Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
56


__ADS_3

"Wah akhirnya Edo kamu mau bertekuk lutut lagi ternyata kamu mau aku bersikap lembut dan penuh kasih sayang seperti istri sok alim mu itu" Batin Dian .


Edo masih berdiri memandangi jendela luas yang ada di ruangannya "Sekarang apa mau mu selain menyerahkan tubuh mu? tanya Edo dengan nada sinis.


Dian berjalan duduk di sofa , berjalan berlenggok-lenggok bak model "Aku mau jadi istri kedua mu dan aku akan mengabdi dengan mu Edo, hanya itu" Jawab Dian yang sok di lembut-lembutkan suaranya.


Edo menyeringai ,dia merasa jijik dengan drama yang di mainkan Dian, memang benar kata orang-orang wanita ini seperti ular "Lalu Bastian kamu ke manakan? .


"Apa siapa Bastian aku tak mengenalnya" ucap Dian yang sok polos.


"Akan ku pertimbangkan tawaran mu tunggu nanti malam ada seseorang yang mengantarkan barang ke tempat mu itu jawaban ku , sekarang pergilah"ucap Edo yang berjalan duduk di kursi kebesarannya.


"Baiklah sayang aku akan menunggunya" Dian meninggalkan perusahaan Edo dengan perasaan senang.


Tiba-tiba di parkiran ada seseorang yang mencekal tangan Dian ”Hei apa-apaan kamu? kesal Dia.


"Hai Dian apa kabar ?" tanya Bastian yang mulai meremas tangan dian "Kenapa kamu jual apartemen mu, kamu mau bermain-main dengan ku" Bastian mencengkeram dagu Dian dengan kencang.


"Heh ... dasar laki-laki tak berguna kamu menjalankan misi menjebak istri Edo saja kamu tidak becus dan satu lagi aku mau melahirkan kamu malah pergi dasar laki-laki tak berguna , kamu jadikan apartemen ku untuk pesat sx menurut aku terima" Dian menghempaskan tangan Bastian , Dian berlari ke mobilnya langsung dia tancap gas pergi.


"Dasar wanita kurang ajar, awas kamu tunggu pembalasan ku" Teriak Bastian kepada Dian yang sudah jauh meninggalkannya.


Dian di dalam mobil sudah seperti mendidih melihat bajing*an Bastian "Enak banget kamu Bas, aku memelihara mu untuk melancarkan rencana ku, malah kamu memanfaatkan ku, dasar laki-laki tak berguna parasit" Ucap Dian dengan penuh emosional.


Bayi dan pengasuh anak Dian di turunkan di rumah "Sus jaga anak ku, ini uang untuk kamu pesan makanan online semua kebutuhan bayi itu ada di kamar, aku pergi dulu" tanpa mendengar jawaban pengasuh anak Dian ,dia langsung pergi untuk mencari kesenangan di club malam sudah lama dia tidak hangout dan merasakan belaian laki-laki.


Jedag .. jedug ... jedug .. jedag..


All I (All I)


All I (All I, I need)


All I (All I)


All I (All I, I need)


All I (All I)


All I (All I, I need)

__ADS_1


All I, all I, all I, all I, I, I, I


All I ever need


Suara musik ya kencang dan menghentakkan tubuh untuk bergoyang. Dian menggila meliuk-liukkan tubuhnya "Wah hebat sekali rasanya sungguh bahagia " Dian merasa melayang karena dipengaruhi minuman .


Sedangkan di tempat lain Bastian sedang memacu tubuhnya di atas sugar mommy "Ahhh .. Bas kamu sungguh dahsyat " ucap Wanita 40 tahun itu.


Bastian kini jadi simpanan tante-tante yang kurang belaian suaminya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Hari ini Edo lembur cukup banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan "Jo apa sudah kamu kirimkan hasil tes DNA asli anak Dian dan bukti foto Dian dengan banyak laki-laki" tanya Edo sambil memeriksa berkas-berkas.


"Sudah Tuan sudah beres semua, Hari ini nona dia bertemu Bastian di parkiran sepertinya mereka sedang bertengkar" ucap Jo .


