Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 18


__ADS_3

Ya.. memang lebih baik terbuka satu sama lain agar jalan kedepannya lebih baik, saling terbuka satu sama lain.


---


Setelah sholat ashar Lisa pamit turun ke bawah untuk membantu ibunya membuat makan malam. Makan malam spesial menyambut keluarga baru. Ibu membuat banyak makan karena keluarga besan akan menginap di sini dan tidak di sangka Ibu Lili dan mama Lita (mama Edo) bersahabat sewaktu smp mereka terpisah karena mama Lita pindah ke luar Jawa. Pukul 17.30 semua masakan sudah siap. Setelah sholat Magrib berjamaah semua akan makan bersama dengan cara lesehan dengan menu nasi liwetan yang beralaskan daun pisang khas Sunda.



Sangat mengiurkan ini lah penampakan nasi liwet buatan Lisa dan Ibu Lili.


"Nduk kamu cepetan ke atas ganti baju terus kita jamaah sholat Maghrib bersama, jangan lupa ajak suami mu ke bawah kita makan rame-rame di sini? " ucap Ibu Lisa sambil menata nasi di atas daun pisang.


"Enggeh Buk Lisa naik ke atas dulu , " Lisa pamit untuk ke atas ganti baju karena baju Lisa bau terkena asap bumbu.


Lisa naik ke atas lantai dua, ya kamar Lisa ada di lantai dua, sementara Lisa dan Edo tinggal di rumah Lisa sampai acara resepsi di gelar satu Minggu lagi . Lisa mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar mencari sosok Edo tapi tidak iya temukan , Lisa bergegas ke kamar mandi untuk ganti baju tapi dia lupa membawa hijabnya, dia pikir Edo masih di luar jadi Lisa keluar dengan santai , rambut hitam lurus yang panjang sampai ke pinggang membuat Lisa semakin cantik . Edo yang melihat Lisa tanpa hijabnya tak berkedip sama sekali.


"Ya Allah inikah istri ku, mahkota yang iya tutup rapat dan hanya terlihat untuk ku sangatlah istimewa, sangat cantik dak imut" batin Edo.


”Emm mas Edo , saya kira mas Edo masih di luar", Lisa berjalan ke meja rias untuk menyisir rambutnya berjalan santai untuk menutupi rasa kaget dan gugupnya.


"Iya tadi dari balkon menghirup udara segar, Dek kamu sangat cantik dengan hijab maupun tanpa hijab apalagi hanya aku yang bisa melihatnya," ucap Edo dengan kekaguman pada istrinya.


Lisa tersipu malu atas pujian suaminya" Tentu mas aku cantik , aku kan perempuan kalau mas ya tampan karena mas laki-laki" ucap Lisa dengan polosnya.


Edo tertawa terbahak-bahak atas tanggapan Lisa, Edo tidak menyangka respon Lisa seperti itu sangat lucu dan menggemaskan , memang Lisa perempuan lain dari pada yang lain menurut Edo.

__ADS_1


Lisa dan Edo turun ke bawah bersama-sama melaksanakan sholat Maghrib berjamaah seluruh keluarga dan saat ini Edo menjadi imamnya, itu menambah kekaguman Lisa pada Edo.


"Alhamdulillah Ya Allah Engkau gantikan yang lebih baik" batin Lisa terasa sejuk dan tenang karena Allah memberikan jodoh di luar ekspektasinya.


Setelah selesai sholat berjamaah semua makan lesehan dengan tema masakan Sunda. semua sangat menikmati masakan Lisa dan Ibu Lili.


"Enak sekali masakan ini siapa yang masak?" celetuk Ridwan.


"Tentu menantuku yang paling Sholehah" ucap Ibu Lita.


"Tidak ma pa Lisa hanya bantu-bantu Ibu saja, ini masakan ibuk dan Lisa" ucap Lisa dengan malu-malu.


