
Pagi hari Edo terbangun melihat istrinya muntah-muntah parah sampai lemas , Edo memijat punggung istrinya dengan pelan dan membantunya untuk berdiri.
Edo teringat dengan kehamilan kembar dulu dia meninggalkan Lisa saat dia hamil kembar tanpa dirinya di sampingnya , dia yang egois.
"Apa kamu baik-baik saja sayang" tanya Edo sambil membantu Lisa berdiri.
Lisa menggangkat jempolnya "Aku baik-baik saja mas, dulu lebih parah saat hamil kembar , hamil trimester pertama aku pingsan dan harus di rawat inap" ucap Lisa .
Edo memeluk Lisa tanpa sadar dia menangis , saat ingat masa lalu Edo selalu mellow dia sangat merasa bersalah .
"Maafkan aku yang dulu sayang saat kamu butuh aku, aku malah pergi dengan keegoisan ku" Ucap Edo terbata-bata.
"cup ... sudah mas itu masa lalu buat belajar kita di masa depan agar lebih baik" Lisa mencium pipi suaminya.
Edo mengusap-usap punggung istrinya "Apa sudah mendingan sayang"?.
Lisa tersenyum "Alhamdulillah sudah mendingan mas".
Setelah mendingan Lisa dan Edo turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarga besar.
Riuh canda tawa menghiasi sarapan hari ini. Bahagia dan selalu mengucapkan syukur kepada Allah mereka panjatkan atas anugerah kebahagiaan yang tiada tara
Mereka akan liburan selama tiga hari di villa . Semua menikmati kebersamaan yang Indah ini . Nanti malam mereka akan barbeque di halaman belakang.
Siang ini rencananya semua akan piknik di taman yang ada di samping villa . Setelah sarapan mereka siap-siap untuk ke taman semua membawa perlengkapan untuk piknik .
Putra, Sekar , Zafar dan Zafarani sedang bermain kejar-kejaran sedangkan para orang tua duduk di gazebo sambil mengobrol, Lisa dan Edo duduk lesehan di bawah
"Mas terimakasih kamu sudah memberikan kebahagiaan yang melebihi ekspektasi ku" Ucap Lisa sambil memandang anak-anak yang bermain.
”Harusnya aku yang berterima kasih sayang, kamu telah menyempurnakan hidup ku, memberikan aku anak-anak yang lucu" Edo mencium tangan istrinya.
"Mami Zafarani haus" ucap Zafarani yang gos-gosan .
Lisa menyodorkan segelas air putih "Kalau minum duduk sayang" .
Zafarani duduk di samping maminya sambil memakan buah anggur. Pipinya yang bulat dan menonjol akibat makan anggur membuat semua tertawa akan tingkah lucu Zafarani.
"Pelan-pelan sayang makannya" ujar Edo .
"Siap Bos" dengan gaya hormat dan jangan lupa suara cempreng Zafarani yang membuat Edo gemas dan menggelitik anaknya.
__ADS_1
”Ampun ampun papi " teriak Zafarani.
Edo mengehentikan aksinya dan menyuruh anak-anak untuk makan buah dan camilan.
Semua menikmati hawa sejuk puncak yang membuat hati tentram dan damai.
Waktu sudah menunjukkan pukul 13:00 siang mereka akan melaksanakan sholat jamaah bersama. Setelah selesai mereka akan melanjutkan untuk tidur siang.
Sore menjalang Lisa membangunkan suaminya untuk mandi dan mengajak untuk jamaah di kamar.
”Alhamdulilah " ucap Edo.
Lisa mencium tangan suaminya dengan takzim ”Mas Lisa ke bawah dulu bantuin buat barbeque".
Edo mencekal tangan istrinya "Di sini saja , kamu kan sedang hamil jangan capek-capek".
Lisa tersenyum dan membelai tangan suaminya "Enggak capek kok mas bantu-bantu sedikit".
Edo menggangguk dan melepaskan tangan istrinya, di larang pun percuma karena dia tahu istrinya sedikit keras kepala.
Lisa membantu mama, ibu dan Ina mempersiapkan bibibarbeque,
”Kamu jangan capek-capek mbak" tegur ibu.
Sebelum mereka memulai barbeque mereka ingin melaksanakan sholat berjamaah terlebih dahulu.
"Ayo semua kita ke belakang sudah siap semua" ucap Jo.
"Baiklah Jo , terimakasih" Edo berjalan menghampiri Jo sambil menggenggam tangan istrinya.
Pesta barbeque di mulai,..
🍒 🍒 🍒 🍒 🍒
Apartemen Dian...
”Ah ... pelan pelan iss " ucap Dian yang menikmati permainan Sebastian .
Sebastian tidak mendengarkan keluhan Dian , dia tetap memompa dengan cepat.
Setelah bergelut lama Sebastian mengeluarkan lahar panas di luar. Sebastian tidak ingin anak dari Dian. Dia anggap Dian hanyalah pemuas hasrat.
__ADS_1
"Permainan mu sangat Hot walupun sedikit kasar Bas” ucap Dian membelai dada bidang Sebastian.
"Tentu aku juaranya memuaskan hasrat wanita" Sebastian menyeringai
Sebastian adalah teman kencan Dian, teman ranjang lebih tepatnya. Dia adalah bule Inggris yang lama di Indonesia. Ya bule kere yang di tampung Dian untuk di jadikan pemuasannya.
Dian melempar segepok uang "Ini untuk mu dan jangan lupa goda istri kampungan Edo itu maka aku akan berikan lebih banyak jika aku menjadi nyonya Edo" Dian tertawa terbahak-bahak.
"Baiklah apa mau mu akan ku laksana , merayu adalah keahlian ku” ucap Sebastian.
Mereka melanjutkan kegiatan panas mereka sampai pagi menjelang .
🌟 🌟 🌟 🌟 🌟
Kembali ke villa...
Setelah selesai barbeque mereka semua pergi ke kamar masing-masing.
Lisa ingin mandi air hangat, dia merasa bau bakar-bakaran saat barbeque membuatnya kurang nyaman.
Saat asik berendam tiba-tiba ada tangan yang melingkar di perut Lisa yang sedikit agak buncit. Lisa tidak terkejut pasti itu perbuatan suaminya.
"Sayang, berendam nggak ajak-ajak" Bisik Edo.
Lisa berbalik dan mencium bibir suaminya dengan sedikit **********.
"Ahhhhh ..." lenguhan keluar dari mulut Edo saat Lisa berpindah ke leher putih bersih milik suaminya.
Kehamilan ke dua ini membuat Lisa ingin terus bercocok tanam , baginya setelah cocok tanam dia bisa tidur nyenyak sampai pagi.
Lisa langsung saja memasukkan timun lunak ke dalam goa surgawi. Membuat Edo merem melek akan keganasan istrinya. Lisa bergoyang bak penari profesional , melengok-lengokan tubuhnya membuat Edo semakin menggila . "Sayang faster " ucap Edo yang berbeda di puncak peledakan bom nuklir yang dahsyat. "Ahhhhhhh... akhirnya bibit timun keluar dengan sangat banyak.
"Terimakasih sayang kamu yang paling hebat dan Istriku yang paling best " ucap Edo memeluk Lisa.
"Sama-sama suamiku, ayo mandi terus mandi junub , aku lelah ingin tidur" Lisa berjalan ke arah shower.
Mereka menyelesaikan ritual mandi besar , setelah selesai mereka juga tidak lupa melaksanakan sholat Isyak.
"Mimpi Indah Istriku" Edo mencium kening istrinya.
Lisa memeluk dada bidang suaminya.
bersambung
__ADS_1