
Lisa , Edo dan anak-anak pamitan pulang , setelah pulang Lisa menggantikan baju Trio H dan menyiapkan ASIP untuk mereka setelah selesai Lisa melihat anak kembarnya ternyata mereka sedang sholat Dzuhur .
Lisa pergi ke kamar utama menyusul suaminya , suaminya sudah siap dengan pakaian rapi untuk menunaikan ibadah dia sedang menunggu istrinya dan Lisa sadar akan hal itu jadi dia segera bersih-bersih dan melaksanakan jamaah bersama.
"Mas siapa Nadira?" tanya Lisa penasaran.
"Dia mantan waktu SMA dia cewek populer dulu di jaman SMA" jawab Edo seadanya.
"Wah pasti mas dulu sangat suka perempuan seksi, contohnya Nadira dan Dian mereka seksi dan Sholehot" ucap Lisa ketus.
"Hemmm ... jujur dulu nggak tau ya suka karena seksi atau gimana-gimana bagiku perempuan semua sama saja mendekati cuma karena harta" Jawab Edo .
"Astaghfirullah Ya Allah lindungilah suami hamba dari ganasnya ulat bulu yang gatal" Teriak Lisa tiba-tiba "Mas sungguh aku nggak rela Lillahi ta'ala kalau mas sampai aneh-aneh neraka jahanam mas tempatnya" Lisa merajuk pada suaminya.
"Wah ... ngeri banget sih yang , sampai-sampai neraka jahanam di bawa-bawa" ucap Edo yang begidik ngeri dengan ucapan istrinya.
"Habisnya gemes ..kemarin Dian sekarang Nadira , Astaghfirullah Ya Allah ampunilah hamba" teriak Lisa lagi, Lisa sedang gabut maksimal moodnya berantakan di tambah bumbu cemburu.
”Sudah gak usah di bahas , intinya di hati ku cuma ada kamu istri ku " Edo memeluk Lisa dan mencium pipinya "Pikiran kamu gak usah traveling kemana-mana dan buang pikiran jeleknya bikin penyakit hati saja" sungut Edo.
"Hehehehe maaf mas " Lisa membalas pelukan suaminya.
Mereka saling berpelukan meluapnya rasa cinta yang mendalam , cinta yang tidak akan tergoyahkan oleh apapun termasuk siluman ulat berbulu,
keesokan harinya...
Lisa pamit ke pengasuh Trio H "Mbak titip anak-anak aku mau keluar sebentar" pamit Lisa ke salah satu pengasuh trio H.
"Iya Buk " jawabnya.
Lisa segera berganti baju bergegas pergi mengendarai mobil menuju universitas Indonesia untuk melanjutkan S2-nya yang tertunda cukup lama.
Terlebih dahulu Lisa mengirimkan pesan ke Edo ..
__ADS_1
✉️ "Assalamualaikum mas Lisa pamit keluar sebentar"
✉️ "Iya hati-hati sayang" jawab Edo.
Setelah mendapatkan ijin dari suaminya Lisa segera bergegas ke kampus Universitas Indonesia dia mengambil jurusan Magister Manajemen dan bisnis kelas internasional Lisa mengambil kelas khusus karena dia juga harus mengutamakan suami dan anak-anaknya.
Lisa bertekad akan menjadi perempuan cerdas dan bermartabat yang pantas bersanding dengan suaminya.
Selesai registrasi ulang di kampus, Lisa pergi ke restauran yang diberikan Edo dulu sebagai mas kawin , dia juga berhasil membuka cabang di daerah Bandung dan Malang usaha ini dia buka dulu saat Lisa berpisah dengan Edo.
Lisa memeriksa keuangan restauran dan rencananya hari ini dia akan menambah menu baru di restauran nya.
Lisa pergi ke dapur ingin berbincang dengan kepala chef "Assalamu'alaikum pak Handoko apa kabar, bapak sehat , katanya anak bapak sakit apa sudah sembuh? "tanya Lisa.
"Waalaikumsalam Bu , Alhamdulillah sudah sehat dan sudah kembali ceria" jawab chef dengan sopan.