Setelah selesai makan semua berkumpul di ruang keluarga. Bercengkrama , bercanda dan bertukar cerita satu sama lain sungguh keluarga yang bahagia , pasti orang yang melihatnya sangatlah iri.


"Lisa maunya resign saja yah, Lisa mau menjalankan restauran yang di berikan mas Edo dan menjadi ibu rumah tangga saja" ucap Lisa sambil menatap ayahnya yang duduk di sofa.


"Baguslah kalau begitu itu adalah keputusan yang baik, " Ucap ayah Herman.


"Tapi Lisa malas ke Jakarta yah, kalau bisa surat resign di kirim lewat kantor pos gitu, Lisa mending kirim saja, tapi mana bisa malah Lisa tar kenak pinalti " ucap Lisa dengan lesu .


Edo menyela pembicaraan antar Lisa dan ayah Herman "Bukannya dek Lisa belum tanda tangan kontrak untuk tahun ini , harusnya tidak masalah kalau resign tapi memang harus ke sana langsung, tidak apa-apa dek nanti mas temani adek ke Jakarta."


"Terimakasih mas" ucap Lisa.


Setelah berbincang pajang kali lebar semua akhirnya masuk ke kamar masing-masing karena sudah malam juga. Lisa masuk kamar mandi untuk cuci muka dan mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat isya. Di susul Edo bergantian ke kamar mandi. Setelah melaksanakan sholat jamaah Edo dan Lisa naik ke tempat tidur . Lisa sudah juga melepas hijabnya.

__ADS_1


"Dek " panggil Edo.


"Iya mas, ada apa?" jawab Lisa yang sedang memandang langit-langit kamarnya.


"Aku mau cerita tapi dengarkan cerita ku dan jangan menyela satu kata pun , apa kamu sudah siap?" tanya Lisa lagi.


Lisa mengganggukan kepalanya tanda bahwa dia setuju dengan Edo.


"Dulu aku sempat menikah dengan seseorang yang tentunya aku kenal dan cinta, tapi naasnya kami kecelakaan saat mau berangkat bulan madu ke Prancis , dulu aku koma selama satu bulan tapi tidak dengan dia, dia meninggal dalam kecelakaan itu, saat kecelakaan itu aku di diagnosa impoten kemungkinan kecil untuk mendapatkan anak tapi kedua orang tua ku tidak tahu soal itu hanya aku dan dokter yang tahu, apa kamu tidak apa-apa, bersuamikan duda dan impoten seperti ku?" tanya Edo dengan nada khawatir.


Lisa diam sejenak menelaah apa yang baru di ucapkan Edo suaminya, "Bagus dong aku menikah dengan duren 'duda keren' masalah impoten pergi saja ke mak erot yang di tv-tv itu, mampu menyembuhkan impoten lemah sahwat dan memperbesar terong " jawab Lisa dengan tidak sadar.


"Eh ... kamu ya diajak serius malah bercanda" Edo menggelitik Lisa sampai Lisa tertawa terbahak-bahak.


"Ampun mas ,Ampun , Lisa nyerah gak kuat" ucap Lisa sambil menahan geli. Edo melepaskan Lisa lalu memeluk Lisa dengan erat "Maafkan aku Lisa, aku tidak terus terang sejak awal".


"Mas jodoh, maut , rejeki dan anak itu Allah yang mengatur , bila Allah sudah kunfayakun terjadi maka terjadilah, yang tidak mungkin menjadi mungkin, kalau kita mau berusaha misalnya berobat, insyallah Allah akan membantu dan mempermudah urusan kita, berdoa dan berusaha itu kuncinya" ucap Lisa dengan bijak.


"Kamu benar Lisa aku mau kita berobat bersama , tolong temani aku" ucap Edo.


"Aku akan menemani suami ku kemana pun dia pergi " ucap Lisa tanpa sadar, dia menyebutkan Edo suami membuat Edo sangatlah gembira.


Bersambung


Maaf banyak typo ya BESTie....

__ADS_1


__ADS_2