Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 20


__ADS_3

Randi tidak menjawab salam Lisa dia hanya terdiam ada rasa tidak rela melepaskan gadis berhijab penyelamatnya.


Ya Randi sebenarnya cinta kepada Lisa pada pandangan pertama, tapi dia harus mengubur cintanya karena dia telah berbuat salah pada seseorang dan akibatnya kesalahannya lahirlah anak tak berdosa akibat perbuatannya. Tapi Randi tak mengatakan itu pada Lisa karena dia sangat malu pada perempuan berhijab itu.


 -----------


Setelah selesai urusan di kantor Randi, Lisa segera menghubungi Edo untuk menjemputnya. Edo menjemput istrinya menggunakan Lexus ES 250 Ultra Luxury di di tafsir harganya kisaran 1,11 M,



Edo menyambut istrinya dengan senyum yang lembut lalu membukakan pintu mobil untuk Lisa .


"Bagaimana dek apa kamu sudah menyelesaikan semuanya?" tanya Edo.


"Sudah mas , semua sudah beres, oh ya aku lapar, bagaimana kalau kita makan siang di luar?" tanya Lisa dengan antusias .


"Baiklah istriku" Edo mengusap kepala Lisa dan Lisa mendapatkan perlakuan yang manis membuat dia tersipu malu.


Setelah selesai makan siang Edo mengajak Lisa ke apartemen miliknya , ya Edo memiliki apartemen di Jakarta karena perusahaan utama ada di Jakarta jadi dia membeli apartemen dekat perusahaan,jika datang ke Jakarta sewaktu-waktu itu sangat memudahkan Edo .


"Masuk dek , ini apartemen mas" ucap Edo sambil membuka pintu apartemen .


"Assalamu'alaikum" ucap Lisa .


"Waalaikumsalam istriku" Jawab Edo dengan senyuman khasnya yang membuat jantung Lisa berdetak kencang.


Lisa dan Edo masuk ke kamar utama lalu mereka bersih-bersih setelah itu malaksanakan sholat Dzuhur berjamaah. Lisa duduk di depan meja Rias dan Edo duduk di atas ranjang sambil memangku Laptop .


"Mas Edo" panggil Lisa.


Edo menoleh ke arah Lisa " iya dek ada apa?".


"Bolehkah aku bertanya tapi jangan tersinggung , apakah Mas Edo jadi berobat?" tanya Lisa dengan pelan dan hati-hati takut suaminya tersinggung.


Edo tersenyum dan berjalan ke arah Lisa "Apa kamu tidak sabar istriku untuk membuat Edo junior?".

__ADS_1


"emmmm bu .. bukan begitu mas tapi aku juga mau kita punya anak" jawab Lisa terbata-bata.


"Aku juga ingin anak darimu , kita berusaha bersama , aku sudah coba priksa ke dokter katanya bisa sembuh tapi harus sabar" tangan Edo menyentuh pundak Lisa.


"Iya mas aku akan sabar kita berjuang dan berdoa sama-sama"Lisa memegang tangan Edo memberikan semangat kepada suaminya.


Hari ini Lisa ingin memasak untuk makan siang tapi di kulkas tidak ada bahan makanan terpaksa mereka pergi ke supermarket terdekat untuk belanja keperluan dapur dan isi kulkas.


"Alhamdulillah terimakasih Ya Allah Engkau berikan istri yang rajin, imut dan Sholehah ,aku berjanji akan melindunginya dan belajar mencintainya" batin Edo sambil tersenyum,


"Mas kenapa senyum-senyum, awas kesambet ? " ucap Lisa dengan polos.


"Kamu bisa aja , cepat selesaikan belanjaannya, aku dah kangen masakan istri ku yang paling bawel ini" Edo membelai pipi Lisa.


"Iss ..Mas Edo bikin Lisa malu aja" ucap Lisa sambil menutupi mukanya yang semerah tomat 🍅.


