Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 52


__ADS_3

ting ... pesan masuk dari Jo.


๐Ÿ“ฉ Tuan ini laki-laki yang selalu bersama Dian.



Data lengkap aku kirim via email dia kebangsaan Inggris dan numpang hidup dengan Dian.


ย ๐Ÿ“ฉ Baik terimakasih Jo. Balas Edo.


โ€Ada apa mas? " Tanya Lisa yang berbaring memeluk suaminya.


โ€Ini pesan dari Jo tentang kekasih Dian" ucap Edo yang membelai rambut panjang istrinya.


"Mbak Dian itu aneh hamil dengan siapa minta tanggung jawabnya ke siapa, memang cuma dengan foto bisa mengubah segalanya, " ucap Lisa dengan sedikit emosi.


Edo tidak menjawab ocehan istrinya . Dia sedang memikirkan enaknya di apakan Dian ini biar dia tidak mencari masalah terus lama-lama jengah juga dengan sikapnya dia yang meninggalkan dia juga yang merasa tersakiti.


โ€Biarkan saja dulu mas mbak Dian semaunya, diakan juga lagi hamil , jadi kasian juga" ucap Lisa seakan tahu apa yang di fikirkan suaminya.


"Iss kamu seperti dukun saja sayang apa yang aku fikirkan kamu bisa menebaknya" Edo mengecup pucuk kepala istrinya.


.


.


Usia kandungan Lisa memasukkan bulan ke sembilan. Tidak terasa anaknya akan segera lahir ke dunia yang penuh drama ini.


Lisa menyiapkan semua keperluan yang akan di bawa ke rumah sakit . Lisa di bantu asisten rumah tangga dari rumah utama.


Lisa di jadwalkan operasi minggu depan karena tidak memungkinkan melahirkan secara normal , Sebab posisi bayi kembar tiganya melintang tidak di posisi jalan lahir.


"Bik tolong masukan semua ini ke bagasi mobil jaga-jaga kalau kita mau berangkat gak usah repot-repot lagi" Ucap Lisa kepada Bibi Ika.


"Njeh nya ." Bibi Ika melangkah meningkatkan Lisa di kamar calon anak mereka.


Dan selama beberapa bulan ini Dian tidak menggangu kehidupan Lisa lagi. Entah rencana apa lagi yang akan di buat Dian untuk mengoyakan rumah tangga antara Edo dan Lisa.


Lisa berjalan ke taman belakang rumah , hari ini sangat sepi karena kembar pergi ke sekolah dan suaminya ke kantor.


Lisa berjalan-jalan untuk meregangkan otot-otot yang mulai kaku dan sakit karena membawa beban tubuhnya dan beban bayi yang ada di kandungannya.


Kedua orang tua Lisa akan datang tiga hari sebelum jadwal operasi di laksanakan dan papa mama Edo sekarang masih di Belanda untuk menjenguk kakak Edo.


Tiba-tiba ada sesuatu yang merembes dan sedikit kontraksi di perut Lisa "Sayang apa kamu mau lahir sekarang" ucap Lisa mengelus perut buncitnya.


Lisa segera meminta bantuan bibi Ika dan sopirnya Joko untuk membawanya ke rumah sakit. Setelah menempuh perjalanan 25 menit akhirnya Lisa sampai di Rumah sakit. Di sana dia sudah di sambut dr jaga ,

__ADS_1


"Keluarga ibu Lisa" panggil perawat IGD .


"Iya sus , saya sedang menghubungi suami beliau tapi sepertinya masih sibuk" ucap Bibi Ika.


"Ibu Lisa harus segera di operasi karena salah satu bayinya terlilit tali pusat " Perawat tersebut menjelaskan kepada Bibi Ika dan tiga pengawal pribadi Lisa.


"Lakukan yang terbaik dr saya akan bertanggungjawab " Bibi Ika terpaksa menyetujui tindakan operasi karena sampai saat ini tuanya belum bisa di hubungi.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Lisa masuk ke ruangan operasi. Bibi Ika tetap menghubungi tuanya tapi tidak ada jawaban akhirnya Bibi menghubungi kedua orang tua Edo.


tut ... tut ..


๐Ÿ“ž "Assalamu'alaikum Bi ada apa?" tanya Mama Edo.


๐Ÿ“ž "Waalaikumsalam , Nona Lisa melahirkan Nya, tapi Tuan muda tidak bisa di hubungi , apa saya boleh minta tolong untuk menghubungi asisten Tuan" Bibi Ika menjelaskan panjang lebar,


๐Ÿ“ž "Baiklah Bi". jawab mama Edo.


tut.... sambungan telepon mati begitu saja.


"Dasar Edo kemana dia istrinya butuh malah hilang , nggak berubah sama sekali" ucap Mama Edo dengan emosi. Edo tetap tidak bisa di hubungi.


Akhirnya mama Edo menelfon kedua orang tua Lisa untuk segera ke Jakarta . Mama Edo mengirim jet pribadi untuk memboyong orang tua Lisa ke Jakarta. Orang tua Lisa bergegas ke Jakarta , mereka sangat khawatir dengan kondisi Lisa.