"Ya sudah terimakasih Jo , terus awasi mereka" Edo menandatangani berkas-berkas yang sudah dia pelajari" Ini sudah selesai ayo kita pulang" Edo mengajak Jo untuk pulang karena sudah larut malam


Jo mengikuti Edo dari belakang dan di depan lobby sudah ada sopir yang menunggu mereka.


Akhirnya mereka sampai di rumah , Jo tinggal tidak jauh dari tempat tinggal Edo. Jo tinggal dengan ibunya, Edo dan Jo hidup bersama sejak kecil karena Ibu Jo adalah pengasuh Edo dari bayi. Ayah Jo meninggal 10 tahun yang lalu karena sakit keras .


.


.


Edo berjalan ke kamar dia melihat istrinya sedang pumping ”Selamat malam sayang" Ucap Edo "Aku mandi dan sholat dulu sayang" Edo berjalan ke kamar mandi , dia mandi dan sholat baju ganti dan peralatan ibadah sudah di siapkan sebelum Edo pulang.


Tangan besar memijat pundak Lisa , Lisa mendongak dan tersenyum "Mas apa mas lapar, Lisa sedikit lapar apa mas mau menemani Lisa makan" tanya Lisa.


" Baiklah sayang bagaimana kalau kita beli sate langganan kita di dekat apartemen dulu" tawar Edo kepada Lisa.


Lisa berbinar-binar "Wahh boleh juga sayang mau .. mau.." Jawab Lisa dengan gembira.


Edo mengusap-usap kepala istrinya dengan penuh cinta "Kamu memang beda dengan wanita lain, kamu dibelikan sate saja sudah senang minta ampun, terimakasih istriku" batin Edo.



hasil pumping Lisa yang banyak,

__ADS_1


kuncinya biar asi banyak rajin kosongin PD dengan pumping/menyusui 2-3 jam sekali, makan yg bergizi, minum air putih yg byk, dan pastinya jangan stres.


"Wah hebat sekali sayang kamu banyak banget ASI-nya, kamu mami hebat" puji Edo kepada istrinya" Terimakasih sayang untuk ASI-nya" Padahal Edo menyuruh istrinya untuk memberikan anaknya susu formula mengingat kondisi Lisa saat melahirkan tapi Lisa tetap kekeh untuk memberikan ASI eksklusif semampunya.


"Alhamdulillah mas ini buat trio H" ucap Lisa sambil membereskan peralatan pumping.



"Sayang ini sudah penuh apa perlu kita beli freezer lagi" tanya Edo melihat Freezer yang ada di dalam kamar mereka.


"Sepertinya iya mas , Freezer yang ada di kamar Trio H sudah full juga " jawab Lisa yang sedang mencari tempat untuk ASIP yang baru dia perah .


"Baiklah besok aku suruh Jo buat beli freezer baru, ayo kita cari makan " Ajak Edo .


Mereka mengendarai mobil menuju apartemen dulu yang di tinggali mereka . Di tengah jalan tidak sengaja mereka bertemu Dian yang sedang mabuk dan di goda laki-laki di pinggir jalan , Dian berhenti karena ingin muntah naasnya dia malam bertemu preman di sana.


"Mas itu sepertinya mbak Dian di goda laki-laki jahat , tolongin mas kasian" ucap Lisa dengan cemas.


Edo berhenti dan memberi tahu salah satu pengawalnya untuk membantu Dian . Setelah itu Edo melanjutkan perjalanan untuk mencari sate langganannya.


"Apa mbak Dian nggak apa-apa sayang" tanya Lisa dengan muka yang cemas.


"Walaupun Dian jahat kamu tetap baik sayang, kamu sungguh wanita baik" batin Edo "Tidak apa-apa Istriku sudah ada anak buah ku membantu Dian" Jawab Edo yang tetap fokus menyetir.


Bersambung...


Papi EdoπŸ‘‡



Mami LisaπŸ‘‡



Bastian πŸ‘‡



Dian πŸ‘‡

__ADS_1



__ADS_2