Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 17


__ADS_3

Lamaran Edo di terima oleh Ayah Lisa , acara akad akan di selenggarakan besok dan resepsi seminggu kemudian. Kenapa terkesan buru-buru karena Ridwan tak ingin kehilangan lagi sahabatnya dan juga untuk membantu sahabatnya untuk menutupi aib karena putrinya gagal menikah.


Tepat pukul 10.00 pagi ...


"Saya terima nikah dan kawinnya Bunga Kalista binti Herman dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 100gr di bayar tunai" ucap Edo dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana semuanya" ucap penghulu.


"SAH .... SAH ... SAH .." ucap semua saksi.


"Alhamdulillah alfatihah"



Lisa lalu keluar dari kamar menuju ruang akad nikah duduk di samping Edo serta salim ke Edo dengan takzim. Lalu mereka sungkem ke kedua orang tua Lisa dan Edo. Mama Edo tadi malam datang terbang dari Belanda, Mama Edo di Belanda mengunjungi kakak perempuan Edo yang sudah menikah dan menetap di Belanda.


Selesai sungkem dengan kedua orangtuanya. Edo dan Lisa segera bersalaman dengan para tamu yang hadir dalam akad nikah tidak banyak yang di undang hanya kerabat dekat dan rekan bisnis terdekat. Setelah acara selesai para keluarga makan siang bersama .


Lisa mengambilkan makanan untuk Edo "Mas Edo mau makan sama apa?" tanya Lisa.


”Sama Rendang aja dek Lisa , sama itu cumi asam manis, terimakasih" Edo sangat senang di layani oleh Lisa .


Lalu semua makan bersama tidak ada suara hanya deting sendok yang terdengar.


"Kalian sebaiknya istirahat saja di kamar, pasti kalian capek" ucap ayah Herman.


"Iya yah " Jawab Lisa.

__ADS_1


Lisa dan Edo langsung naik ke atas ke kamar Lisa.


"Masuk mas Edo , tidak sebagus kamar mas Edo" Lisa mempersilahkan Edo masuk.


"Ini nyaman kok dek, aku ke kamar mandi dulu mandi dan siap-siap jamaah bareng" ucap Edo.


"Iya mas "( Lisa ).


Lisa menyiapkan keperluan untuk suaminya "ihh ... suami jadi malu aku menyebutnya suami, pengen pendekatan dulu terus pacaran halal , yah pacaran halal" batin Lisa. Lisa bengong sambil tersipu malu.


"Ehem ... " Edo berdehem karena Lisa di panggil diam saja malah melamun entah melamun kan apa.


"Eh .. copot .. copot" Lisa kaget mendengar deheman Edo.


"Maaf dek ,habis kamu di panggil diam saja, lucu banget sih kalau latah" goda Edo.


Setelah selesai sholat jamaah Lisa membaca Alqur'an 1 juz itulah kebiasaan Lisa setelah selesai sholat dan Edo menyemak dengan hikmat.


”sungguh luar biasa istriku tidak salah aku memilih mu , cantik ,baik, lucu dan Sholehah, terimakasih seseorang yang telah melepaskan berlian ini untuk ku," batin Edo.


Setelah selesai membaca Alqur'an Lisa salim ke Edo dengan takzim lalu Edo mencium kening istrinya. Lisa tersipu malu karena di cium Edo, pipi Lisa merona jantung Lisa berpacu dengan cepat. Apakah Edo juga merasakan sama seperti Lisa entah hanya Edo dan Tuhan yang tahu.


"Lisa kamu istirahat lah aku mau mengerjakan sedikit pekerjaan ku yang sedikit tertunda" ucap Edo.


"Baiklah mas" Lisa masih memakai hijabnya belum berani melepaskan hijab yang di pakainya dan Edo sepertinya tidak mempermasalahkan itu.


Seperti yang di katakan tadi Edo duduk di sofa yang berada di kamar Lisa sambil dan Edo sedang serius di depan laptop. Edo sesekali memijat pelipisnya sepertinya ada masalah yang cukup rumit di perusahaan.

__ADS_1


"Ada apa mas?" sepertinya ada masalah tanya Lisa yang mendekati Edo.


"Ini kenapa data tidak singkron apa otak ku mulai tidak singkron tumben dari tadi aku tidak menemukan masalah di data ini tapi aku merasa ada yang salah" jawab Edo.


"Coba aku lihat, emmmm.. ini seharusnya di sini dan ini masuk sini dan data ini di bikinkan bagan sendiri ini dan ini bukan satu bagian" ucap Lisa.


Edo terperangah melihat kecekatan Lisa dalam menganalisis masalah sungguh sangat mengagumkan bagi Edo.


"Alhamdulillah beres juga" ucap Lisa lalu Lisa menyimpan data itu di flashdisk.


"Alhamdulillah Dek kamu hebat, oh ya kamu kerja di mana ? " tanya Edo.


"Di perusahaan L di Jakarta mas , di bagian pemasaran kosmetik tapi sekarang sudah pindah bagian audit mas , Lisa sekarang mengambil cuti akhir tahun" Jawab Lisa.


"Perusahaan L yang di pimpin Randi pangstu perwira dek?" tanya Edo penasaran.


"Iya mas perusahaan itu dan Pak Randi juga yang melamar saya dan memutuskan pernikahan secara sepihak" Jawab Lisa.


"Ha... apa Randi melamar mu dan memutuskan tanpa alasan, kok bisa apa kamu mengenal dia sehingga kamu bersedia menikah dengannya? " tanya lagi Edo karena sungguh sangat penasaran.


"Hemmmmmm..... satu tahun yang lalu Pak Randi kecelakaan dan saya menyelamatkan beliau dan semenjak itu Pak Randi mendekati saya tapi saya tidak merespon dan beberapa minggu yang lalu Pak Randi ingin menjadikan saya pacarnya tapi saya menolak pacaran , memang di kamus saya tidak ada kata pacaran kalau ada yang serius ya mending nikah ngapain nambah-nambahi dosa, Ya akhirnya melamar ke orang tua saya ya niatnya baik ya pastinya Ayah Ibu welcome tapi saat hari H Pak Randi ke Amerika dan membatalkan pernikahan begitu saja selesai kutbah hari ini saya ucapkan Assalamualaikum Wr Wb .." Ucap Lisa.


"Hahahaha ada-ada saja kamu dek " Edo tertawa mendengar cerita akhir Lisa.


Ya.. memang lebih baik terbuka satu sama lain agar jalan kedepannya lebih baik, saling terbuka satu sama lain . Terbuka eh terbuka apa tuh (author)


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2