.


.


.


Meeting berlangsung selama dua jam dan di lanjutkan makan siang bersama koleganya.


Asisten Jo juga sangat sibuk dia juga tidak sempat untuk melihat ponsel. Karena dia mempersiapkan ulang tahun perusahaan yang sebentar lagi akan di selenggarakan.


๐ŸŒ ๐ŸŒ ๐ŸŒ


Di kamar operasi terjadi ketegangan setelah mengeluarkan tiga bayi dari dalam perut Lisa tiba-tiba Lisa mengalami perdarahan hebat tekanan darahnya menurun drastis.


Tim medis segera melakukan transfusi darah karena kondisi Lisa setelah melahirkan kritis dan di nyatakan koma.


Lisa segera di pindahkan Ke ICU untuk penanganan yang lebih intensif. Dr keluar dan memberitahukan kepada kedua orang tua Lisa tentang kondisi Lisa yang saat ini belum sadarkan diri.


Ke tiga bayi Lisa lahir selamat sehat tak kurang satu apapun



. . .

__ADS_1


Edo pulang ke rumah dengan membawa sebuket bunga biru kesukaan istrinya tapi sampainya di rumah istrinya tidak ada di rumah , Edo sangat bingung tidak biasanya istrinya pergi tanpa pamit.


Edo menyalakan ponselnya . 100 panggilan dari bibi Ika, mama Edo dan pengawalnya serta pesan singkat dari mamanya mengatakan Lisa saat ini sedang operasi tapi pesan itu 10 jam yang lalu,


Edo mengusap frustrasi wajahnya, dia tidak menyangka awalnya dia ingin fokus ke pekerjaan dan menyelesaikan semuanya agar Minggu depan dapat menemani istrinya operasi Caesar sesuai jadwal yang di berikan dokter kandungan istrinya.


Tanpa basa-basi dia pamitan ke pada kedua anaknya dan pergi ke rumah sakit. Setelah 25 menit dia sampai di rumah sakit.


Sebelum dia masuk tadi dia sudah telfon Bibi Ika dan Bibi bilang kalau Lisa masuk ICU . Edo lari tanpa memperdulikan orang yang melihatnya.


โ€Ibuk " panggil Edo kepada mertuanya.


Ibu Lisa memeluk Edo dengan erat "Sabar ya nak doakan istrimu".


Edo tidak faham apa maksud Mertuanya itu "Maksudnya apa Bu , dek Lisa dan anak-anak tidak apa-apakan?" tanya Edo.


Ibu Lisa mencoba tegar dan mengontrol pikiranya agar penyakitnya tidak kambuh , kalau kambuh pasti akan memperkeruh keadaan"Istrimu setelah melahirkan terjadi perdarahan dan saat ini dia koma, anak mu Alhamdulillah dalam keadaan selamat nak Edo" Ibu Lisa menahan tangisnya.


Edo langsung terduduk lemas di lantai menjambak rambutnya dia merasa bersalah kepada istrinya karena detik-detik melahirkan dirinya tidak ada di sampingnya ditambah sekarang keadaannya kritis.


"Nak Edo sebaiknya nak Edo adzanin anak-anak habis itu bisa lihat keadaan Lisa" tutur ayah Lisa.


"Iya Yah, titip dek Lisa dulu" Edo berlalu meninggalkan kedua orang tua Lisa menuju ruang bayi.


Edo sudah dipersilahkan masuk tiga bayi lucu berjenis kelamin laki-laki lahir ke dunia dengan selamat berkat perjuangan istrinya.


Tanpa terasa Edo meneteskan air mata . "Aku harus kuat dan tegar demi ke lima anak ku," batin Edo.


Edo menjenguk Lisa di ICU melihat Istrinya yang pucat dah lemah membuat hati Edo tersayat-sayat .


Edo menggenggam erat tangan istrinya dan menciumnya "Sayang cepat bangun lihat anak kita sudah lahir, dia sangat tampan seperti ku, kamu tahukan dia bibit unggul pasti dia tampan" Bisik Edo ke telinga Istri tapi tidak ada respon sama sekali dari Lisa.


Edo menghela nafas panjang dan dia keluar dari ruang ICU berjalan menemui Ibu Lisa.


"Ayah mana Bu?" tanya Edo.


"Ayah ke mushola nak, " Jawab Ibu Lisa.


"Bu besok lusa anak-anak sudah bisa di bawa pulang , papa mama nanti malam juga pulang sebaiknya ibu dan mama nanti jaga anak-anak di rumah ya kasian Ibu di sini pasti lelah" ucap Edo sambil menggenggam tangan Ibu Lisa.


"Iya nak Edo , Ibu akan jaga anak-anak mu " Ibu Lisa membeli punggung menantunya .


Edo menyusul ayah Lisa ke mushola ingin berdoa untuk keselamatan Istri .


"Sayang cepatlah sadar"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2