Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda

Gadis Berhijab Perebut Hati Tuan Muda
episode 50


__ADS_3

Setelah selesai membeli ice cream mereka segera pulang .. mereka takut ratunya marah karena mereka keluar tanpa ijin darinya.


"Zafa" Zafa panggilan sayang untuk Zafar , panggil papi Edo.


"Iya Pi" Zafa mendekati papinya.


"Jangan ceritakan kejadian tadi kepada mami karena mami sedang hamil adei mu papi tidak ingin mami mu kepikiran, tolong beri tahu adik mu juga" nasehat Edo .


"Baiklah papi aku berjanji, Zafa ke kamar dulu" ucap Zafar dengan santai.


Memang anak laki-lakinya itu dewasa sebelum waktunya. Membuat Edo sedikit merasa khawatir .


Edo naik ke atas ke kamar utama untuk memberikan ice yang dia beli dengan anak-anak.


cklek ...


"Sayang aku punya sesuatu" panggil Edo kepada istrinya.


”Sini mas aku di balkon" teriak Lisa.


Edo menghampiri Lisa yang berdiri di pinggir terali besi "Sayang aku ada ice cream, apa kamu mau?" tanya Edo .


"Boleh sayang terimakasih" Lisa menerima ice yang diberikan suaminya, Lisa melahap ice cream tersebut dengan lahap sungguh nikmat dan terasa sejuk di perutnya yang hari-hari ini sedikit mual.


"Apa sudah merasa baikan?" tanya Edo yang memeluknya dari belakang.


"Alhamdulillah mendingan sayang, terimakasih" ucap Lisa yang mengusap tangan Edo yang memeluknya.


"Mbak Dian mengirim foto sangat seksi" ucap Dian yang ingin terbuka tanpa menyembunyikan sesuatu.


"Aku tahu tadi, aku sudah memblokir nomornya, dia adalah duri yang patut di singkirkan, jangan menangis dan bersedih hanya karena dia sayang" nasehat Edo kepada istrinya.


"Sebenarnya aku tidak ingin sedih biasanya juga biasa saja mungkin karena hamil jadi mood ku sering berantakan" ucap Lisa.


Edo mecium pucuk kepala istrinya "Besok kita periksa aku ingin melihat keadaan anak-anak kita"…


Lisa menggangguk dan menelusup kan kepalanya ke dada suaminya , terasa hangat dan nyaman itulah yang dia rasa.


Mereka segera turun ke bawah untuk makan siang. Makan siang hari ini tanpa drama muntah-muntah. Makan dengan nyaman dan lahap.


.


.


Apartemen Dian


Brak ... Dian mengebrak meja yang ada di depannya..


☎️ "Apa kalian gagal dasar bod*h" ucap Dian

__ADS_1


☎️ "Maaf nyonya anak buah kami ditawan mereka" ucap seseorang di balik telfon.


☎️ "Cih ... aku bayar kalian mahal tutup mulut kalian setialah padaku" jawab Dian dengan sinis.


☎️ "Baik"


"Ada apa sayang?" Tanya Bastian.


Dian diam tak bergeming. Dian berjalan sambil melepaskan pakaian "Puaskan aku Bas" ucap Dian .


Bastian segera menyerang Dian mecium ******* bibir Dian yang seksi. Meremas pabrik susu yang besar itu. Dian menggeliat dan mendesaaahhhhhh ... membuatnya ingin lebih. Dia naik ke atas Bastian dan meraih tongkat besbol yang super jumbo blush ... masukkan tongkat besbol itu ke gawang . Membuat Melodi seksi meluncur dari mulut dian . Dian menari bak penari lincah dan seksi di bergoyang mengikuti irama yang di selaraskan dengan kenikmatan yang tiada tara.


Kamar apartemen itu di penuhi suara deritan ranjang yang bergoyang. Mereka melakukan berulang tanpa pengaman .Dian sengaja agar dia hamil dan menjebak Edo nantinya.