Edo mendorong belanjaannya ke kasir dan membayarnya. Mereka segera pulang ke apartemen karena hari semakin siang dan perut semakin lapar. Setelah Lisa masuk ke apartemen dia segera membereskan belanjaannya dan lanjut memasak untuk makan siang.


Tiba-tiba ada tangan melingkar di pinggang Lisa , Lisa kaget setengah mati dia reflek berbalik dan tidak sengaja bibir mereka bersentuhan Lisa melotot tapi Edo memanfaatkan itu Edo memperdalam ciumannya, ada rasa aneh yang menjalar di tubuh mereka rasa seperti tersengat listrik, jantung Lisa berdetak kencang seakan-akan mau lompat dari dada, Edo melepaskan ciumannya mengusap bibir istrinya dengan lembut .


"Apa ini ciuman pertama mu istriku?" Edo bertanya sambil memandang Lisa.


"Iya ciuman pertama ku, sentuhan pertama ku dengan lawan jenis kecuali ayah ku" ucap Lisa sambil membalik ayam goreng kremes.


"Terimakasih istriku kamu menjaganya untuk suamimu ini" Edo bertambah kagum dengan Lisa.


Setelah selesai masak Lisa dan Edo segera makan siang bersama. Tidak ada suara hanya ada suara dentingan sendok yang bertautan. Setelah selesai makan Edo membantu Lisa untuk mencuci piring.


Sekarang Mereka duduk santai di ruang Tv, Edo tidur di pangkuan Lisa dan dia membelai rambut Edo dengan lembut. Mereka sibuk dengan lamunannya tidak sadar sudah waktunya sholat ashar . Mereka beranjak mandi dan menjalankan ibadahnya.


Setelah selesai Edo pergi ke ruangan ganti dan berganti baju Edo ingin mengajak Lisa ke pesta pernikahan rekan bisnisnya .



Penampilan Edo membuat Lisa terpanah tapi berkedip sama sekali.

__ADS_1


"Aku tahu istriku suami mu ini tampan tolong jangan melamun tar kesambet jin botol" Kata Edo


"Isss ... Jin botol dari Hongkong" ucap Lisa sambil berlalu meninggalkan Edo.


Lisa juga berganti baju dia menggunakan baju simpel dan nyaman tapi terlihat sangat elegan . menambah makeup yang tegas di mata dan di bibir terkesan glamor tapi tidak menor.



"Ayo kita berangkat mas?" ajak Edo sambil beranjak dari kamar.


Edo mengekor dari belakang dia menutup apartemennya lalu mengandeng tangan istrinya. Lisa hanya melihat sekilas dan tersenyum.


Tempat Pesta pernikahan,....


Edo menyalami tuan rumah yaitu bapak Baskoro pengusaha tekstil . Edo tidak lupa mengenalkan Lisa sebagai istrinya kepada tuan rumah.


"Mas Lisa cari minum di sana dulu" ucap Lisa meminta ijin suaminya yang saat ini sedang berbincang dengan rekan bisnisnya.


"Baiklah dek, mas tunggu sini" ucap Edo sambil tersenyum.


Lisa berjalan ke area minuman , tidak sengaja bertemu Randi yang saat itu juga hadir di pesta itu. Randi tidak sengaja melihat Lisa tatapan kagum yang Randi tunjukkan ke Lisa bertambah berkali-kali lipat. Randi menyesal kenapa melepaskan Lisa demi wanita itu.


"Lisa kamu di sini" tanya Randi yang tetap memandangi Lisa.


"Eh pak Randi, iya pak "Lisa menundukkan kepalanya dan menjaga pandangannya.


"Saya permisi Pak” ucap Lisa.


Randi tidak menjawab ucapan Lisa .


Lisa berjalan ke suaminya, Lisa mengajak Edo pulang karena kurang nyaman ada Randi di situ yang selalu memandanginya. Edo pun mengiyakan ajakan istrinya.


Randi belum tahu kalau Lisa sudah menikah dengan pengusaha muda Edo Putra Pertama Rajasaka jadi menurut keyakinan Randi Lisa masih sendiri dan dia ingin Lisa menjadi miliknya .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2