
Edo mendekap istrinya dengan erat tidak ingin melepaskan istrinya , hasratnya kini mulai memuncak benih-benih cinta mulai bersemi tumbuh menjadi bunga cinta yang indah merekah. Hasrat yang di bendung kali ini tidak dapat di tahan lagi ingin rasanya iya segera bercocok tanam malam ini iya akan berbicara dengan Lisa mengenai hal itu.
Setelah makan malam mereka berbincang di ruang televisi Edo tidur di pangkuan istrinya dan Lisa membelai rambut hitam Edo,
"Dek apa aku boleh minta sesuatu?" tanya Edo.
"Boleh minta apa mas "? ucap Lisa yang masih mengelus rambut Edo.
"Malam ini kita bercocok tanam dengan timun lunak, apa kamu mau?" tanya Edo dengan senyum menggoda.
"Apa mas sudah sembuh , bisakah timun lunak itu jadi timun fresh" jawab Lisa dengan hati dag dig dug takut-takut cemas.
"Kalau tidak percaya ayo kita coba sekarang " Jawab Edo dengan bersemangat.
"Kita sholat isyak dulu mas dan sholat zifaf" Ucap Lisa. Edo menggangguk tanda setuju.
Shalat Zifaf adalah salat sunnah mutlaq dua rakaat yang dilakukan bersama istri. Niatnya adalah: ushalli sunnatazzifaf rakataini lillahi taala (saya niat shalat Zifaf Sunnah karena Allah taala).
Mereka sudah selesai sholat dan Lisa merapikan peralatan yang mereka pakai .
"Istriku apakah kamu siap?" tanya Edo .
"Insyallah siap tempur kapten" ucap Lisa dengan tingkah konyol .
__ADS_1
Lisa hari ini memakai baju lingerie merah marun dengan tali spageti "Baju apaan ini tipis kayak saringan tahu mana kayak kurang bahan , seperti wanita penggoda apa tidak apa-apa menggunakan ini di depan suami apa aku telfon ibuk aja takut dosa di laknat suami nanti" batin Lisa.
"Sayang " peluk Edo dari belakang "Kamu seksi sekali" bisik Edo di telinga Lisa .
"Iss ngagetin aja, apa nggak apa-apa baju gini di pakai mas, ini mah bukan baju halal tapi haram tar di laknat Allah" ucap Lisa polos.
Edo tertawa dengan tingkah polos istrinya "Ini kalau di pakai di depan umum atau laki-laki lain ya pastinya di laknat Allah tapi kalau di pakai di depan suami sah-sah saja istriku" .
Edo langsung menggendong istrinya ke atas kasur merebahkannya dan mengungkungnya ******* bibir merah ceri , menjelajahinya setiap inchi tubuh istrinya dengan bibir yang lembab dan basah Edo segera melepaskan bajunya dan lingerie Lisa. Lisa mengaga melihat tubuh kekar berotot suaminya, Edo segera menyusuri bukit semangka , nampak segar dan sedikit besar bila digenggam , Edo memainkan semangka tersebut menggenggam , meremas dan merasakan betapa manisnya dan segarnya semangka tersebut, alunan melodi yang membuat telinga merinding saling bertautan di dalam kamar yang remang-remang itu, Edo mencapai lobang goa yang lembab dan dalam, Edo segera menjelajahinya, menyusuri setiap jengkal goa yang indah itu berputar di dalamnya masuk kedalam lebih dalam menggunakan indera perasannya memberikan kenikmatan yang tiada tara. Membuat Lisa menggeliat kenikmatan yang tiada tara, Lalu Edo memangut bibir merah ceri istrinya dengan penuh gairah "Kamu sudah siap sayang ini agak sakit tolong tahan sedikit, aku akan pelan-pelan" ucap Edo yang sudah dipenuhi kabut hasrat. Lisa tidak menjawab hanya mengangguk memberikan tanda bahwa dia siap. Edo segera memasukkan timun lunak yang sudah menjadi keras ke dalam lubang goa surgawi, Edo mencoba sampai tiga kali tapi belum juga berhasil karena timun itu terlalu besar untuk goa yang sempit percobaan ke empat berhasil masuk goa surgawi Edo langsung mencium istrinya agar rileks , Lisa tampak meringis kesakitan tapi dia diam mengigit bibir bawahnya, setelah beberapa Rapa saat Lisa mulai rileks dan Edo mulai bercocok tanam membajak goa tersebut dengan pelan agar siap untuk di tanami Edo maju mundur masuk semakin dalam ke goa surgawi sangat lembab nikmat dan hangat , suara melodi yang indah saling bertautan merdu di kamar itu menambah kehangatan bagi penghuninya. Setelah 20 menit bibit unggul mentimun keluar dengan banyak tertanam di goa surgawi yang indah.
Edo sangat puas dan lega mentimunnya sudah bisa bekerja dengan baik.
"Terimakasih istriku I love you " ucap Edo .
Mereka segera mandi junub agar besok pagi bisa melaksanakan sholat subuh. Hari ini cukup satu kali cocok tanam karena ingin tes Drive dulu apakah mentimun Edo bisa berfungsi dengan benar.
"Mas Lisa lapar, cacing di perut meronta-ronta meminta makan" ucap Lisa dengan mata puppy eyes,
Edo memandang istrinya lalu mencium matanya "Baiklah istriku yang cantik ini mau makan apa?" tanya Edo.
"emmmm ... mau makan sate di pinggir jalan" jawab Edo .
"Apa kamu bisa jalan sayang?" tanya Edo.
__ADS_1
"Bisa kok tapi pelan-pelan mas" (Lisa).
Jam menunjukkan pukul 22.00 tapi jalanan masih ramai mereka mencari sate Madura . Setelah 15 menit berkeliling mereka menemukan warung sate sederhana yang bersih dan cukup ramai. Lisa menghabiskan dua porsi sate dan satu porsi nasi , Edo senang melihat istrinya lahap makan .
"Apa sudah kenyang?" tanya Edo.
"Alhamdulillah sudah mas, oh ya mas apa kita tetap di Jakarta tidak pulang ke Malang?" tanya Lisa .
"Sepertinya kita di sini dulu, karena papa dan mama masih di Belanda jadi mas di suruh mengurus perusahaan utama, tidak apa-apa kan?" tanya Edo.
"Iya Lisa nurut saja sama mas, dimana pun mas berada Lisa ikut " ucap Lisa dengan senyum manisnya.
"Terimakasih istriku" ucap Edo sambil mencium tangan Lisa.
Bersambung ...
Edo
Lisa
__ADS_1