Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 19


__ADS_3

Setelah berbincang cukup lama akhirnya Edo dan Lisa sudah terlelap dalam buaian mimpi indah. Alarm di atas meja memecah keheningan . Lisa mematikan alarm yang menunjukkan pukul 04.00 . Lisa bergegas bangun dan mandi bersiap-siap untuk sholat subuh. Edo pun juga terbangun mendengar alarm Lisa berbunyi . Mereka melaksanakan sholat berjamaah di kamar.


"Mas Lisa ke bawah dulu mau bantuin Ibuk siapin sarapan" ucap Lisa.


"Iya dek" jawab Edo, Edo mencium kening istrinya "Morning kiss istri Sholehah ku" .


"Terimakasih mas" ucap Lisa dengan rona di pipinya.


Lisa turun kebawah , ternyata di bawah masih sepi Lisa menyiapkan semua bahan masakan dan masak menu sederhana untuk sarapan. Sepertinya hari ini Ibunya kesiangan karena kelelahan. Setelah selesai memasak Lisa pergi ke kamar untuk memberikan kopi buatannya kepada Edo.


"Mas ini kopinya" ucap Lisa sambil berjalan dan meletakkan kopinya di meja.


Edo menoleh, saat ini Edo sedang memangku laptopnya menyelesaikan pekerjaan yang tadi malam belum selesai di kerjakan "Terimakasih dek".


Lisa membersihkan tempat tidur lalu membuka gorden dan jendela kamarnya setelah selesai dia membawa cucian ke samping balkon untuk mencuci karena kamar Lisa punya tempat laundry kecil di samping balkon. Edo hanya melihat apa saja yang di lakukan Lisa.


"Sungguh rajin istriku, aku harus secepatnya berobat agar lekas sembuh, dulu tak ada niat ku berobat karena luka kehilangan yang teramat dalam, tapi aku sekarang memiliki mu, jadi alasan untuk aku sembuh saat ini adalah kamu istriku" batin Edo.


"Mas sudah selesai kerjaannya ayo kebawah kita , sarapan?" ucap Lisa dengan lembut kepada suaminya. Edo menggangguk tanda iya setuju. Mereka turun ke bawah di meja makan sudah tersedia menu sederhana untuk sarapan ada roti, nasi goreng, bubur ayam dan juga teh hangat di setiap meja khusus ayah Herman kopi hitam tanpa gula.


"Ini siapa yang masak dek?" tanya Edo sambil duduk.


"Lisa yang masak mas, Lisa panggil semua orang dulu ya mas, mas tunggu sini" ucap Lisa , Lisa berjalan ke kamar mertua, ipar , orang tua Lisa serta adik-adiknya untuk mengajak semua untuk sarapan bersama. Semua orang sangat menikmati sarapan hari ini.


Seminggu kemudian....


Hari ini tepat pukul 19.00 acara resepsi pernikahan Lisa dan Edo di gelar, di gelar mewah dan meriah. Mengundang banyak relasi kerja , kerabat dan saudara jauh



White Pearl Decoration

__ADS_1


Sesuai dengan namanya, White Pearl Decoration mengusung konsep berwarna putih elegan. Mulai dari, bunga, properti, hingga pencahayaan. Ini lah gambaran dekorasi pernikahan Edo dan Lisa.



Gaun pengantin Lisa cantik dan elegan sederhana tapi terkesan mewah. Edo berdecak kagum akan kecantikan istrinya. Menurutnya Lisa sudah paket komplit dan sempurna di mata Edo.


"Tuan muda tolong kondisikan mulut anda , jangan mengaga seperti itu?" bisik asisten Edo.


”Iss kamu Jo, bagaimana pun aku sangat bersyukur memilikinya Jo, bodoh sekali Randi melepaskan wanita seperti Lisa" ucap Edo.


"Jadi nona itu wanita yang akan di nikahi oleh Pak Randi partner bisnis kita?" tanya Jo penasaran.


Edo hanya mengganggukan tanda jawaban Jo benar. Lalu Edo menyambut permaisuri di kerjaan Rajasaka . Nyonya muda istri dari Edo Putra Pratama Rajasaka putra satu-satunya Ridwan Rajasaka pemilik properti triliunan, tambang emas, tambah bayu bara , restauran di seluruh Indonesia serta bertengger gagah perusahaan Rajasaka yang menyebarkan keseluruhan Indonesia dan akan mengembangkan sayapnya di kancah manca negara. (maafkan author BESTie menghalu terlalu tinggi ).