"Apa ada ide menu baru Pak ?" Lisa memberikan kesempatan untuk chef-nya memberikan ide-ide yang dia punya.
"Wah ide bagus chef , saya acc ide chef" jawab Lisa dengan menjabat tangan chef Handoko.
Lisa membungkus makanan dari restauran untuk di berikan ke suaminya rencananya dia akan mampir ke kantor Edo.
Lisa sudah sampai di depan lobby di berjalan ke tempat Resepsionis "Permisi mbak apa saya bisa bertemu dengan bapak Edo"? tanya Lisa ke resepsionis tersebut.
"Maaf Bu apa anda sudah ada janji dengan CEO kami ?" tanya Resepsionis itu.
"Emmm ... belum sih, tunggu saya telfon dulu " Lisa menelfon Edo tapi tidak di angkat "Ya udah saya titip ini untuk Bapak Edo tolong sampaikan dari Ibu Lisa, terimakasih" . Lisa segera meninggalkan kantor Edo.
"Siapa? tanya Resepsionis lama yang bernama Rossa dia dari kamar mandi.
"Itu ada wanita berhijab ingin bertemu CEO kita dan nitip makanan untuk CEO kita , ada-ada saja sekarang wujud wanita penggoda pakek nitip makanan mana mau CEO kita isss" jawab Lia resepsionis baru.
Rossa dia mencerna kata-kata Lia berhijab cari CEO "Siapa namanya?" tanya lagi Rossa.
__ADS_1
Lisa menoleh heran dengan ekspresi Rossa "Lisa, nama kampungan dan sok alim" Lisa tertawa sinis.
"Semoga dugaan ku salah , kan banyak Lisa di dunia ini semoga yang Lia maksud bukan Ibu Lisa Istri pak Edo" batin Rossa sambil mencari foto pernikahan atasannya itu , lebih tepatnya foto ibu Lisa "Apa di foto ini yang kamu maksud " Rossa menunjukkan foto Lisa dengan gemetar.
"Ya betul dia orangnya, kamu kenal Ros ?" tanya Lia penasaran.
"Beliau itu istri dari CEO kita Lia, haduh mampus kita pasti kenak teguran nanti , apa lagi kalau sampai ibu Lisa mengadu ke Pak Edo, bisa-bisa kita kenak SP (surat peringatan) dan potong gaji lebih parahnya lagi kita di pecat" Rossa terduduk dengan lemas.
Wajah Lia menjadi pucat Pasih dan dia tidak tahu sikap sombongnya akan membawa petaka baginya.
Beberapa menit kemudian CEO mereka keluar dari lift dengan wajah yang tampan dan berkarisma membuat siapa saja jatuh cinta.
”Selamat siang Asisten Jo , maaf ini ada titipan dari Ibu Lisa untuk Bapak Edo" ucap Rossa.
"Terimakasih" jawab asisten Jo dengan dingin.
"Tuan ini ada titipan dari nyonya untuk tuan” Jo menyerahkan bingkisan yang di berikan Rossa tadi ke Edo.
Edo membuka bingkisan tersebut ternyata isinya bekal makan siang untuknya dan Jo "Lihat Jo Istriku dia selalu memikirkan perut mu juga , harusnya kamu berterimakasih padanya ".
"Baik tuan saya akan berterimakasih kepada nyonya nanti" ucap Jo.
Edo menyantap makanan tersebut dan dia merasa bahagia diperhatikan Oleh istrinya .
Lisa pun tidak menceritakan tindakan resepsionis tersebut karena hal tersebut adalah hal kecil dan tidak semua orang mengetahui pernikahan mereka maka Lisa tidak mempermasalahkannya.
Edo ada pertemuan penting dengan kolega dari Singapura dia memilih restauran istrinya untuk di jadikan pertemuan hari ini dan kerjasama tersebut lancar dan sukses membuat Edo bersyukur karena kelancaran ini semua berkat doa istri Sholehanya dan doa kedua orangtuanya.
"Terimakasih Istriku" ucap Edo dalam hati.
Bersambung...
__ADS_1