Ahhhhhhhhh.... suara bersamaan keluar dari mulut mereka lega puas dan nikmat itulah gambaran dari percintaan tanpa cinta


🍉 🍉 🍉 🍉


Lain halnya di kediaman Edo mereka sedang melaksanakan sholat dhuhur berjamaah. Sangat khusuk dan mereka berharap akan kebahagiaan untuk keluarga kecilnya.


Rani hari ini sangatlah pintar dia menunjukkan gambar yang dia lukis di kamar tadi. Rani panggilan sayang untuk Zafarani.



"Ini gambar Rani Pi mi bagaimana?" tanya Rani antusias.


"Ini untuk mami dan papi dari Zafa" ucap Zafa.


"Alhamdulillah anak-anak mami semua hebat mami bangga sama kalian" Lisa memeluk kedua anaknya.


"Papi nggak di peluk juga" Edo pura-pura merajuk.


Lisa memeluk semuanya dan mencium satu-satu termasuk suaminya,


Piala dari Zafar



"Alhamdulillah Ya Allah Engkau berikan kami kebahagiaan yang sempurna, tolong lindungi kami dari orang-orang yang berniat jahat kepada kami Aamiin" batin Lisa.


Edo mengajak istri dan anak-anaknya tidur bersama tapi Zafar menolaknya.


"Zafa sudah besar Pi, Zafa tidur di kamar Zafa sendiri" ucap Zafar pamitan kepada orangtuanya.


"Rani juga, Rani sebentar lagi mau jadi kakak jadi Rani bisa bobok sendiri" Zafarani pamit dan pergi menyusul kakaknya.


"Hemm ... cepat sekali mereka tumbuh jadi kangen manjanya mereka" Lisa menatap kepergian kedua anaknya.


"Mereka anak-anak hebat sayang , mereka faham sebentar lagi punya adik jadi mereka belajar mandiri , bukankah itu bagus" ucap Edo sambil mengelus perut buncit istrinya.

__ADS_1


.


.


.


Hari ini jadwal kontrol ke lima bulan kandungan Lisa, lima bulan yang mulus tanpa drama .


Dia hanya di antar Edo, anak-anak pergi ke sekolah. Perjalanan dari rumah ke rumah sakit memakan waktu 25 menit.


Dari sana Lisa tak perlu antri karena dia sudah reservasi via online.


"Selamat siang Ibu Lisa, mari timbang dan tensi dulu" ucap perawat dengan ramah.


Lisa menurut dengan perintah perawat menimbang berat badan dan Tensi .


"Alhamdulillah semua normal , mari masuk dan berbaring" ucap perawat tersebut dengan lembut.


"Selamat pagi Ibu Lisa dan Bapak Edo" ucap Dr Ratih SpOG.


"Siang dr" Balas Lisa dengan senyuman.


"Alhamdulillah semua kondisinya baik , Insyaallah semua berjenis kelamin laki-laki" ucap Dr Ratih SpOG.


"Terimakasih dr " balas Edo dengan ramah.


Dr tersebut menggangguk dan menuliskan vitamin untuk Lisa dan mereka pun pamitan kepada dr .


🐰 🐰 🐰 🐰


Dian berjalan tergesa-gesa menuju poli kandungan tanpa sengaja menabrak Edo yang sedang antri di apotik.


”Maaf mbak" ucap Edo.


"Kalau jalan pakek mata ya mas, kamu menjatuhkan tas ku" jawab Dian dengan kesal.


"Dian" panggil Edo.


"Ya " Dian menoleh kesamping "Hai Edo aku rindu" Dian langsung menghambur kepelukan Edo langsung saja mencium pipi Edo.


Reflek Edo menampar Dian "Jangan kurang ajar kamu Dian".


Dian tersenyum sinis lalu menarik Edo ke depan dr kandungan lalu meninggalkan begitu saja sekali lagi Dian memeluk Edo lalu dia masuk ke dalam ruangan.


"Dasar orang aneh, " batin Edo.


Edo tidak mencurigai Dian kenapa melakukan itu. Tanpa Edo tahu ada seseorang yang sudah memotret kemesraan mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2