Acara selesai tepat pukul jam 22.00 . Lisa dan Edo sangat lelah dari tadi berdiri menyambut semua tamu undangan.


"Apa kamu lelah dek? mandilah terlebih dahulu" ucap Edo sambil melepaskan jasanya.


"Iya mas Lisa mandi dulu " Lisa berjalan ke kamar mandi setelah 20 menit Lisa sudah selesai mandi. "Mas Lisa sudah siapkan air hangat , berendam lah ".


Lisa tersipu malu , Lisa langsung bergegas sholat Isyak karena matanya sudah tidak bisa di ajak kompromi.


Setelah 30 menit Edo keluar dari kamar mandi melihat baju Edo yang sudah di siapkan Edo tersenyum hangat , Edo lalu menjalankan kewajibannya. Setelah itu akan menyusul Lisa ke alam mimpi.


Besok rencananya Lisa dan Edo akan ke Jakarta mengantarkan surat pengunduran diri. Sebenarnya Lisa tidak perlu repot-repot ke Jakarta dengan kuasa Edo dia bisa menyuruh anak buahnya untuk mengantarkan surat tersebut tapi Lisa menolak dia ingin berpamitan kepada para sahabatnya di kantor.


Tepat pukul 08.00 pagi mereka sudah sampai di Jakarta. Edo langsung mengantar istrinya ke perusahaan Randi karena ini permintaan Lisa , Lisa ingin segera menyelesaikan segala urusannya di perusahaan itu. Edo meninggalkan istrinya sebentar dia ingin ke perusahaan utama untuk mengecek kondisi perusahaan utama.


Di depan perusahaan Lisa tidak sengaja berpapasan dengan Randi, Randi sedang menggendong anak kecil berusia satu tahun dan di belakang Randi anak perempuan dengan pakaian seksi yang mencolok. Lisa dan Randi tidak sengaja berpapasan mata Lisa hanya menunduk kepalanya tanda hormat kepada atasannya lalu Lisa berjalan ke lift untuk menuju ruang kerjanya membereskan semua barang-barangnya.


Setelah selesai Lisa segera ke ruangan atasannya untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya.

__ADS_1


tok .. tok .. tok


"Assalamu'alaikum pak " setelah di jawab salamnya Lisa segera masuk dan mengatakan tujuannya "Pak manager saya ingin menyerahkan surat pengunduran diri saya” .


Manager pemasaran menatap Lisa" Kamu bisa langsung serahkan ke CEO langsung surat pengunduran diri mu, karena kamu tahun ini di nobatkan menjadi karyawan terbaik".


"Baik Pak saya akan serahkan langsung" Lisa pamit undur diri dari ruangan managernya. Lisa naik ke lantai atas menuju ruang CEO.


Lisa mengambil nafas dalam lalu menghembuskan secara perlahan .


" Bismillahirrahmanirrahim " Lisa berdoa dalam hati. Lisa sampai di depan ruangan CEO.


Tok.. tok .. tok ...


Lisa terpaksa mengetuk pintu karena sekertaris yang biasa di depan pintu sedang tidak ada di tempat.


"Masuk " ucap seseorang di balik pintu.


Lisa membuka pintu perlahan berjalan ke ruangan Randi.


"Assalamu'alaikum Pak saya Lisa dari bagian pemasaran saya ingin menyerahkan surat pengunduran diri saya, mohon di terima" Lisa menyerahkan surat pengunduran dirinya.


"Lisa" panggil Randi yang hendak pergi. Lisa berhenti lalu membalikkan badannya "iya Pak ".


"Apa alasanmu mengundurkan diri, apa karena aku membatalkan pernikahan kita" ucap Randi dengan sinis.


Lisa tersenyum dengan lembut tidak ada dendam maupun kebencian yang Lisa tunjukkan kepada Randi membuat hati Randi sedikit tersentil.


"Maaf sebelumnya Pak ,saya mengundurkan diri karena saya ingin mengurus bisnis keluarga dan soal pernikahan itu saya anggap memang kita tidak berjodoh jadi Allah tidak mentakdirkan kita untuk bersama" ucap Lisa dengan bijak.


"Saya undur diri Pak Assalamu'alaikum" ucap Lisa , Lisa tidak menjelaskan secara detail kenapa dia mengundurkan diri karena hal itu tidaklah penting karena Randi bukan siapa-siapa Lisa.

__ADS_1


Randi tidak menjawab salam Lisa dia hanya terdiam ada rasa tidak rela melepaskan gadis berhijab penyelamatnya.


bersambung.


__ADS_2