibu Lisa dan mengutarakan keinginan Papa Ridwan.
Rumah Sakit..
Setelah kepergian sahabat Ayahnya , mereka segera beres-beres pakaian yang di bawa Sekar dan Putra dari rumah, setelah selesai beres-beres Lisa menyuapi Ibunya. Sekar dan Putra serta Ayahnya sedang makan siang di sofa yang di sediakan rumah sakit. Setelah semua selesai makan siang termasuk Lisa mereka melaksanakan sholat jamaah di ruang inap , mereka sangat khusuk dalam doa masing-masing.
"Ya Allah ampunilah hamba karena mengecewakan kedua orang tua hamba serta membuat malu seluruh keluarga, semoga setelah ini ada hal yang lebib baik lagi untuk menebus rasa bersalah ini Aamiin" doa Lisa dalam hati.
Setelah selesai sholat mereka saling bersalaman dengan takzim. Saling berpelukan dan saling menguatkan satu sama lain.
Lisa membuka suara terlebih dahulu " Buk maafkan Lisa , ini bukan kuasa Lisa, maafkan Lisa membuat malu keluarga dan membuat Ibuk sampai sakit" ucap Lisa.
Ibu Lisa menoleh dan memandang putrinya yang sendu, Lisa yang biasa ceria dan murah senyum kini wajahnya seakan di tutupi mendung "Mbak ini bukan salah mbak Lisa mungkin ini sudah jalan hidup kita dan pria itu memang bukan jodoh yang terbaik dan ibu minta maaf sudah merepotkan kalian semua" .
Lisa langsung memeluk Ibunya menangis di pelukannya, karena sudah tidak tahan lagi untuk membendung rasa kecewanya kepada Randi . Randi sampai saat ini belum ada kabar . Roni pun juga tidak ada kabar setelah mengabarkan berita tentang Randi.
Lisa menginap di rumah sakit sementara kedua adiknya dan ayahnya pulang karena Lisa menyuruh mereka semua pulang agar bisa beristirahat nanti yang jaga di rumah sakit bisa gantian tak perlu semua di sana. Agar ibu Lisa bisa beristirahat dengan lebih tenang. Bila banyak orang pasti tidak bisa beristirahat oleh sebab itu mereka mengikuti apa kemauan Lisa.
--------------
__ADS_1
Keesokan harinya...
Edo dan Papa Ridwan berencana setelah sarapan ingin menjenguk istri Herman di rumah sakit. Dari mansion ke rumah sakit ditempuh selama 1jam. Hari ini jalanan begitu macet rencananya setelah dari Rumah sakit Edo dan papa Ridwan akan ke kantor.
tok .. tok ... tok ...
"Assalamualaikum " Ridwan memberi salam di sambut oleh Herman dengan senyum yang mengembang.
"Waalaikumsalam saudara ku" jawab Herman.
"Bagaimana kabar Bu Lili , apakah sudah enak'an ?" tanya Ridwan .
"Alhamdulillah jauh lebih baik Pak Ridwan" jawab Ibu Lili.
"Oh ya semua ini kenalkan Edo putra saya satu-satunya , ayo Edo beri salam" Ucap Ridwan lalu Edo bersalaman tak lupa Edo mencium punggung tangan Herman dan Lili.
"Iya Pak ini Edo sahabat masa kecil Lisa yang suka bikin nangis Lisa waktu kecil" Edo berucap sambil melerai pelukan dari Herman. Meraka semua tertawa mengigit masa kecil Edo dan Lisa yang seperti musuh bebuyutan.
Lisa datang dengan membawa beberapa bungkus plastik yang berisikan makanan dan keperluan mandi yang di belinya dari supermarket depan. Lisa mendorong pintu degan kakinya tetapi pintu itu tidak benar-benar terbuka dan pintu itu menutup kembali dan Lisa tidak memperhatikan bawah pintu itu akan tertutup kembali dan kepala Lisa terbentur pintu dengan keras.
Brak.... suara pintu yang mengenai dahi Lisa dan semua orang menoleh ke arah pintu. semua terkejut ada suara jeritan dan pintu tertutup.
Lalu Lisa meletakkan belanjaannya di lantai sambil mengelus jidatnya yang benjol. Setelah itu Lisa masuk dengan muka malu. Semua orang menoleh Lisa . Lisa malu di perhatikan semua orang rasanya Lisa ingin pergi saja dari bumi planet Pluto.
"Mbak apa kamu baik-baik saja?" tanya ibu Lisa.
__ADS_1
"Ngak apa-apa buk cuma benjol aja, " hehheeh ucap Lisa.
"Ceroboh banget Lisa tidak pernah berubah, tapi dia cantik sekali beda dari terakhir ketemu yang suka menangis dan suka ngeces" batin Edo sambil tertawa.
Lisa lalu salim dengan takzim ke Papa Edo. Semua kembali berbincang Lisa duduk di samping ibunya dan Edo, Ridwan dan Herman duduk di sofa yang tersedia di ruang rawat inap.
"Sebelum saya lupa tujuan utama saya ke sini, saya ingin mengatakan hal penting kepada kamu Herman dan juga mbak Lili bawa saya akan mengkhitbah Lisa untuk anak saya Edo, Apakah nak Lisa bersedia?" ucap Ridwan.
Herman menjawab "Saya setuju dengan lamaran kamu Ridwan, jelas kamu sahabat saya, saya sudah tau kamu seperti apa, jadi saya sangat setuju dan menerima, bagaimana dengan mbak Lisa?" tanya ayah Herman.
”Tapi yah, apa tidak apa-apa kalau menerima lamaran mas Edo sementara kita baru saja gagal dalam rencana pernikahan itu, sejujurnya Lisa takut yah" hela nafas panjang Lisa.
"Tenang nak Lisa saya menjamin Edo serius karena sebelumnya Edo juga sudah mengenal kamu sejak kecil" ucap Ridwan.
"hemmm.... kalau begitu terserah Ibu dan ayah saja mbak manut ," jawab Lisa.
"Nduk ibu yakin mas Edo orang baik dan bisa jadi imam yang baik buat kamu" ucap ibu Lisa.
"Betul mbak apa kata ibuk mu, terimakasih sudah mau menerima sahabat ayah dan putranya mbak"
Lamaran Edo di terima oleh Ayah Lisa , acara akad akan di selenggarakan besok dan resepsi seminggu kemudian. Kenapa terkesan buru-buru karena Ridwan tak ingin kehilangan lagi sahabatnya dan juga untuk membantu sahabatnya untuk menutupi aib karena putrinya gagal menikah.
Dekorasi persiapan akad nikah yang akan di selenggarakan besok pagi jam 10.00
__ADS_1
Bersambung
maaf banyak typo BESTie.